Connect with us

Nasional

Transportasi Massal di Medan, Ditjen Kemenhub RI Mengaku Segera Direalisasikan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan RI akan segera merealisasikan pengembangan transportasi massal di kota Medan dengan skema pembelian layanan (Buy The Service/BTS). Angkutan massal sesuai usulan Pemko Medan guna meminimalisir kemacetan lalulintas di kota Medan.

“Kita akan membuat sistem transportasi massal di Medan dengan pola BTS. Sistem itu tentu akan jauh lebih hemat kepadatan lalu lintas,” ujar Kasubdit Angkutan Perkotaan Ditjen Hubdat Kemenhub RI, B Wahyu Hapsoro (foto) kepada wartawan Geosiar.com melalui telephon, Jumat (11/10/2019).

Dijelaskan Wahyu, pihaknya akan memberikan layanan lalulintas yang terbaik di kota Medan. “Kita tetap suport Pemko Medan memberikan pelayanan terbaik soal lalu lintas di kota Medan,” sebut Wahyu dengan nada ceria.

Disampaikan Wahyu, penerapan transportasi massal dengan skema BTS di Medan akan terealisasi Tahun 2020. “Saat ini konsultan sedang melakukan study kelayakan. Kita menunggu hasil kinerja konsultan. Mudah mudahan Triwulan I Tahun 2020 sudah terlaksana,” terang Wahyu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis menyampaikan, program pengembangan angkutan massal dengan skema pembelian layanan BTS, atas kerjasama Pemko Medan dengan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI.

Dijelaskan Iswar Lubis, adapun sistem transportasi massal nanti biaya operasional angkutan disubsidi oleh Dirjen Perhubungan ke operator/perusahaan yang bentuknya konsorsium. Untuk itu, bagi seluruh pengusaha angkutan di kota Medan akan diberi kesempatan sebagai penyedia jasa angkutan berikut sopir yang berkualitas.

Ditambahkan, operator harus mampu menyiapkan berapa armada berikut sistem layanan yang dibutuhkan. “Siapa yang mampu memenuhi pelayanan itu akan dilelang. Bagi operator yang melanggar SOP tentu diberikan sanksi,” ujar Iswar.

Sedangkan Pemko Medan hanya mempersiapkan sarana pendukung untuk program itu. Seperti penyediaan fasilitas naik turun penumpang, penataan trayek feeder dan sosialisasi.

Lebih rinci lagi Iswar menjelaskan, rencana pengembangan koridor angkutan perkotaan sistem BTS di kota Medan direncanakan 8 koridor. Ke 8 Koridor yang direncanakan yakni koridor Terminal Pinang Baris – Lapangan Merdeka, Terminal Amplas – Lapangan Merdeka, Belawan – Lapangan Merdeka, Terminal Pinang Baris – Terminal Amplas, Terminal Pinang Baris – Sp Aksara/Jl Letda Sujono, Medan Tuntungan – Lapangan Merdeka, Tembung -Lapangan Merdeka dan koridor Deli Tua – Lapangan Merdeka.

Diterangkan, Lapangan Merdeka hanya sebagai konektivitas, dimana bus yang dari beberapa koridor hanya lintas dan mutar disana. “Tidak ada tempat mangkal atau terminal disana. Bus yang datang dari Belawan atau Tuntungan misalnya langsung mutar balik. Di sana hanya perlintasan saja,” terang Iswar.

Sedangkan Pemko Medan tentu menyiapkan Halte di lapangan Merdeka. Fasilitas dan sistem sarana prasarana seperti informasi tentu secara inklut disiapkan operator.

“Nantinya, si operator harus menyediakan elektronik informasi tentang keberadaan bus yang rute lapangan Merdeka. Sehingga penumpang dapat mengetahui bus yang sedang ditunggu berada dimana. Berbagai pelayanan yang memudahkan penumpang akan kita terapkan disana,” jelas Iswar. (lamru)

Advertisement