Gelar Musda LP3KD Sumut, Hendrik Sitompul Sebut 5 Tujuan Strategis

by

Geosiar.com, Medan – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Daerah (LP3KD) Provinsi Sumatera Utara menggelar acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) di Gedung Catholic Center Medan, Jalan Mataram Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Jumat (4/10/2019) pukul 18.00 WIB. 

Acara ini dibuka dengan perayaan Ekaristi yang dipandu oleh Uskup Agung Medan, Mrg. Kornelius Sipayung, OFM Cap, dan diiringi paduan suara Magnificat.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan penetapan agenda Musda yang disampaikan oleh Ketua Umum LP3KD Sumatera Utara, Drs. Hendrik H Sitompul, didampingi Sekretaris Dra. Yulia Sinurat, M.Pd.

Peserta LP3KD Sumut dalam acara Musda 2019, Jumat (4/10) malam. (Foto: yrs/Geosiar.com)

Mengawali kata sambutannya, Hendrik Sitompul mempersilahkan para pengurus LP3KD Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumut untuk memperkenalkan diri. 

“Sebelum kita mulai, izinkan dulu untuk kita saling memperkenalkan diri supaya bisa lebih mengenal satu sama lain,” kata Hendrik Sitompul dalam acara pembukaan Musda 2019, Jumat (4/10/2019) pukul 20.00 WIB.

Selanjutnya, Hendrik berujar ada lima tujuan strategis diadakannya Musda tersebut. Salah satunya adalah perumusan kegiatan-kegiatan LP3KD untuk setahun ke depan. 

“Tujuan dilakukan Musda amat strategis. Setidaknya ada lima tujuan. Pertama, mempersiapkan Pesparani kedua yang akan berlangsung di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Karena itu, kita harus terlebih dulu melakukan Pesparani tingkat Sumut,” ujar Ketua Umum Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumatera Utara (Sumut) itu.

Tujuan kedua, lanjut Hendrik, diadakannya Musda untuk mendukung pelaksanaan Pesparani yang akan dilangsungkan oleh LP3KD tingkat Kabupaten/Kota. 

Ketua Umum LP3KD Sumatera Utara, Drs. Hendrik H Sitompul bersama pengurus LP3KD.

Kemudian, tujuan ketiga adalah peningkatan koordinasi antar organisasi LP3KD. Sedangkan tujuan keempat, disebutkan Hendrik, untuk mengajak Pesparani Kabupaten/Kota agar terus melakukan pembinaan di daerah masing-masing. Tidak hanya fokus ke depan, tapi juga berkoordinasi dengan pimpinan gereja Katolik dan pimpinan daerah. 

“Poin kelima, tujuan strategis tadi akan tercapai jika semua mengikuti seluruh pertemuan dua hari dalam setahun ini serta semangat bersama menemukan solusi,” lanjutnya. 

Di penghujung sambutannya, Alumni Lemhannas itu menegaskan bahwa Musda ini tidak berhubungan dengan pemilihan kepengurusan baru dalam organisasi, seperti yang sering disalahartikan orang banyak, melainkan sebuah konsolidasi dalam tubuh LP3KD se-Sumut. 

Dalam acara itu, Hendrik juga memimpin pengesahan SK Penetapan Statuta LP3KD Sumut yang berisi tata tertib musyawarah daerah 2019.  Acara ini berlangsung selama dua hari yang akan dilanjutkan esok, Sabtu (5/10/2019).