Connect with us

Nasional

Rapimnas ISKA Hasilkan 5 Butir Rekomendasi, Berikut!

Published

on

Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Kinasih, Caringin, Bogor, pada 25-27 Oktober 2019 (jendelanasional.id)

Geosiar.com, Jakarta – Ikatan Sarjana Katolik Indonesia atau ISKA mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Kinasih, Caringin, Bogor, pada 25-27 Oktober 2019. Bertemakan  ‘Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila’, kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari Presidium Pusat, 9 DPD serta 27 DPC dari berbagai daerah.

Turut hadir dari Presidium Pusat, yakni Ketua Umum Presidium Pusat ISKA Hargo Mandirahardjo dan Sekretaris Jenderal ISKA, Beny Sabdo.

Selain itu, hadir pula utusan Sumatera Utara (Sumut), Ketua Umum DPD ISKA Sumut Drs Hendrik H Sitompul  dalam kegiatan Rapimnas itu. Hendrik berharap pancasila dapat dijadikan pedoman hidup bangsa Indonesia dalam mencapai kesejahteraan lahir dan batin dalam masyarakat yang heterogen (beraneka ragam). Seperti layaknya tema dalam Rapimnas ‘Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila.

Dalam Rapimnas tersebut, dihasilkan sebanyak lima (5) butir rekomendasi. Berikut hasil Rapimnas seperti dilansir dari jendelanasional.id :

  1. ISKA mengajak lapisan masyarakat agar menguatkan kembali nilai-nilai kebangsaan kita, memperbaharui diri dalam kesadaran akan kebhinekaan kita. Bukan untuk saling mendominasi melainkan saling melengkapi dan mengutamakan persatuan untuk Indonesia hari ini dan hari depan. Untuk kepentingan tersebut diperlukan reaktualisasikan kembali materi pengajaran tentang Pancasila sebagai Ideologi Bangsa di seluruh jenjang pendidikan.
  2. Sejalan dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul untuk Indonesia maju, maka SDM unggul harus disertai dengan penguatan karakter, dimana kompetensi pengembangan SDM Indonesia tidak semata unggul dalam pengetahuan teknologi inovasi dan kreatifitas, tetapi juga unggul dalam budi pekerti, mempunyai kecintaan dan kebanggaan pada nilai-nilai kearifan lokal dan tidak melupakan jatidirinya sebagai Bangsa Indonesia.
  3. Berkaitan rencana pemindahan ibukota, yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan keadilan dan kemakmuran yang merata bagi masyarakat, keputusan tersebut harus diakui sebagai rencana yang besar dan kompleks. Untuk itu ISKA mengingatkan perlunya dilakukan terus menerus kajian, perencanaan, persiapan dan pelaksanaan yang matang sehingga meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan kepada masyarakat, khususnya masyarakat lokal dikemudian hari.
  4. Terkait  dunia pendidikan, ISKA menekankan perlunya dilakukan proses penerimaan peserta didik dengan pertimbangan seleksi pada sisi kognitif, uji pengetahuan, uji kompetensi yang bersifat umum dan setara, ISKA juga mendorong terus ditingkatkannya program-program pendidikan Vokasi maupun ikatan dinas kepemerintahan, untuk kedepannya menyiapkan kualiatas SDM unggul guna mendukung program Indonesia maju.
  5. Dalam menciptakan suasana kehidupan yang baik dan kondusif yang dilandasi kenyataan adanya kebhinekaan dalam masyarakat Indonesia, kami mengajak semua pihak para pemangku kepentingan untuk menciptakan kondisi-kondisi kesetaraan baik dalam tata aturan ( peraturan pemerintah, peraturan daerah / pergub / perbup/perwalkot) tata kelola (implementasi aturan) dan tata kehidupan ( implementasi normatif ) dalam masyarakat. Dengan demikian, tidak terjadi adanya diskriminasi hak dan kewajiban antar sesama anak bangsa di manapun mereka bertempat tinggal.