Connect with us

Ekonomi

Bantu Keuangan BPJS Kesehatan, Kemenkeu Anggarkan Dana Rp10 T

Published

on

Geosiar.com, Jakarta – Dalam rangka menutup defisit keuangan BPJS Kesehatan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menanggarkan dana sebesar Rp8-10 triliun di tahun ini. Pada tahun sebelumnya, pemerintah juga mengalokasikan dana untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp10,3 triliun.

“Tidak jauh berbeda, kami siapkan Rp8-10 triliun. Dananya sudah ada semua di APBN, sehingga nanti tidak ada kekurangan,” ujar Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Namun, anggaran dana itu disebutnya masih bisa bertambah sekitar Rp2-3 triliun. Adapun dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).

“Itu semua sudah kami cadangkan,” lanjutnya.

Kendati mendapat dukungan sebesar Rp10 triliun, jumlah itu belum mencukupi seluruh proyeksi defisit keuangan BPJS Kesehatan yang sebesar Rp28 triliun. Oleh karena itu, pemerintah masih harus berupaya untuk menambal defisit keuangan perusahaan.

“Pemerintah tentu akan mencari sumber dana baru. Namun, defisit keuangan bisa tidak sebesar proyeksi,” ungkapnya.

Sebenarnya, pemerintah sudah mengucurkan dana untuk membantu keuangan BPJS Kesehatan mulai tahun 2014. Pada 2014, pemerintah memberikan aliran dana Rp1,9 triliun untuk menutup defisit perusahaan.

Kemudian, pada 2015, pemerintah menyuntik Rp5 triliun. Sedangkan pada 2016, pemerintah memberi kucuran Rp6,8 triliun. Dan pada 2017, pemerintah memberi Rp10,2 triliun.