Connect with us

Sumut

Kadis PKP2R Medan Benny Iskandar: Normalisasi dan Penataan Rumah di Pinggir Sungai Terus Dilakukan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Program Pemko Medan dalam melakukan penataan kota dan upaya meminimalisir banjir terus berlanjut. Melalui kerjasama dengan Propinsi Sumut dan Badan Wilayah Sungai (BWS) menormalisasi sungai tetap berjalan. Sama halnya penataan rumah di pinggir sungai perlahan tetap dilakukan.

“Hingga benar benar tertata, program itu harus kita tuntaskan. Sesuai aturan Undang undang, rumah dipinggir sungai diwajibkan menghadap sungai (tidak boleh membelakangi sungai – red). Sisi kanan – kiri sungai harus memiliki jalan speksi. Begitu juga kedalaman sungai ikut diatur. Maka perlu dilakukan pengorekan setiap waktu,” ujar Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) Pemko Medan Benny Iskandar (foto) kepada wartawan, Jumat (11/10/2019).

Disampaikan Benny, saat ini saja kerjasama Pemko Medan dengan Pemerintah Sumut serta BWS untuk pengorekan sungai terus berlangsung. Sejalan dengan itu, penataan rumah dipinggir sungai ikut ditertibkan.

Ditambahkan Benny, pihaknya bersama Pemprovsu dan BWS sedang melanjutkan pengorekan sungai Bederah mulai Sp Jl Gatot Subroto hingga ke arah Belawan pinggir laut. Panjangnya sungai keseluruhan yang akan dinormalisasi sekitar 3, 2 Km, dimana wilayah Medan 1,2 Km dan sisa 2 Km merupakan wilayah Kabupaten Deli Serdang.

“Meman wewenang pengerjaan ditangani Propinsi maka tidak ada masalah anggaran bagi Pemko Medan. Sedangkan tim pembebasan oleh BPN dan kita (Pemko Medan-red) hanya melakukan pendataan lahan dan rumah warga, yang saat ini hampir rampung,” sebut Benny seraya menambahkan pendataan itu terkait status tanah.

Ditambahkan, pendataan juga dilakukan bagi warga yang bermukim di pinggir sungai Babura. Pendataan itu mulai dari Kwala Bekala hingga kantor Walikota Medan yang diperkirakan ribuan rumah atau KK. Kepada warga telah disurati sekaligus sosialisasi soal aturan ketentuan bermukim di pinggir sungai.

“Surat kita itu bagian dari sosialisasi dan mengingatkan warga untuk tidak bermukim di pinggir sungai karena melanggar aturan. Suatu saat, perlahan lahan akan kita tata dengan baik,” terang Benny.

Ditambahkan Benny, Pemko Medan tetap berupaya menyiapkan tempat relokasi warga dari pinggir sungai berupa rumah susun. Namun dikatakan, tempat penampungan yang disediakan tetap mengacu kepada ketentuan, apakah dari tempat semula ilegal dan legal.

Disebutkan Benny, semua yang dilakukan Pemko Medan adalah untuk mewujudkan kota Medan bebas dari banjir. “Tentu demi kenyamanan masyarakat Medan,” tutur Benny mengakhiri. (lamru)

Advertisement