Connect with us

Dunia

Ucapan Selamat Berbahasa Indonesia Presiden Korsel ke Jokowi

Published

on

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dan Presiden Joko Widodo saat mengadakan pertemuan di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/11/2017). (Foto: AP/Dita Alangkara)

Geosiar.com, Seoul – Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024. Berbagai ucapan selamat pun dilontarkan sejumlah kepala negara sahabat, termasuk Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in.

Namun, ucapan selamat dari Moon tidak seperti pejabat lainnya yang menggucapkan selamat dengan bahasa negaranya atau bahasa internasional. Moon secara lugas memberikan ucapan selamat kepada Jokowi dengan menggunakan bahasa Indonesia.

“@jokowi Saya mengucapkan selamat atas pelantikan sahabat baik saya Bapak Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia,” demikian pernyataan Moon Jae-in dikutip dari akun Twitter-nya @moonriver365, Senin (21/10/2019).

Selain itu, Moon mengunggah dua hasil screen shoot yang menampilkan ucapan selamatnya atas pelantikan Jokowi-Ma’ruf dengan bahasa Indonesia dan bahasa Korea. Moon mengatakan persahabatan dan rasa saling percaya yang ditunjukkan Jokowi selama ini berkontribusi menguatkan relasi Jakarta dan Seoul.

Ucapan selamat Moon Jae-in atas pelantikan Presiden dan Wapres Jokowi-Ma’ruf Amin dikutip dari akun Twitter-nya @moonriver365, Senin (21/10/2019).

Seperti diketahui, Jokowi bersama Ma’ruf Amin resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 setelah dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2019 di Gedung MPR/DPR RI. Pada pelantikan tersebut, sebanyak 17 kepala negara dan 168 duta besar negara sahabat hadir menyaksikan sumpah jabatan Jokowi-Ma’ruf.

Adapun tamu negara yang hadir di antaranya, Perdana Menteri Australia Scot Morrison, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Mahathir Mohamad, Wapres China Wang Qishan, Wapres Myanmar, Wapres Vietnam, Sultan Brunei Darussalam, PM Kamboja Husen, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, dan lainnya.

Dunia

Badai Siklon Terjang Bangladesh, Renggut 13 Nyawa

Published

on

Badai Siklon Bulbul melanda kawasan pesisir Bangladesh dan India hari Minggu (10/11/2019). [Foto: VOA]

Geosiar.com, Bangladesh – Badai Siklon Bulbul menerjang kawasan pesisir Bangladesh dan India, pada Minggu (10/11/2019). Sejauh ini dilaporkan sebanyak 13 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Dikutip dari BBC, Senin (11/11/2019), lima dari enam orang yang tewas disebabkan tertimpa pohon tumbang di Bangladesh. Kebanyakan dari mereka tewas setelah mengabaikan peringatan evakuasi dari pemerintah setempat. Sedangkan di Benggala Barat, India, tujuh orang terbunuh.

“Sebagian besar korban menolak untuk mengungsi dan mati karena pohon tumbang,” ujar Menteri Junior Bangladesh untuk Manajemen Bencana dan Bantuan, Enamur Rahman.

Sebelumnya, pemerintah setempat sudah memperingatkan nelayan agar tidak melaut untuk 12 jam berikutnya. Selama akhir minggu, hampir 2 juta orang dari seluruh distrik pesisir Bangladesh berkumpul di tempat perlindungan menjelang kedatangan badai ini.

“Meningkatnya korban dapat dihindari karena orang-orang dievakuasi tepat pada waktunya,” kata Seorang pejabat di distrik Bhola, Bangladesh.

Kini, pihak berwenang sudah mengumumkan bahwa badai angin berkecepatan 120 kilometer per jam itu mulai mereda. Sementara itu, sekitar 1.200 wisatawan yang terjebak di Pulau St Martin, bagian dari Cox’s Bazar sudah mulai dievakuasi hari ini.

“Sebuah kapal akan berlayar menuju Pulau St. Martin pada hari Senin untuk menyelamatkan 1.200 yang sebagian besar turis lokal dan telah terdampar selama berhari-hari,” kata Saiful Islam, kepala eksekutif kecamatan Teknaf.

Continue Reading

Dunia

Kenang Runtuhnya Tembok Berlin, Langit Jerman Dihiasi Kembang Api

Published

on

Pesta kembang api di atas gerbang Brandenburg saat perayaan 30 tahun runtuhnya tembok Berlin di Berlin, Minggu (10/11/2019). [Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch/pras].

Geosiar.com, Brandenburg – Jerman merayakan peringatan 30 tahun runtuhnya Tembok Berlin dengan meriah. Serangkaian upacara digelar mulai Sabtu hingga Minggu (10/11/2019) malam.

Di puncak acara, pemerintah Jerman mengadakan pesta kembang api yang dilaksanakan di atas gerbang Brandenburg, Berlin pada Minggu (10/11/2019). Seperti diketahui, Tombok Berlin merupakan pemisah antara ibu koya Jerman semasa Perang Dingin sampai akhirnya dirobohkan pada 9 November 1989.

Sebelumnya, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Jerman Timur yang sudah mendukung upaya perdamaian dan penyatuan dua wilayah. Dia pun mensyukuri atas peristiwa 30 tahun silam.

Pesta kembang api di atas gerbang Brandenburg saat perayaan 30 tahun runtuhnya tembok Berlin di Berlin, Minggu (10/11/2019). [Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch/pras].

“Bersama para sahabat, kita mensyukuri peristiwa pada 30 tahun lalu. Tanpa ada keberanian dan keinginan bebas dari rakyat Polandia, Hungaria, Ceko, dan Slowakia, upaya perdamaian di Eropa Timur serta penyatuan Jerman tidak akan terjadi,” tutur Steinmeir pada upacara peringatan di tugu Bernauer Strasse Berlin Wall Memorial, Sabtu (9/11) lalu.

Seusai upacara, pada sore harinya digelar pesta rakyat yang diisi dengan pertunjukkan musik orkestra oleh Daniel Barenboim, serta musik elektro yang dipandu oleh DJ terkenal Jerman, WestBam. Kemudian, pada keesokan harinya ditutup dengan pesta kembang api.

Continue Reading

Dunia

Pemerintah Vietnam Segera Memulangkan Mayat dalam Truk di Inggris

Published

on

Petugas forensik Kepolisian Inggris memeriksa truk asal Bulgaria, yang memuat 39 mayat, di Waterglade Industrial Park, Grays, bagian timur Kota London, Rabu (23/10). [Foto: AFP / Ben Stansall]

Geosiar.com, Inggris – Kedutaan Besar Vietnam untuk Inggris menginformasikan bahwa pihaknya segera memulangkan 39 mayat yang tewas dalam truk kontainer di kawasan industri Essex, Inggris, beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukan karena seluruh proses identifikasi korban telah selesai.

Melansir dari AFP, Jumat (8/11/2019), Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, dalam surat kepada pihak keluarga korban mengungkapkan kesedihannya terhadap tragedi yang terjadi pada akhir Oktober itu. Dia pun berjanji akan membawa pulang semua korban secepatnya.

Sebelumnya, Menteri Keamanan Publik Vietnam mengungkapkan bahwa seluruh korban berasal dari enam provinsi, yaitu Hai Phong, Hai Duong, Nghe An, Ha Tinh, Quang Binh, dan Thua Thien Hue. Enam lokasi itu dikenal sebagai tempat pengumpan untuk bisnis emigrasi ilegal.

Sejauh ini, pihak berwenang Vietnam telah menahan sebanyak 11 orang yang diduga memfasilitasi perjalanan ilegal ke luar negeri. Tetapi tidak ada satupun pelaku yang resmi didakwa. Sementara itu, kepolisian Inggris sudah menahan pengemudi truk kontainer tersebut.

Sopir asal Irlandia Utara dituduh melakukan pembunuhan, pencucian uang, dan konspirasi dalam membantu proses imigrasi yang melanggar hukum.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com