Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

by

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi berhasil menangkap seorang pria yang diduga melakukan Tindak Pidana Persetubuhan dan Perbuatan Cabul terhadap anak di bawah umur di Desa Paya Kapar Simpang Uyup, Kota Tebing Tinggi, Senin (7/10/2019) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Rahmadani,SH, MH melalui Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu J Nainggolan mengatakan, penangkapan tersebut berdasarkan laporan polisi nomor LP/366/IX/2019/SU/RES.TM TINGGI/SPKT.TT per tanggal 04 September 2019, atas nama pelapor Jumingan (52), warga Dusun VII, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai.

Kronologi bermula ketika pelapor mengetahui bahwa anaknya, sebut saja Mekar (17) yang merupakan korban, balik ke rumah setelah berhari-hari tak pulang. Kepada pelapor, korban mengaku tinggal di rumah diduga tersangka, Muhamad Aluandi (22), warga Desa Paya Kapar Simpang Uyup, Kota Tebing Tinggi.

“Pada (30/9) sekitar pukul 21.00 WIB, korban pergi meninggalkan rumah tanpa seizin pelapor. Kemudian, pada (3/10), korban pulang ke rumah yang langsung ditanyai pelapor di mana keberadaanya selama beberapa hari ini. Korban mengaku tingga di tempat temannya yang bernama Muhamad Aluandi,” ujar Iptu J Nainggolan kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

“Kemudian pelapor bertanya kembali kepada korban ‘apa yang sudah kau lakukan di rumahnya’. Namun korban tidak menjawab. Setelah dipaksa, korban pun mengaku bahwa pelaku sudah menyetubuhi dirinya,” lanjutnya,

Mendengar pengakuan korban, pada Rabu (4/9/2019) sekitar pukul 11.00 WIB, pelapor membawa korban ke rumah Bidan di Serdang Bedagai untuk mengetahui kondisi fisik korban. Setelah melakukan pemeriksaan, Bidan tersebut menyarankan agar korban divisum. Merasa dirugikan, pelapor pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tebing Tinggi.

Akibat kejadian tersebut, pelaku disangkakan dengan Pasal 81 ayat (2) subs pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara 15  tahun atau denda paling banyak 15.000.000.000,- (lima belas miliar rupiah). (WH)