Connect with us

Sumut

Hj Fitriani Manurung Hadiri Liga Santri, Tingkatkan Sportifitas Lewat Olahraga

Published

on

Medan, Geosiar.com – Tokoh akademisi Hj Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd mendorong para santri muda tetap istiqamah dalam menghadapi dan menjalankan kehidupan dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga, ke depannya persatuan dan kesatuan tetap terjaga menuju bangsa lebih baik.

Harapan itu disampaikan Hj Fitriani Manurung, S.Pd, M.Pd saat menghadiri kompetisi Liga Santri dalam rangka meperingatan hari Santri Nasional 2019 di Stadion Mini Jalan Pancing Medan, kemarin.

Pada kesempatan itu, Hj Fitriani Manurung memberikan edukasi dan dukungan kepada para Santri sebagai peringatan apa dilakukan pendiri Nahdatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari bersama santri untuk ikut berjuang bagi tentara Belanda melalui Belanda Indies Civil Administration (NICA) pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya.

“Penetapan 22 Oktober itu sebagai Hari Santri oleh Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 untuk menjadi tonggak sejarah baru bagi perjuangan kaum santri. Kita berharap para santri muda ini akan tetap istiqamah dalam menghadapi dan menjalankan kehidupan dalam membela NKRI,”katanya.

Peringatan hari santri tersebut juga memberi pemahaman kepada masyarakat umum dan internasional bahwa pesantren sebagai role model dalam penggagas perdamaian dunia. Dengan memperingati Hari Santri Nasional dan rangkaian aktivitas yang mendasar, akan melanjutkan Muktamar Santri Nasional dan memberikan dampak yang baik untuk para santri dan santriwati.

“Kegiatan ini bisa menjadi rekam jejak sejarah dan kebudayaan yang ada di pesantren. Apalagi ditambah dengan nilai-nilai agama yang ada di dalam sejarah tersebut. Karena tanpa ilmu dunia gelap, Manusia tanpa ilmu Agama ibarat malam tanpa cahaya,” terangnya.

Menurutnya, Pondok Pesantren di Sumatera Utara banyak memiliki potensi-potensi yang perlu digali. Entitas yang memiliki andil besar dan terus berperan aktif dalam menyokong cita-cita perdamaian global yang tidak menghendaki adanya diskriminasi, ketidakadilan, terorisme, invasi, kolonialisme, dan lain-lain.

Selain itu, Fitriani juga berharap melalui even Liga Santri dapat melahirkan dan memunculkan bakat-bakat para generasi muda dalam bidang olahraga, khususnya sepakbola. Menurutnya, di Pondok Pesantren banyak potensi- yang dapat digali di pondok pesantren, dalah satunya adalah bakat bermain sepak bola yang melatih sportifitas.

“Sebenarnya talenta bola di Sumut ini sudah tidak diragukan lagi, kita melihat banyak bakat-bakat pemain bola yang terwujud menjadi pemain sepakbola yang handal di Sumut, bahkan nasional dan internasional, dan kegiatan olahraga ini akan terus kita tingkatkan,” ungkap Fitriani.

Kepada para peserta liga, Fitriani juga berpesan agar selalu menjaga kedisplinan dan sportifitas dalam pertandingan. Hadir PKB Sumut Aswan (Aceng), Wakil Ketua DPD PDI P Sumut dan lainnya. (rel/lamru)

Advertisement

Sumut

Pemkab Sergai Gelar Rakor Penanggulangan Wabah Hog Cholera

Published

on

Rakor Penanggulangan Wabah Hog Cholera Pemkab Serdang Bedagai di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Rabu (13/11/2019). [Foto: art/Geosiar.com]

Geosiar.com, Sergai – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menggelar rapat koordinasi terkait penanggulangan wabah hog cholera di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Rabu (13/11/2019).

Bupati Sergai Ir H Soekirman yang disampaikan Sekdakab H M Faisal Hasrimy, AP MAP dalam sambutannya mengatakan bahwa

virus hog cholera yang menyerang ternak babi akhir-akhir ini sudah menjadi masalah serius seiring dengan bertambahnya jumlah ternak yang mati di Sumatera Utara (Sumut).

Bupati menyebutkan bahwa menurut Dinas Ketahanan Pangan Sergai, saat ini Kabupaten Sergai merupakan salah satu daerah yang terkena dampak cukup serius, ditandai dengan sekitar 894 ekor ternak babi yang mati di sentra-sentra peternakan di Kecamatan Sei Bamban, Dolok Masihul, Sei Rampah dan Tebing Tinggi.

Ditambahkan Bupati, masalahnya bukan hanya pada dampak kematian yang disebabkan virus yang berasal dari Benua Afrika ini, namun juga perilaku tak bertanggung jawab dari sejumlah besar peternak yang membuang sembarangan bangkai babi di sungai. Ini bisa menjadi efek buruk tambahan bagi lingkungan dan masyarakat yang tinggal dalam radius aliran sungai.

“Oleh karena itu semestinya kita sebagai aparatur pemerintah supaya lebih tanggap dan responsif untuk melakukan penanggulangan wabah hog cholera ini secara komprehensif. Dengan diadakannya rapat koordinasi ini, diharapkan agar seluruh lintas sektoral yaitu dari kepolisian, TNI dan ASN bisa bersinergi dalam penanggulangan wabah dan memberikan solusi terhadap munculnya wabah yang sudah mematikan 4.682 ekor babi di Sumut,” ungkap Sekda saat membacakan sambutan Bupati dalam rapat, Rabu (13/11).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Panisean Tambunan, S.Sos dalam laporannya mengatakan pihaknya telah melakukan pengambilan sampel air Sungai Bedagai di Dusun I Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin pada Senin, 11 November lalu. 

“Dinas juga telah memeriksakan air sungai tersebut ke Laboratorium Mutu Agung Lestari Medan serta akan mendapatkan hasil dari pemeriksaan tersebut selama 7 hari kerja,” ujar dia.

Di pihak lain, Kadis Ketahanan Pangan Sergai M Aliuddin, SP, MP  menyatakan bila menurut data yang dimiliki Sergai, populasi ternak babi besar maupun kecil yang tersebar di 17 Kecamatan di Sergai mencapai 31.626 ekor. 

“Dari data di atas, kematian ternak babi yang terindikasi terkena virus hog cholera mencapai 894 ekor yang tersebar dalam 5 kecamatan di 9 desa,” katanya.

Sebagai langkah tindakan cepat, Aliuddin mengatakan Dinas Ketahanan Pangan telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan juga telah menyiapkan posko di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sergai serta posko di setiap kecamatan. 

“Kami berharap kepada Camat dan Kepala Desa jika ada hewan ternak babi milik warga yang mati segeralah lapor ke kami,” imbau Aliuddin. 

Untuk diketahui, rapat ini dihadiri oleh Kepala Balai Veteriner Medan drh. Agustia, MP, Direktur Kesehatan Hewan Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian drh. Arif Wicaksono, Asisten Ekbangsos Ir. Kaharuddin, Kadis Kominfo Drs. H. Akmal, AP, MSi, jajaran Kepala OPD, dan unsur Muspika Sergai. (art)

Continue Reading

Sumut

GAMKI Tebing Tinggi Dilantik Jumat Ini

Published

on

Ketua terpilih GAMKI Tebingtinggi, Martin Hutahaean dan Sekretaris, Dias Saruksuk.

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Pelantikan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Tebing Tinggi akan digelar pada Jumat (15/11/2019) bertempat di Gedung Balai Kartini, Jalan Tengku Imam Bonjol.

Hal tersebut dikatakan Ketua GAMKI Tebing Tinggi, Martin Hutahean, SE pada Rabu (13/11/2019) di ruang kerjanya di kantor DPRD, Jalan Sutomo, didampingi Ogamota Hulu selaku mantan Ketua GAMKI Tebing Tinggi.

Menurut Martin, pelantikan nantinya diawali kebaktian bersama dengan muda-mudi gereja  dan diisi paduan suara dan sejumlah pemuda-pemudi gereja di Tebing Tinggi.

Sebelum acara Pelantikan, pukul 13.00 WIB, 18 tim akan mengikuti Perlombaan Band Rohani dan Vokal Group Rohani dari muda-mudi gereja dan sekolah.

 Kedepannya, GAMKI akan berdiri di seluruh Kecamatan se-Kota Tebing Tinggi dan melibatkan pemuda-pemudi gereja.

“GAMKI terus bergerak dalam pelayanan di tengah-tengah umat dan mohon dukungan hamba-hamba Tuhan,” sebut Martin dan Ogamota.

Continue Reading

Sumut

Respon Gubsu Edy Rahmayadi Terkait Bom di Polrestabes Medan

Published

on

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi

Geosiar.com, Bogor – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengaku bakal memperketat pengamanan di sejumlah objek vital usai serangan bom di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).

“Kami mempunyai SOP untuk melakukan pengamanan yang hal ini dilakukan oleh aparat keamanan TNI dan Polri. Tadi saya monitor dan sudah dilakukan untuk pelaksanaan pengamanan tersebut,” tutur Edy di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (13/11/2019).

Edy mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolda Sumatera Utara. Ia memastikan bahwa mereka tidak akan lengah dan akan melindungi masyarakat juga aset yang dimiliki negara.

Kendati demikian, Edy mengatakan tidak ada peningkatan status keamanan di Sumatera Utara, khususnya Medan.

“Tidak sampai situ. Masih melakukan pengamanan baik itu di objek-objek vital maupun pejabat di Sumut,” ungkap Edy.

Lanjut Edy, dirinya belum mendapat informasi lebih jauh mengenai kasus ini. Ia juga belum dapat memastikan motif di balik serangan itu. Akan tetapi Edy mengutuk aksi yang melukai 6 orang dan menewaskan pelaku pembawa bom itu. Menurutnya aksi itu merupakan perbuatan keji.

Diketahui, insiden bom Medan ini melukai sebanyak 6 orang. Mereka yakni empat orang anggota polisi, seorang warga sipil, dan seorang pekerja harian lepas.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com