Connect with us

Sumut

Gubsu Buka Pameran Otomotif GIIAS di Hotel Santika Premiere Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi resmi membuka pameran otomotif ternama di Medan 2019, Senin (23/10/2019). Pameran otomotif milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) ini akan berlangsung selama lima hari kedepan hingga Minggu, 27 Oktober 2019, di Santika Premiere Hotel & Convention, Medan.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Ketua DPRD provinsi Sumatera Utara yang di wakili oleh Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani serta Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI yang di wakilkan oleh Kasubdit uji tipe kendaraan bermotor, Dewanto Purnacandra.

Disebutkan, GIIAS Medan 2019 menjadi ajang yang menunjukkan pertumbuhan industri otomotif Indonesia. Rizwan Alamsjah selaku ketua III GAIKINDO menyatakan keyakinannya akan pertumbuhan industri otomotif nasional, dan perkembangan poitif yang di catat provinsi Sumatera Utara akan menjadi salah satu pendorongnya.

“Dari data pertumbuhan yang tercatat di GAIKINDO, Sumatera Utara saat ini berada di posisi tujuh dalam pencapaian pertumbuhan penjualan domestik Indonesia. Sehingga kami berharap GIIAS Medan 2019 dapat menjadi sebuah ajang yang turut mendorong dan membesarkan industri otomotif Indonesia memasuki akhir tahun 2019 ini,” ujar Rizwan.

Dalam sambutannya Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang diwakili oleh kasubdit uji tipe kendaraan bermotor Dewanto Purnacandra mengungkapkan apresiasi atas Kontribusi GAIKINDO yang sangat penting juga bagi Kementerian Perhubungan.

“Apresiasi kami kepada GAIKINDO yang telah mendukung kebijakan Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan kendaraan bermotor yang berkeselamatan di Indonesia. Dan lewat penyelenggaraan GIIAS Medan 2019 kami harap akan dapat semakin memaksimalkan edukasi publik akan hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan teknologi otomotif,” ungkapnya.

Kementerian perhubungan menyampaikan apresiasi kepada GAIKINDO yang telah mendukung kebijakan kementerian perhubungan dalam meningkatkan kendaraan bermotor dan keselamatan Indonesia. “Kami mengungkapkan antusias atas penyelenggaraan GIIAS medan 2019 semoga dengan penyelenggaraan GIIAS ini meningkatkan prestasi membanggakan baik untuk peningkatan industri dibidang otomotif atau perekonomian di Indonesia.” pungkasnya
Edy Rahmayadi.

Dikatakan, bahwa Industri otomotif menjadi salah satu pemasok devisa terbesar di Indonesia .”Di Sumatera sendiri masuk setiap bulan 3.000 kendaraan. Satu bulan pajak kendaraan 60M. Hal ini berarti memberikan pemasukan untuk daerah” ujarnya.

“Sumatera Utara (Sumut) menjadi satu provinsi dengan kapasitas perekonomian terbesar keenam di Indonesia, serta yang tertinggi di wilayah Pulau Sumatera. Bahkan, pertumbuhan ekonomi provinsi dengan ibukota Medan tersebut, tercatat selalu tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi secara nasional. Dan kehadiran GIIAS di Medan tentu akan membawa nilai positif yang akan semakin menyokong tingkat pertumbuhan ekonomi kami,” paparnya.

Penyelenggaraan GIIAS Medan menjadi catatan tersendiri bagi GAIKINDO, untuk menutup rangkaian penyelenggaraan GIIAS The Series yang sebelumnya telah berlangsung dengan sukses di Surabaya, Jakarta, dan Makassar. “Bagi kami, menghadirkan ajang terbaik bagi publik adalah fokus utama, dan kami berharap GIIAS Medan akan selalu menjadi ajang yang ditunggu masyarakat Sumatera Utara, dan Medan khususnya,” ujar Rizwan Alamsjah.

Ditambahkan, GIIAS Medan 2019 akan menampilkan delapan merek kendaraan ternama, yaitu DFSK, Honda, Lexus, Mitsubishi Motors, Renault, Toyota, Wuling, dan VW. Dari kategori sepeda motor AHM juga telah memastikan kehadirannya. Berbagai merek dari industri pendukung juga akan meramaikan pameran otomotif terbesar di Sumatera.

Deretan Program Khusus Untuk Publik Medan, berbagai program juga akan menyemarakkan GIIAS Medan 2019, Program terbaru dan yang paling menarik dari GIIAS Medan 2019 adalah talkshow seputar bisnis otomotif, GIIAS Autopreneur yang telah menjadi magnet pengunjung dipenyelenggaraan rangkaian GIIAS The Series sebelumnya.

Berlangsung dalam dua hari berturut pada 24 – 25 Oktober 2019 di GIIAS Medan 2019, GIIAS Autopreneur, wadah berbagi ilmu dan pengalaman seputar bisnis otomotif, dengan sejumlah pakar otomotif sebagai pembicaranya. Topik diskusi yang diangkat melingkup inovasi dan kreasi kendaraan, serta menjadi pengusaha di bidang otomotif.

Pengunjung bisa mendapat insight yang bermanfaat dari para pembicara yang datang dari berbagai latar belakang, dan kali ini GIIAS Autopreneur akan menghadirkan Influencer Otomotif Lutfi Aziz dan Gandy November, serta Agus Gusno dari PARJO Creative Movement.
Selain itu bermacam promo menguntungkan dan program seru yang tidak boleh dilewatkan. Mulai dari promo bagi-bagi voucher bensin, hingga promo tiket masuk akan menyemarakkan GIIAS Medan 2019.

Bersama dengan sponsor exclusive E-commerce and online ticketing Blibli.com, GIIAS Medan akan memberikan penawaran khusus Buy 3 get 1 Free entry untuk pembelian tiket menggunakan aplikasi Blibli.com yang dilakukan diarea pameran. Sementara Astra Financial selaku sponsor dari GIIAS Medan 2019, Astra Financial akan menghadirkan berbagai program menarik yang salah satunya adalah penawaran solutif dan menarik untuk setiap kegiatan financial pengunjung pada GIIAS Medan 2019. (rel/lamru)

Advertisement

Sumut

Setelah di Sungai, Bangkai Babi Kini Ditemukan di Jalanan Medan

Published

on

Bangkai Babi Kini Ditemukan di Jalanan Medan

Geosiar.com, Medan – Tak hanya di sungai, kali ini bangkai babi dibuang di jalanan Kota Medan, Sumatera Utara. Bangkai babi ini dibuang dalam karung goni di pinggir jalan.

Camat Medan Kota T Yudi Chairuniza membenarkan adanya pembuangan 3 bangkai babi dalam goni. Lokasi pembuangan bangkai babi berada di Jl Gedung Arca, Medan.

“Masuk area Kelurahan Pasar Merah Timur, Medan Area,” kata Yudi, Kamis (14/11/2019).

Kini bangkai babi ini telah dikuburkan. Camat mengaku telah berkoordinasi dengan lurah juga Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution.

Kepala Lingkungan I Kelurahan Pasar Merah Timur, M Irsan, sebelumnya mengatakan temuan bangkai babi itu berawal dari kecurigaaan warga saat mencium adanya aroma tidak sedap dari karung goni yang ternyata isinya ialah bangkai babi.

Continue Reading

Sumut

Puluhan Babi di Padangsidimpuan Juga Mati Mendadak

Published

on

Puluhan ekor babi mati mendadak di Kota Medan

Geosiar.com, Padangsidimpuan – Puluhan ekor babi mendadak mati di Kota Padangsidimpuan, tepatnya di Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan, Fitra Nurlaila Lubis, pada Kamis (14/11/2019) malam.

“Hewan babi tersebut mati mendadak di daerah tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini ada ribuan babi di Kota Padangsidimpuan dan pihaknya belum menerima laporan secara resmi berapa banyak babi yang mati.

Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan bersama Polres langsung turun ke lapangan dan mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang babi yang mati ke sungai.

“Jika ada babi yang dibuang ke sungai, tapi harus dikubur atau dibakar. Kami meminta pemilik babi melaporkan segera jika ada babi yang mati,” tuturnya.

Continue Reading

Sumut

Plt Walikota Medan Minta BPJS Segera Lunasi Tunggakan Rp 19 M ke RS Pirngadi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pelaksana tugas (Plt)  Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution diwakili Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM berharap pihak BPJS Kesehatan segera melunasi tunggakan kepada RSUD Dr Pirngadi Medan sebesar Rp 19 miliar. Pelunasan sangat diharapkan guna kelancaran operasional pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut. 

“Akibat belum dibayarnya tunggakan sebesar Rp.19 miliar, terus terang kondisi RSUD Dr Pirngadi saat ini ‘megap’. Sebagian besar pemasukan RSUD Dr Pirngadi Medan dari pembayaran BPJS kesehatan. Apabila tunggakan itu tak segera dibayar, bagaimana RSUD Dr Pirngadi bisa memberikan pelayanan kesehatan dengan baik, termasuk membayar gaji  pegawai non ASN,” kata Sekda.

Ungkapan sekaligus keluhan ini disampaikan Sekda ketika menerima kunjungan jajaran BPJS Kesehatan Pusat  yang dipimpin  Dr dr H Bayu Wahyudi  MKes MM selaku Direktur Kepatuhan Hukum dan  Hubungan Antar Kerjasama di Balai Kota Medan, Kamis (14/11/2019). Pasalnya, beberapa kali pertemuan dengan BPJS Kesehatan Cabang Medan dilakukan, tidak ada solusi terkait pembayaran tunggakan tersebut.

Selain tunggakan BPJS Kesehatan sebesar Rp.19 miliar tersebut, Sekda juga mengungkapkan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No.75/2019 terhitung mulai 1 Januari 2020  akan memberatkan APBD Kota Medan. Terhitung Juni 2019, tercatat sebanyak 324.570  orang warga miskin di Kota Medan yang ditanggung Pemko Medan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Dengan kenaikan tersebut, jelas Sekda, iuran peserta PBI yang semula Rp.23.000/bulan meningkat menjadi Rp.42.000/bulan sehingga terjadi kenaikan sebesar Rp.19.000. Sedangkan untuk APBD 2020 dan sudah disahkan DPRD Medan yakni Rp.111 miliar lebih untuk peserta PBI.  “Artinya, dibutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp.100 miliar untuk menyikapi kenaikan tersebut,” jelasnya.

Oleh karenanya Sekda menyambut baik kedatangan jajaran BPJS Kesehatan Pusat. Diharapkannya, kedatangan itu dapat menyelesaikan persoalan BPJS Kesehatan di Kota Medan, salah satunya tunggakan sebesar Rp.19 miliar tersebut. Dengan demikian RSUD Dr Pirngadi Medan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.

Direktur Kepatuhan Hukum dan  Hubungan Antar Kerjasama BPJS Kesehatan Pusat Dr dr H Bayu Wahyudi  MKes MM mengatakan, tujuan kedatangan mereka, selain ingin berkomunikasi, juga mencari solusi guna menyelesaikan masalah BPJS Kesehatan di Kota Medan. Diakuinya, tidak hanya dengan RSUD Dr Pirngadi, BPJS Kesehatan juga punya tunggakan dengan rumah sakit lainnya di Indonesia.

“Tunggakan itu kita sebut gagal bayar (hutang). Sampai Oktober 2019, gagal bayar BPJS Kesehatan secara nasional dengan seluruh rumah sakit di Indonesia sebesar Rp.19 triliun. BPJS Kesehatan akan menyelesaikan seluruh tunggakan tersebut,” ungkap Bayu.

Adapun upaya untuk mengatasi gagal bayar tersebut, jelas bayu, diantaranya dengan menaikkan iuran BPJS Kesehatan melalui Perpres No.75/2019, dimana iuran Kelas 3 yang semula hanya Rp.23.000/bulan naik menjadi Rp.42.000/bulan, iuran Kelas 2 dari Rp.51.000/bulan menjadi Rp.110.000/bukan dan Kelas 1 yang semulan Rp.80.000/bulan menjadi Rp.160.000/bulan.

Kemudian, imbuhnya, melalui suntikan dana dari pemerintah. Menurut Bayu, pemerintah dalam waktu dekat ini akan membantu memberikan dana sebesar Rp.9 triliun   kepada BPJS kesehatan untuk mengatasi gagal bayar tersebut. “Sisa gagal bayar yang Rp.10 triliun lagi  sudah kita carikan solusi untuk membayarnya,” ungkapnya.

Mendengar penjelasan Bayu Wahyudi, Sekda dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Badan Pengelola Kuangan dan Aset daerah (BPKAD) Kota Medan T Ahmad Sofyan, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Medan, RSUD Dr Pirngadi, Bappeda Kota Medan serta unsur BPJS Kesehatan Cabang Medan, sangat berharap agar suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp.9 triliun, diantaranya  digunakan untuk membayar tunggakan dengan RSUD Dr Pirngadi. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com