Connect with us

Nasional

Di Karo Ada Desa Berpenduduk 10 Kepala Keluarga Terima Dana Desa, Minim Pembangunan

Published

on

Tanahkaro – Geosiar – Desas desus beredarnya informasi terkait adanya beberapa desa dikabupaten karo yang miliki jumlah warga yang minim bermukim disuatu desa sepertinya benar adanya.

Seperti Desa Bekilang, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo merupakan salah satu desa yang minim jumlah penduduk yang bermukim mendiami desa tersebut dan tiap tahun menerima dana desa.

Desa yang berada di bawah perbukitan yang miliki akses masuk dari desa Sigenderang atau dari desa Nageri, Kecamatan Juhar terlihat sangat sulit dimasuki kenderaan. Kecuali menggunakan kenderaan jenis hartop gardang dua.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi istri bupati Boru Sitompul, Camat Juhar, Jumpana Pinem dan rombongan lainnya dibulan Februari 2018 pernah berkunjung ke desa ini “manggang-manggang ikan nila” di bawah hutan lindung yang mengelilingi desa berpenduduk 10 kepala keluarga dengan bangunan rumah berkisar 10 rumah yang sebagian besar kosong dan rusak serta ditinggal pemiliknya keluar dari desa.

Pantauan awak media, Rabu (6/11) bersama tim investigasi LSM LIRA dengan menyewa mobil hartop milik warga untuk dapat memasuki wilayah desa yang relatif rawan dan mendaki serta berjarak sekitar 2,5 – 3 km dari desa tetangga (sigenderang).

Hanya beberapa warga terlihat yang dapat ditemui awak media dilokasi desa Bekilang, salah satunya adalah bendahara desa yang kebetulan berladang di lereng desa menyambut ramah di teras rumah ibu beru Girsang, salah satu warga yang sudah tua (lansia).

Jumlah warga yang masih tinggal di desa itu diperoleh dari keterangan salah satu warga, seperti keluarga Rakut Br Tarigan, Basmi Ginting, Mester Ginting, Dasmi Br Ginting, Manto Kaban, Lopan Sembiring, Nande Nelson, Nande Ros dan kepala desa Jeni Br Ginting.

“Ibu kepala desa sedang mengikuti bimtek ke Bali gelombang ke II. Mungkin besok atau lusa baru pulang,” jelas bendahara Beru Ginting.

Pantauan dilapangan terlihat ada berkisar 12 rumah, termasuk rumah yang kosong dan rusak tak layak lagi huni. rumah adat nyaris runtuh. Kantor desa tidak ada. Kantor Pustu tidak ada, serta Putra-putri warga desa mulai tingkat SD sampai SMA keluar desa untuk besekolah.

Bangunan yang anggarannya dari dana desa tidak dapat dijelaskan warga secara terperinci. Kecuali sekitar 100 meter jalan dicor dari desa arah ke Sigenderang dan pembuat parit menampung aliran dari atas bukit.

Camat Juhar, Jumpana Pinem dikonfirmasi tim wartawan, Kamis (7/11) di Kabanjahe, membenarkan keberadaan desa. Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Ibu Bupati pernah berkunjung secara kekeluargaan ke Bekilang acara manggang-manggang ikan. Itu saja. karena saat itu kaitan kunjungan bupati ke daerah wisata Namokarang, jelas camat.

Mulai ada anggaran desa, desa Bekilang tiap tahun menerima dana desa. Tahun 2016 belum sepenuhnya anggaran dana desa diterima desa Bekilang. Mulai 2017 sampai 2019 sudah sepenuhnya diterima desa berkisar Rp1 miliar/tahun. Saya selalu menyarankan agar penggunaan anggaran desa dipergunakan dengan benar dan jangan main-main. Bagaimana tekhnisnya di lapangan, ada tim yang mengawasi. Saya tidak pernah mencampuri urusan dana desa, tegas camat.

Kepala BPMD Karo, Abel Tarigan ketika dikonfirmasi tim prihal desa-desa yang tergolong relatif desa kosong yang menerima dana desa di wilayah Kabupaten Karo sejak ada dikucurkan dana desa dari pemerintah pusat, tidak dijelaskan Abel secara terperinci.

“Saat ini sedang kita inventaris. Sebab belum saya dapatkan semua regulasinya,” jelas Abel singkat.

Sementara menurut undang-undang No.6/2014 tentang desa pasal 8 ayat 3 huruf, b disebutkan, jumlah penduduk wilayah Sumatera paling sedikit 800 kepala keluarga. Sedangkan data tambahan diperoleh Analisa dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) di KPU Karo 2018 bahwa desa Bekilang memiliki 91 pemilih tetap./edy surbakti

Advertisement