Connect with us

Ekonomi

Usut Anggaran Janggal Pemprov DKI, Menkeu Gandeng Kemendagri

Published

on

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Geosiar.com, Jakarta – Anggaran janggal Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapat perhatian khusus dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia pun mengatakan akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mengusut hal tersebut.

“Kita nanti akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri. Dalam meningkatkan kualitas dari APBD tentunya dan berbagai hal nanti akan kita koordinasikan bersama,” tutur Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Seperti diketahui, anggaran janggal Pemprov DKI Jakarta pertama kali diungkap Anggota DPRD Fraksi PSI William Aditya lewat akun twitternya @willsarana pada Selasa (29/10/2019). Dia mengunggah foto Rancangan Anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta 2020 yang akan dibahas dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) 2020 antara DPRD DKI dan SKPD DKI.

Foto itu memperlihatkan besaran anggaran pengadaan lem Aibon sebagai bagian dari komponen alat tulis kantor yakni sebesar Rp 82,5 miliar. Tak hanya itu, tampak pula anggaran fantastis pengadaan pulpen yang mencapai Rp 123,8 miliar.

Temuan ini lantas menyita perhatian publik hingga memicu reaksi beragam. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun telah memberikan klarifikasi perihal anggaran itu. Dia mengaku sudah mengetahui anggaran janggal itu sebelum viral.

“Sebelum mereka ngomong, saya sudah ngomong. Saya sudah bicara di dalam (rapat internal Pemprov DKI Jakarta). Saya sudah bicara sebelumnya, dan kita review,” ujar Anies ditemui di Balai Kota, Rabu (30/10/2019).

Sayangnya, Anies justru menilai kritikan dari kader PSI itu sebagai bentuk cari panggung sebagai anggota fraksi baru. Beda dengan dirinya yang mengaku tidak mengumbar anggaran itu lantaran tidak ingin curi perhatian publik.

“Bedanya saya tidak manggung. Bagi orang-orang baru, (jadi momen untuk) manggung. Ini adalah kesempatan beratraksi. Saya mau memperbaiki sistem, bukan mencari perhatian,” sindirnya.