Connect with us

Dunia

Puluhan Jasad dalam Truk Diduga WN China

Published

on

Polisi Essex memindahkan wadah truk tempat mayat ditemukan. (Foto: REUTERS/Peter Nicholls)

Geosiar.com, London – Kepolisian Inggris menyatakan dugaan sementara bahwa 39 jasad dalam truk kontainer yang ditemukan di kawasan industri di Grays, sekitar 32 kilometer timur London, pada Rabu (23/10), merupakan warga negara China.

“Jasad-jasad yang terdiri dari 8 orang wanita dan 31 orang pria diyakini warga negara Tiongkok,” tutur Polisi Essex seperti dilansir AFP, Jumat (25/10/2019).

Terkait dugaan ini, Staf kedutaan China tengah menuju ke Essex guna memverifikasi laporan itu. Pihak Kementerian Luar Negeri China perlu mengklarifikasi soal laporan tersebut.

“Staf kedutaan Cina di Inggris sedang menuju ke lokasi untuk memverifikasi situasi ini. Kami berkomunikasi dengan polisi Inggris untuk mencari klarifikasi dan konfirmasi dari laporan yang relevan,” ujar kementerian luar negeri China pada akun media sosial Weibo.

Fakta selanjutnya yang berhasil diungkap polisi yakni bahwa truk tersebut merupakan kendaraan yang disewa dari perusahaan Irlandia, Global Trailer Rentals Ltd (GTR). Juru bicara GTR telah menginformasikan hal tersebut.

“Truk trailer itu disewa pada 15 Oktober dari penyewaan truk di Co Monaghan dengan tarif € 275 per minggu sampai dikembalikan,” ujar Juru bicara GTR dilansir dari media lokal Irlandia, RTE.

Namun, pihak GTR mengaku tidak mengetahui jika truk sewaannya akan digunakan untuk membawa jasad manusia.

“Sama sekali tidak menyadari bahwa trailer itu akan digunakan dengan cara yang telah terjadi,” lanjutnya.

Sejauh ini, polisi telah mengamankan sopir truk berusia 25 tahun pembawa puluhan jasad tersebut. Polisi pun masih terus mendalami kasus ini.

Dunia

Malaysia Merasa Diuntungkan dengan Perpindahan Ibu Kota RI

Published

on

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu. [Foto: Yahoo News Singapore]

Geosiar.com, Malaysia – Rencana pemindahan ibu kota Republik Indonesia ke wilayah Kalimantan Timur diakui akan sangat menguntungkan Malaysia. Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu.

Dalam wawancara eksklusif dengan CNNIndonesia.com, Mohamad Sabu mengatakan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Penajam Paser Utara merupakan kabar menggembirakan bagi Malaysia. Pasalnya, wilayah calon ibu kota baru itu sangat dekat dengan Sabah dan Serawak yang artinya Malaysia juga akan kelimpahan untung dari segi peluang ekonomi.

“Jika ada kota besar di Indonesia terletak di dekat Sabah dan Sarawak, saya yakin itu akan menjadi keuntungan bagi Malaysia dalam sektor ekonomi, terutama soal pariwisata. Dalam bidang penerbangan, sudah tentu dengan rencana ini penerbangan Malaysia terutama di Sabah dan Sarawak akan lebih sibuk,” ujar Mohamad Sabu kepada CNNIndonesia.com, dikutip pada Selasa (28/1/2020).

Mohamad Sabu juga menilai tak ada dampak negatif bagi negaranya bila ibu kota RI dipindahkan ke wilayah tersebut. Kalaupun ada, dampak negatif itu tidak begitu terlihat dan berpengaruh bagi Negeri Jiran ini.

“Bagi saya tidak nampak sisi negatifnya. Saya yakin pemerintah Indonesia sudah siap dengan segala upaya mereka untuk mengamankan ibu kota baru mereka,” lanjutnya.

Menurutnya, rencana pemindahan ibu kota RI juga akan berdampak positif bagi Indonesia. Ia menilai perpindahan ibu kota ini akan membawa pembangunan yang lebih lestari bagi Indonesia di masa depan. Kendati mendukung rencana tersebut, Mohamad Sabu berujar semua itu adalah keputusan Indonesia.

“Kami melihat Ibu Kota Jakarta saat ini memang sudah terlalu padat dan macet yang begitu kentara. Jika Indonesia melanjutkan rencananya ini, maka saya yakin perpindahan ibu kota baru ini akan membawa pembangunan yang lebih lestari bagi Indonesia di masa depan. Tapi bagaimana pun ini hak Indonesia, kami mendukung segala rencana Indonesia terkait rencana ini,” imbuhnya.

Continue Reading

Dunia

Mata Uang Anjlok, Pakistan Bakal Potong Biaya Haji 2020

Published

on

Masjidil Haram (Foto: Fuad Fariz/detikcom)

Geosiar.com, Pakistan – Anjloknya nilai mata uang Rupee Pakistan (Rs) serta pajak yang tinggi mengharuskan Pakistan menghitung ulang biaya haji tahun 2020. Kemungkinan besar Kementerian Urusan Agama Pakistan akan memotong biaya haji karena terlalu mahal.

“Biaya haji nanti akan diputuskan dalam rapat dengan lembaga nasional urusan agama pada 3 Februari 2020. Rapat akan mempertimbangkan semua aspek dalam biaya haji 2020,” ujar anggota Kementerian Urusan Agama Pakistan, Muhammad Iqbal Khan, dikutip dari detikcom, Senin (28/1/2020).

Sebelumnya, perwakilan Kementerian Urusan Agama Pakistan juga telah mengatakan adanya kemungkinan pemotongan biaya haji pada standing committee Urusan Agama dan Harmoni Antar Keyakinan.

Kendati demikian, Khan memastikan pemerintah akan tetap mempertimbangkan berbagai opsi untuk menurunkan biaya haji dalam rapat nanti. Misalnya mendiskusikan soal pajak yang terlalu besar dengan pemerintah Saudi.

Sementara itu, Pimpinan komite Travel & Tourism, Hajj & Umrah Karachi Chamber of Commerce and Industry (KCCI) Faisal Naeem mengatakan bahwa mahalnya biaya haji berpotensi menyulitkan umat Islam asal Pakistan yang ingin menunaikan haji, khususnya bagi kaum menengah ke bawah.

“Paket biaya haji dari pemerintah adalah untuk calon jamaah yang menabung seumur hidup supaya bisa menunaikan haji. Dengan biaya yang makin tinggi, maka semakin sulit akses masyarakat miskin Pakistan menabung untuk berhaji,” ujar Faisal Naeem.

Akibat dari mahalnya biaya haji, kemungkinan dari 179 ribu jamaah yang dijadwalkan menunaikan haji tahun 2020 ada yang batal, hingga jumlahnya makin berkurang dibanding tahun 2019 sebanyak 200 ribu orang.

Continue Reading

Dunia

Korban Tewas Corona Meningkat, China Uji Obat HIV untuk Penyembuhan

Published

on

Aluvia, obat anti-virus yang sedang diuji coba untuk penyembuhan virus corona. [Foto: REUTERS/Siphiwe Sibeko]

Geosiar.com, Beijing – Jumlah korban tewas akibat wabah pneumonia berat yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (2019-nCoV) dilaporkan telah mencapai 80 orang hingga Senin (27/1/2020) pagi. Otoritas kesehatan China mencatat adanya 2.761 kasus 2019-nCoV di China dan 5.794 lainnya berstatus terduga.

Mirisnya, hingga saat ini belum ada pengobatan atau vaksin yang direkomendasikan untuk mengatasi virus corona. Namun, perusahaan farmasi AbbVie Inc di China melaporkan pihaknya sedang menguji coba obat HIV (Human Immunodeficiency Virus) sebagai penyembuhan gejala virus tersebut.

Dikutip dari ANTARA, Senin (27/1/2020), Otoritas kesehatan China meminta obat-obatan tersebut guna membantu upaya pemerintah menangani krisis wabah virus corona. Hal itu disampaikan oleh juru bicara AbbVie, Adelle Infante yang berbasis di Illinois, Chicago Utara.

“Aluvia, yang juga dikenal sebagai Kaletra, merupakan kombinasi lopinavir dan ritonavir. Ini adalah jenis pengobatan oral yang diberikan kepada pasien penderita infeksi HIV,” ujar Adelle Infante kepada Reuters.

Pada Kamis lalu, pemerintah China menyatakan belum ada obat anti-virus yang efektif yang mampu mengatasi corona, tapi pihaknya menyarankan agar mengkonsumsi dua pil lopinavir/ritonavir dan satu dosis interferon alfa dua kali sehari.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com