Connect with us

Sumut

Antisipasi Lalulintas Gridlock, Pemko Medan Wujudkan Transportasi Massal Buy The Service

Published

on

Medan, Geosiar.com – Menyikapi persoalan kemacetan lalulintas di kota Medan yang terancam ‘gridlock’. Dimana dengan peningkatan jumlah kendaraan yang sangat tinggi, sementara ruas badan jalan yang terbatas dikuatirkan pada Tahun 2024 akan terjadi kemacetan lalulintas stagnan. Guna mengantisipasi hal itu Pemko Medan ternyata sudah memiliki strategi khusus dengan melakukan pengembangan transportasi massal berbasis jalan dengan skema pembelian layanan (Buy The Service).

Melalui diskusi wartawan Geosiar.com dengan Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution (foto) di ruang kerjanya, Senin (7/10/2019) disebutkan, telah melakukan kerjasama dengan Kementerian Peruhungan RI melalui Dirjen Perhuhungan Darat dengan mewujudkan program pengembangan angkutan massal di kota Medan.

“Masalah kondisi lalu lintas di kota Medan, saat ini menjadi perhatian khusus kita. Selain perbaikan infrastruktur jalan dan mengatasi banjir berkelanjutan, mengatasi kemacetan lalulintas juga menjadi program utama kita,” sebut Ir Akhyar Nasution.

Dijelaskan Ahkyar, pengembangan transportasi massal akan dimulai Tahun 2020. Kerjasama dengan Dirjen Perhuhungan Darat program itu sudah dimatangkan. “Dana untuk mendukung sarana dan prasarana sudah kita tampung di APBD Pemko Medan TA 2020,” urai Akhyar.

Ditambahkan, dalam hal itu Pemko Medan sudah mempersiapkan sarana pendukung untuk program itu. Apalagi peran Pemko telah diserahkan sepenuhnya terkait penyediaan fasilitas naik turun penumpang, penataan trayek feeder dan sosialisasi.

Menurut Akhyar, sistem angkutan massal berbasis skema pembelian layanan (Buy The Service/BTS) yakni perusahaan angkutan disubsidi oleh Dirjen Perhubungan ke beberapa operator konsorsium. Nantinya, seluruh pengusaha angkutan di kota Medan akan dilibatkan yang dikordinir pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Ditambahkan Ahkyar, rencana pengembangan koridor angkutan perkotaan sistem BTS di kota Medan direncanakan 8 titik. Koridor tersebut yakni koridor Terminal Pinang Baris – Lapangan Merdeka, Terminal Amplas – Lapangan Merdeka, Belawan – Lapangan Merdeka, Terminal Pinang Baris – Terminal Amplas, Terminal Pinang Baris – Sp Aksara/Jl Letda Sujono, Medan Tuntungan – Lapangan Merdeka, Tembung -Lapangan Merdeka dan koridor Deli Tua – Lapangan Merdeka.

Diharapkan, dengan terlaksananya angkutan massal dengan sitem BTS tersebut sehingga kemacetan lalu lintas si kota Medan dapat diminimalisir. Dimana kemacetan jalan lalulintas di Medan saat ini sudah sangat kritis dan nyaris stagnan. (lamru)

Advertisement