Connect with us

Politik

Antonius Tumanggor: Wakil Walikota Medan Diminta Evaluasi Lurah Tidak Peduli Kebersihan dan Banjir

Published

on

Medan, Geosiar.com – Kondisi banjir atau genangan air disejumlah daerah di kota Medan patut disikapi serius semua pihak. Sehingga masalah itu tidak harus dibebankan keseluruhan kepada Dinas PU Kota Medan. Tetapi, alangkah baiknya Lurah dan Kepling lebih awal dan maksimal melakukan pembersihan parit dan lingkungan.

Penegasan itu disampaikan Anggota DPRD Medan Antoniua Devolis Tumanggor (foto) kepada wartawan Minggu (20/10/2019) menyikapi kondisi banjir di Kelurahan Titi Rante Kec Medan Baru yang luput perhatian Kepling dan Lurah.

Pada hal, kondisi banjir parah disana karena drainase yang dipenuhi sampah dan lumpur. “Sebaiknya, Lurah dan Kepling dapat menggerakkan masyarakat melakukan gotong royong melakukan normalisasi dan pembersihan lingkungan. Selanjutnya, kalau ada kerusakan serius lalu dapat diteruskan ke Dinas PU Medan,” papar Antonius.

Bukan itu saja, kata Antonius, pihak Kecamatan yang sudah memiliki Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) agar diberdayakan maksimal. Lurah dan Camat harus tetap kordinasi melakukan perbaikan di titik mana saja yang banjir sehingga dilakukan prioritas perbaikan.

“Jika hal itu dilakukan Camat, Lurah dan Kepling, dipastikan titik genangan air akan dapat diminimalisir. Begitu juga dengan tenaga P3SU, jika memang masih kurang supaya ditambah berikut dengan anggarannya. Kita di DPRD Medan siap memfasilitasi demi perbaikan kota Medan yang lebih baik,” terang Antonius asal politisi NasDem itu.

Lurah dak Kepling juga diminta mampu memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar sadar kebersihan lingkungan. “Kesadaran masyarakat untuk kebersihan lingkungan memiliki andil besar meminimalisir banjir di Medan. Kepling dituntut bersosialisasi kepada masyarakat menjaga kebersihan,” ujar Antonius.

Ditambahkan Antonius, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan Sekda Medan Wiria Al Rahman diharapkan melakukan evalusi terhadap Kepling, Lurah yang tidak peduli terhadap lingkungannya.

Diberitakan sebekumnya, Jumat (18/10/2019) lalu, sejumlah perwakilan warga Kelurahan Titi Rabte mengadukan persoalan banjir ke gedung DPRD Medan.

Warga yang mengadu dipimpin Maria Pinem dan Uba Silaban yang diterima anggota DPRD Medan Antonius Tumanggor di ruang kerjanya. Menurut Maria dan Uba, darinase di Jl Madolin dan seputaran kantor Camat tidak berfungsi. Sehingga jika hujan turun air meluber ke rumah warga. Parahnya, air tadi lama baru surut karena saluran tersumbat.

Pada kesempatan itu, warga minta kepada anggota dewan dapat memfasilitasi keluharan warga kiranya Pemko dapat mengakomodir dan merealisasikan dilakukan perbaikan. (lamru)

Advertisement