Connect with us

Nasional

Harapan Fadli Zon ke Pemerintah: Jangan Jadi Kabinet Indonesia Mundur

Published

on

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Geosiar.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengingatkan pemerintah agar tidak terlalu fokus terhadap isu radikalisme, yang menjadi musuh besar Indonesia belakangan ini. Menurutnya, masih ada hal penting lain yang perlu mendapat perhatian.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber Indonesia Lawyers Club (ILC) Tv One bertema #ILCMenangisDanTertawa, yang ditayangkan pada Selasa (29/10/2019) malam. Awalnya, mantan Wakil Ketua DPR itu memuji formasi Kabinet Indonesia Maju yang diisi oleh kalangan profesional, perwakilan partai koaliasi, dan TKN.

“Saya senang sekali kabinet ini ada satu kemajuan. Tadinya Kabinet Kerja, Indonesia Kerja, menjadi Kabinet Indonesia Maju,” tutur Fadli Zon.

Namun, dia menyarankan agar jajaran kabinet terpilih tidak hanya menyoroti persoalan radikalisme sebab menurutnya justru berpotensi melemahkan reputasi.

“Tetapi saran saya, jangan kita terjebak isu radikalisme sebagai isu utama, karena itu akan membuat kabinet ini bisa menjadi Kabinet Indonesia Mundur,” ujarnya gamblang.

Dia mengatakan alangkah lebih baik jika pemerintah mampu memprediksi tantangan besar Indonesia untuk ke depannya, ketimbang hanya mengurus soal radikalisme.

“Dan saya kira kita harus mendiagnosa dengan baik apa yang sekarang jadi tantangan-tantangan Indonesia ke depan,” jelas politisi Gerindra itu.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang perlu dihadapi pemerintah adalah di bidang ekonomi, seperti lapangan kerja, ketimpangan sosial, kemiskinan dan sebagainya.

“Tantangan-tantangan itu adalah terutama di bidang ekonomi. Persoalan ketenagakerjaan, lapangan kerja, ketimpangan, kemiskinan, pertumbuhan yang ala kadarnya,” jelasnya.

Selain itu, Fadli juga meminta supaya pemerintah lebih fokus dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. “Termasuk juga persoalan yang dihadapi soal stunting dan sebagainya. Jadi target terhadap sumber daya manusia saya kira sangat penting,” tandasnya.