Connect with us

Dunia

Pemimpin Hong Kong Diisukan Bakal Diganti

Published

on

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam. (Foto: Dok. YouTube)

Geosiar.com, Hong Kong – Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam dilaporkan bakal diganti oleh pemerintahan China. Hal tersebut diungkap media Financial Times. Ada 2 kandidat kuat yang dikabarkan akan menggantikan Lam, yaitu mantan kepala Otoritas Moneter Hong Kong Norman Chan dan Kepala Sekretaris Administrasi Wilayah Hong Kong Henry Tang.

Melansir dari AFP, Rabu (23/10/2019), adapun alasan pelengseran Lam disebabkan gelombang ujuk rasa yang tak kunjung mereda akibat RUU Ekstradisi yang digaungkannya. Namun, rencana itu akan dilaksanakan jika situasi di Hong Kong sudah stabil.

“Para pejabat di China ingin situasi stabil sebelum keputusan akhir dapat dibuat tentang perubahan kepemimpinan, karena mereka tidak ingin dianggap tunduk pada kekerasan,” ujar seorang sumber kepada Financial Times.

Disebutkan, posisi Lam nantinya akan diisi oleh kepala eksekutif sementara. Jika Presiden China Xi Jinping merestui pencopotan Lam, mereka akan menunjuk penggantinya pada Maret 2020.

“Jika Presiden China Xi Jinping memutuskan terus melanjutkan rencana itu, pengganti Lam akan dipilih pada Maret dan melanjutkan masa jabatan Lam yang berakhir pada 2022,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Carrie Lam yang pro-Beijing menuai kritik dari pada demonstran di Hong Kong setelah menyetujui RUU ekstradisi yang dinilai sebagai ancaman terhadap independensi proses peradilan di Hong Kong. Sebab RUU itu memungkinkan otoritas Hong Kong mengekstradisi pelaku kejahatan atau kriminal ke China daratan.

Ribuan massa meminta RUU tersebut dicabut seutuhnya dan menuntut Lam mundur dari jabatannya. Pencabutan RUU itu pun sudah dipenuhi Lam pada September lalu, tapi hal itu tak cukup meredam gelombang protes massa lantaran Lam masih menjadi pemimpin negara itu.