Connect with us

Lifestyle

Bahaya Cuci Tangan Pakai Air Kobokan Kata dr Kanaya

Published

on

Ilustrasi mencuci tangan dengan air kobokan.

Geosiar.com, Lifestyle – Di Indonesia, makan dengan menggunakan tangan disebut lebih nikmat ketimbang menggunakan sendok dan garpu. Oleh karena itu, hampir seluruh masyarakat di negara +62 ini makan pakai tangan.

Sebenarnya tidak ada yang salah disitu, tapi banyak yang menyebut makan menggunakan tangan tidak higienis hingga berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi tubuh. Semua akan aman kok jika sebelum ataupun sesudah makan kita membersihkan tangan dengan baik dan benar.

Misalnya, saat menyantap pecel lele atau nasi Padang, banyak tempat makan yang menyediakan mangkuk kecil berisi air dan potongan jeruk nipis untuk cuci tangan. Mangkuk berisi air ini juga biasa dikenal dengan air kobokan.

Air kobokan sendiri dimaksudkan untuk memudahkan pelanggan mencuci tangan sebelum makan. Tapi, mampukah air kobokan tersebut membersihkan tangan dari kuman?

“Ya enggak bagus. Harusnya pakai sabun dan air mengalir. Misalnya pakai hand sanitizer lalu kemudian disiram.Kuncinya mengalir yang fungsinya seperti flushing aja,” ujar dr Kanaya Fidzuno SpA dikutip dari viva.co.id, Sabtu (15/10/2019).

Hal ini dikarenakan dalam air kobokan, air hanya berkubang di dalam sebuah wadah sehingga tidak ada proses air mengalir seperti standar mencuci tangan pada umumnya. Apabila cuci tangan tidak dilakukan dengan benar, hal ini juga bisa berdampak pada kesehatan.

“Banyak banget. Soalnya diare dampaknya. Dokter juga sudah bilang angka penyakit infeksi udah meningkat, salah satunya itu diare,” lanjut Kanya.

Menurutnya, risiko kesehatan semakin meningkat ketika tidak diajarkan kebersihan mencuci tangan sejak usia dini. Kanya mengatakan, jika tidak terbiasa mencuci tangan, anak akan mudah terkena rotavirus.

“Bahwa tersering mengenai anak yaitu rotavirus, karena dia air, cair, diselingi dengan muntah dan dehidrasi. Yang bikin kematian bukan rotavirusnya, tapi dehidrasinya. Jadi dengan cuma cuci tangan dapat mengurangi angka kematian diare,” pungkasnya.