Connect with us

Dunia

Daftar Orang Terkaya di China, Peternak Babi Berharta Rp 196 Triliun

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, China – Lembaga riset Hurun Institute melaporkan daftar orang terkaya China terbaru di 2019. Daftar orang-orang kaya itu memiliki profesi yang berbeda-beda. Menariknya, dalam daftar ada suami istri terkaya yang berprofesi sebagai peternak babi.

Menjadi peternak babi jadi profesi yang menjanjikan di Negara China. Hal itu diyakini lantaran Qin Yinglin dan Qian Ying, suami istri yang mendirikan Muyuan Foods sukses masuk ke daftar 20 besar orang terkaya di China. Keduanya ada di peringkat 15

Keduanya memperoleh harta senilai US$ 14 miliar atau sekitar Rp 196 triliun (Rp 14.000/US$). kekayaan itu didapatkan usai mereka menjual 5,8 juta ekor babi saat harga hewan ternak tersebut sedang melonjak.

Pasangan ini mulai beternak babi sejak 1992 dan Muyuan saat ini merupakan peternakan babi terkaya di China.

Selain itu, bisnis makan juga tengah mengalami tren positif di China. Tak hanya Qin dan Qian, ada juga Zhang Yong dan Pang Kang yang juga masuk ke dalam daftar orang terkaya China dari industri makanan.

Zhang Yong memiliki bisnis restoran hotpot Haidilao dan Pang Kang disebut sebagai ‘raja saus kedelai’.

Inilah daftar 10 orang terkaya China yang dikutip dari Hurun Report’s China Rich List:

  1. Jack Ma Yun (55 tahun) & Keluarga. Harta US$ 39 miliar/Rp 546 triliun. (naik 2%). Perusahaan: Alibaba.
  2. Pony Ma Huateng (48 tahun). Harta US$ 37 miliar/Rp 518 triliun (naik 8%). Perusahaan: Tencent
  3. Xu Jiayin (61 tahun). Harta US$ 30 miliar/Rp 420 triliun (turun 16%). Perusahaan: Evergrande.
  4. He Xiangjian (ayah, 77 tahun) & He Jianfeng (anak, 52 tahun). Harta US$ 26 miliar/Rp 364 triliun (naik 38%). Perusahaan: Midea.
  5. sun Piaoyang (suami, 61 tahun) & Zhong Huijuan (istri, 58 tahun). Harta US$ 25 miliar/Rp 350 triliun (naik 112%). Perusahaan: Hengrui, Hansoh.
  6. Elizabeth Yang Huiyan (38 tahun) & keluarga. Harta US$ 25 miliar/Rp 350 triliun (naik 17%). Perusahaan: Country Garden.
  7. Colin Huang Zheng (39 tahun). Harta US$ 19 miliar/Rp 266 triliun (naik 42%). Perusahaan: Pinduoduo.
  8. William Ding Lei (48 tahun). Harta US$ 18 miliar/Rp 252 triliun (naik 39%). Perusahaan: Netease.
  9. Wang Jianlin (65 tahun) & keluarga. Harta US$ 17 miliar/Rp 238 triliun (turun 14%). Perusahaan: Wanda.
  10. Yan Hao (33 tahun). Harta US$ 17 miliar/Rp 238 triliun (stagnan 0%). Perusahaan: China Pacific Construction.

Dunia

Imbas Corona, Produksi iPhone di China Menurun

Published

on

Pabrik pembuat smartphone iPhone, Foxconn di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, China, sudah ditutup lebih dulu akibat wabah virus corona. (Foto: AFP)

Geosiar.com, Beijing – Produksi iPhone di China terhambat hingga mengalami penurunan signifikan akibat wabah virus Corona COVID-19. Perusahaan pemilik iPhone, Apple Inc. pun dikabarkan telah memperingatkan para investornya terkait halangan dalam memenuhi pedoman keuangan kuartal kedua.

Meskipun seluruh fasilitas produksi iPhone yang berada di luar Provinsi Hubei telah dibuka kembali, namun tingkat produksi perusahaan dikatakan melaju secara perlahan. Apple juga menyampaikan bahwa mereka lebih mementingkan kesehatan para pekerja.

“Kesehatan dan kesejahteraan setiap orang yang membantu membuat produk-produk ini menjadi nyata adalah prioritas utama kami, dan kami bekerja dalam konsultasi erat dengan para pemasok dan pakar kesehatan masyarakat kami saat jalur ini berlanjut,” demikian pernyataan Apple Inc. seperti dikutip dari 1News, Selasa (18/2/2020).

Penurunan produksi iPhone juga disebabkan permintaan pasar yang juga menurun di China. Diketahui, sekitar 42 toko ritel Apple ditutup, sisanya beroperasi di jam kerja yang terbatas. Namun, permintaan iPhone di luar China dilaporkan masih tinggi, sesuai dengan harapan perusahaan.

Dampak dari penurunan produksi ini sangat terasa bagi keuangan Apple sebab China merupakan pasar ritel terbesar ketiga Apple untuk produk iPhone, setelah Amerika Serikat dan Eropa.

Continue Reading

Dunia

Akibat Corona, Perayaan HUT Kaisar Jepang Dibatalkan

Published

on

Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako melambaikan tangan kepada warga saat parade kerajaan menandai penobatan Naruhito sebagai Kaisar di Tokyo, Jepang, Minggu (10/11/2019). (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Geosiar.com, Tokyo – Perayaan hari ulang tahun Kaisar Naruhito terpaksa dibatalkan akibat makin mewabahnya virus Corona di negara itu. Rencananya peringatan ulang tahun itu berupa pertemuan langsung antara kaisar baru Jepang dengan masyarakat.

“Mengingat berbagai situasi, kami memutuskan membatalkan kunjungan oleh masyarakat umum ke istana untuk ulang tahun Yang Mulia,” demikian pernyataan badan rumah tangga kekaisaran dalam pernyataan resmi, seperti dilaporkan AFP, Senin (17/2/2020).

Pembatalan itu diumumkan sehari setelah Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato meminta warganya menghindari kerumunan massa dan acara kumpul-kumpul yang tidak penting, termasuk antrean panjang kereta komuter demi mencegah COVID-19 semakin menyebar di negaranya.

“Penampilan Yang Mulia di pagi hari serta penandatanganan buku sambutan di depan umum akan dibatalkan,” pungkas pernyataan itu.

Sejauh ini, virus baru tersebut telah menginfeksi 59 warga Jepang. Ditambah dengan kapal pesiar Diamond Princess yang sedang dikarantina di lepas pantai Yokohama, yang menginformasi 355 kasus virus Corona.

Continue Reading

Dunia

China Terpaksa Karantina Uang Kertas Akibat Virus Corona

Published

on

Ilustrasi mata uang Yuan yang terpaksa dikarantina untuk mencegah penyebaran virus Corona. (Foto : Dok/Ist)

Geosiar.com, Beijing – Bukan hanya manusia, uang kertas di China pun turut dikarantina sebagai langkah antisipasi penularan virus Corona atau Covid-19. Hal itu disampaikan pejabat Bank Sentral Cina dalam konferensi pers pada hari Sabtu, 15 Februari 2020.

Dikutip dari AFP, Senin (17/2/2020), sejumlah bank di Cina menyinari uang kertas yuan dengan sinar ultra violet atau memanasinya dengan suhu tinggi untuk mencegah wabah virus Corona. Kemudian, uang itu dibalut dan dikarantina selama 14 hari atau tergantung dengan keparahan wabah virus Corona di wilayah tertentu, sebelum uang tersebut diedarkan kembali.

Wakil gubernur Bank Sentral Cina, Fan Yifei bank mengaku, pihaknya akan mencetak uang kertas baru bila memungkinkan. Katanya, bank sentral sudah menerbitkan uang kertas baru 4 miliar yuan atau setara dengan Rp 7,8 triliun untuk Provinsi Hubei, pusat penyebaran epidemi, sebelum liburan Tahun Baru Imlek baru-baru ini.

“Langkah ini untuk memastikan keselamatan masyarakat dan kesehatan saat menggunakan uang tunai,” ujar Fan.

Langkah itu dilakukan untuk menjamin kebersihan dan kesehatan masyarakat dari paparan virus. Uang yang sudah beredar sebelumnya sangat mungkin terpapar virus karena pernah dipegang penderita. Sebab, WHO menduga penyebaran virus Corona bisa melalui benda yang terkontaminasi selain kontak langsung dan tetesan dari penderita.

Kendati demikian, masih belum diketahui secara jelas bagaimana efektivitas dari program karantina ini, mengingat masyarakat China tergolong lebih suka membayar dengan menggunakan aplikasi ketimbang uang tunai.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com