Connect with us

Nasional

DPR bakal Perbaiki Salah Ketik Revisi UU KPK

Published

on

Anggota Komisi Hukum DPR RI, Masinton Pasaribu

Geosiar.com, Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bakal secepatnya memperbaiki draft Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi atau UU KPK yang dikembalikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Revisi UU itu dikembalikan lantaran terdapat banyak kesalahan ketik.

“Surat dari Sekneg sudah kami terima. Kami akan melakukan klarifikasi dan sinkronisasi,” ujar Anggota Komisi Hukum DPR RI, Masinton Pasaribu, kemarin.

Masinton membenarkan bahwa salah satu perbaikan yang akan dilakukan adalah soal salah ketik syarat minimal usia calon pimpinan KPK yang terdapat dalam Pasal 29.

Dalam pasal tersebut tertulis, pimpinan KPK harus memenuhi persyaratan paling rendah 50 tahun (tertulis dalam angka). Akan tetapi angka dan keterangan di dalam kurung tidak ditulis sama. Keterangan dalam bentuk tulisan menyebutkan empat puluh tahun. ‘Berumur sekurang-kurangnya 50 (empat puluh) tahun dan setinggi-tingginya 65 (enam puluh lima) tahun pada proses pemilihan,’ begitu bunyi poin e pasal 29 UU KPK.

Masinton menyebutkan, salah ketik terjadi karena ketidakcermatan staf di Baleg yang seharusnya melakukan harmonisasi dan sinkronisasi terhadap substansi juga redaksi antar pasal per pasal serta kalimat per kalimat, berikut susunan titik koma.

“Staf di Baleg sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan anggota Baleg DPR RI,” ungkap Masinton.

Sejumlah pengamat hukum menyatakan masalah itu tidak bisa dianggap sepele. Musababnya, ada Pimpinan KPK terpilih yang berusia 45 tahun yakni Nurul Ghufron yang terancam tidak bisa dilantik karena terganjal undang-undang ini. Untuk itu, DPR dan Pemerintah dituntut membahas ulang poin-poin tersebut secara menyeluruh.

Masinton pun membantah, hal itu tidak perlu dilakukan karena Revisi UU KPK sudah melalui pembahasan bersama DPR dan Pemerintah.

“Sudah dikoreksi dan diputuskan tentang syarat usia pimpinan KPK mengikuti DIM pemerintah menjadi 50 (lima puluh) tahun,” ujarnya.