Connect with us

Dunia

Jokowi Masuk Daftar Tokoh Islam Berpengaruh 2019, Ini Alasannya

Published

on

Presiden RI Joko Widodo

Geosiar.com, Jakarta – Pusat Studi Islam Kerajaan Yordania (MABD) kembali memasukkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai tokoh Islam yang berpengaruh 2019. Sejak 2014 Jokowi selalu masuk 20 besar pemimpin bepengaruh MABDA.

MABDA merupakan lembaga penelitian independen yang bekerjasama dengan Institut pemikiran Islam Aal al-Bayt, Yodania. Aal al-Bayt adalah sebuah lembaga internasional yang bukan milik pemerintah dan fokus tentang pemikiran Islam. Lembaga independen Aal al-Bayt berkantor pusat di ibu kota Amman, Yordania.

Dilansir dari themuslim500.com, dalam daftar tokoh Islam berpengaruh 2019, Jokowi ada di urutan ke-16. Jokowi dalam situs itu dituliskan sebagai politikus yang bersih dan sukses.

Sebelum menjadi pemimpin Jakarta pada September 2012 sebagai Gubernur, Jokowi merupakan Wali Kota Surakarta. Ketika menjadi Wali Kota itu, Jokowi dinilai sukses menjalin hubungan dengan para konstituennya. Dia juga fokus mempromosikan Surakarta sebagai kota pusat budaya Jawa, mengembangkan sistem transportasi umum di sana, membangun pusat kesehatan dan menjalin hubungan dengan komunitas bisnis disana.

Jokowi diakui mempunyai reputasi sebagai politikus yang bersih, tidak melakukan korupsi dan nepotisme yang umumnya menjadi wabah para politikus.

Ketika menjadi Gubernur Jakarta, Jokowi membuat perubahan atau reformasi yang berarti di bidang pendidikan, transportasi umum, pembenahan pedagang kaki lima dan pasar-pasar tradisional. Dia juga menerapkan pengendalian banjir.

Jokowi terkenal sebagai politikus yang suka melakukan inspeksi mendadak atau blusukan mengunjungi masyarakat lokal dan mendengar langsung keluh-kesah mereka. Hal tesebut yang membuatnya bisa langsung menyasar segala permasalahan yang menjadi kekhawatiran dan kritik masyarakat. Blusukan juga membuat Jokowi bisa mengembangkan sebuah hubungan personal yang kuat antar dia dan masyarakat.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum sesuai dengan yang diinginkan, tapi investasi di bidang infrastruktur dan layanan sosial memastikan Presiden Jokowi masih mendapat dukungan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Banyak pula yang memandang Jokowi sebagai pemimpin yang jujur berkaca pada kesuksesan penyelenggaraan ASEAN Games 2018 di Jakarta.