Connect with us

Ekonomi

BI: Turis Asing di Papua Barat Wajib Pakai Rupiah

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Bank Indonesia atau BI mengingatkan turis asing yang berkunjung ke Papua Barat harus menggunakan mata uang rupiah saat bertransaksi.

Deputi Kepala BI Perwakilan Papua Barat, FX Widarto mengatakan, pihaknya menerima informasi bahwa didapati turis asing yang memakai mata uang asing ketika bertransaksi dengan pedagang di lokasi pariwisata.

Ia menegaskan, setiap transaksi yang dilakukan di seluruh wilayah Indonesia wajib menggunakan mata uang rupiah.

“Seperti Raja Ampat, di sanakan sudah banyak wisman berkunjung. Transaksi dengan siapapun di sana, baik dengan hotel, pedagang dan lain sebagainya wajib menggunakan rupiah,” ucapnya.

Menurutnya, sudah ada jasa penukaran mata uang baik di Raja Ampat maupun di Kota Sorong yang menjadi pintu masuk menuju Raja Ampat.

“Nanti akan timbul masalah seperti ini, apakah semua masyarakat pedagang itu tahu berapa nilai per satu dolar. Kalau beli rokok atau minuman misalnya, jangan sampai terjadi penipuan,” ungkap Widarto.

BI pun mendorong supaya jasa penukaran valuta asing berkembang di setiap lokasi pariwisata di Papua Barat. Masyarakat atau pelaku usaha dapat mengajukan izin ke kantor BI.

Ia berharap, kedepannya jasa penukaran mata uang asing bisa diakses secara mudah di Papua Barat.

“Seperti hotel, kita akan dorong agar bisa membuka layanan penukaran uang bagi pengunjung luar negeri. Sehingga mereka mudah, tidak perlu jauh-jauh untuk tukar mata uang,” tutupnya.