Connect with us

Dunia

Inggris Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Kurun 4,5 Tahun

Published

on

Perdana Menteri Boris Johnson.

Geosiar.com, Inggris – Selepas dibubarkannya parlemen pada Rabu (6/11/2019), pemerintah Inggris dipastikan akan kembali menggelar pemilu pada 12 Desember 2019.

Informasi itu diketahui usai Perdana Menteri Boris Johnson menyambangi Istana Buckingham untuk memberi tahu Ratu Elizabeth II soal pembubaran parlemen.

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (7/11/2019), ini menjadi pemilu parlemen yang ketiga bagi Inggris dalam kurun waktu 4,5 tahun terakhir. Pemilu ini digelar dengan tujuan membentuk pemerintahan mayoritas guna meloloskan kesepakatan Brexit yang dicapai dengan Uni Eropa.

Seperti diketahui, kesepakatan Brexit selalu gagal di parlemen lantaran kubu Johnson bukan merupakan mayoritas. Sebab, parlemen sebelumnya dimotori kubu oposisi Partai Buruh dan Partai Liberal Demokrat.

Selepas gagalnya Brexit sebelum tenggat waktu 31 Oktober lalu, kini Inggris memiliki tenggat waktu terbaru yang diberikan Uni Eropa, yaitu perpanjangan hingga 31 Januari. Untuk itu, Johnson berharap para pemilih memberikannya kemenangan agar London

Dunia

Indonesia dan Malaysia Teken MoU Tentang Demarkasi dan Survei Batas Internasional

Published

on

Indonesia dan Malaysia Teken MoU Tentang Demarkasi dan Survei Batas Internasional

Geosiar.com, Kuala Lumpur –  Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Demarkasi dan Survei Batas Internasional antara Malaysia (Sabah dan Serawak) dan Indonesia (Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat).

Kegiatan penandatanganan ini dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis (21/11/2019), bertepatan dengan Joint Malaysia-Indonesia Boundary between Malaysia (Sabah & Serawak) and Indonesia (Kalimantan Utara & Kalimantan Barat)(JMI-43).

MoU ditandatangani oleh Ketua Setia Usaha Kementerian Air, Tanah, dan Sumber Asli Malaysia Datuk Zurinah Pawanteh dan Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo. Selain MoU, peta hasil survey demarkasi yang merupakan lampiran dari MoU juga sudah  ditandatangani oleh Direktur Jenderal Departemen Survey and Mapping Malaysia Dato’ Sr Dr. Azhari bin Mohamed dan Direktur Wilayah Pertahanan Kementerian Pertahanan RI  Laksamana Pertama Bambang Supriadi, masing-masing selalu Ketua Tim Teknis Penegasan batas kedua negara.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan, perjanjian itu bakal berdampak positif pada kedua negara terutama dalam hal kesejahteraan masyarakat.

“Acara ini sangat penting, walaupun hanya sebentar tapi berdampak 100 sampai 200 tahun kedepan, dengan adanya perjanjian tersebut berdampak bagi wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia dalam bentuk pembangunan wilayah, kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan,” ujar Mendagri.

“MoU tersebut juga memastikan adanya kepastian hukum bagi masyarakat di kedua belah negara,” tambah Mendagri.

MoU dipandang sebagai tonggak sejarah yang istimewa dalam hubungan bilateral kedua negara karena mengakhiri perbedaan pendapat dalam penegasan batas darat atau yang lazim dikenal dengan Outstanding Boundary Problems (OBP) di dua segmen yaitu segmen fi sekitar Sungai Simantipal dan segmen C500-C600 yang keduanya terletak di perbatasan antara Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat. Kedua segemen itu sudah menjadi OBP masing-masing sejak tahun 1978-1989.

Penandatanganan MoU tersebut juga sudah  membuka jalan bagi kedua negara untuk mempercepat penyelesaian OBP di tiga segmen lain yaitu Segmen Pulau Sebatik, Sungai Sinapad-Sesai, dan B- 2700-3100 yang disepakati akan diselesaikan pada tahun 2020 mendatang.

Penekenan MoU itu diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi Pemerintah Indonesia untuk membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Lambang, yang letaknya tidak jauh dari Kawasan Sungai Simantipal yang baru disepakati.

Continue Reading

Dunia

Ibu Hamil di Hutan Prancis Diserang Anjing Hingga Tewas

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Prancis – Seorang ibu hamil (29) di Prancis tewas diserang sejumlah anjing saat berjalan-jalan dengan anjing peliharaannya di sebuah hutan. Tim penyidik pada Selasa (19/11/2019), mengatakan anjing milik korban melolong tanda memberi sinyal meminta bantuan atas apa yang dialami tuannya.

Identitas ibu hamil itu tidak dipublikasi. Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu, 16 November 2019, di sebuah kawasan hutan kota di Villers-Cotterets atau sekitar 90 kilomter dari utara Ibu Kota Paris, Prancis.

Berdasarkan hasil autopsi memperlihatkan korban tewas lantaran mengalami pendarahan setelah beberapa ekor anjing menggigitnya mulai dari bagian bawah tubuhnya sampai ke kepala.

Jaksa Penuntut, Frederic Trinh mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan post mortem pada beberapa bekas gigitan.

Menurut Trinh, pihaknya sudah melakukan pengetesan pada 93 ekor anjing, termasuk beberapa anjing pemburu dan lima ekor anjing milik korban untuk menentukan anjing mana saja yang telah menyerangnya. Surat kabar Le Courrier Picard mewartakan, anjing-anjing yang menyerang korban diduga sedang berburu rusa.

Korban menelepon orang tuanya ketika merasa terancam oleh kehadiran anjing-anjing itu. Namun sayangnya saat ditemukan, tubuh korban sudah tidak bernyawa.

Continue Reading

Dunia

Kesurupan, Seorang Ibu di Paris Lempar 2 Anak dari Jendela

Published

on

ilustrasi

Geosiar.com, Prancis – Seorang ibu (31) yang namanya tidak dipublikasikan dikabarkan melempar dua anaknya dari jendela rumah mereka di Ibu Kota Paris, Prancis. Ia diduga melempar dua anaknya akibat mendengar bisikan kalau anak-anaknya adalah iblis.

Dilansir dari mirror.co.uk pada Rabu (20/11/2019), ibu melempar bayi laki-lakinya yang baru berusia satu bulan dan putrinya, 3 tahun. Keduanya dilempar dari ketinggian 40 kaki atau 12 meter, sebelum ibu yang kesurupan tersebut kabur.

Peristiwa ini terjadi di kawasan perumahan Le Lutetia, di wilayah pinggir utara Paris, Prancis. Saat ini ibu tersebut sudah ditahan setelah aparat kepolisian mencegatnya saat dia mencoba berlari ke sebuah stasiun kereta api.

Hanya anak yang berumur 3 tahun, yang selamat dari kejadian ini lantaran tanah tempatnya mendarat bantat. Akan tetapi media setempat mewartakan anak perempuan itu mati rasa pada bagian kakinya.

Sementara kondisi sang bayi yang masih berumur sebulan itu terbilang sangat serius. Kedua kakak-beradik itu masih di rawat, sedangkan ibunya masih di tahan.

Seorang tetangga mengatakan pelaku dan anak-anaknya jarang sekali terlihat. Kini investigasi tengah dilakukan atas kasus ini.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com