Connect with us

Politik

Sekjen PDIP Soal Hubungan Megawati-Surya Paloh: Baik-Baik Saja

Published

on

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Geosiar.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto angkat bicara perihal renggangnya hubungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh seperti yang terlihat dalam video rekaman KompasTV ketika menghadiri pelantikan pimpinan DPR RI periode 2019-2024, pada Selasa (1/10/2019). Dalam video itu, Megawati tampak tak tegur sapa bahkan bersalaman dengan Surya Paloh.

Hasto mengatakan bahwa hubungan Megawati dengan Surya Paloh baik-baik saja, sebab keduanya masih berdiskusi intens saat pertemuan sejumlah ketua umum partai politik di Istana Bogor pada Minggu (29/9) kemarin.

“Bu Mega dan Bang Surya diskusi intens beberapa hari yang lalu saat di Istana Bogor. Jadi hubungannya baik-baik saja. Hanya kenyataan saat ini, apalagi dengan perkembangan media sosial dan media online ada kecenderungan menguatnya politik drama di Indonesia,” ujar Hasto dalam keterangannya, Kamis (3/10/2019).

Dengan perkembangan media sosial dan tafsir media online, kata Hasto, dunia politik Indonesia semakin penuh dengan bumbu-bumbu yang akhirnya sering membuat para sekjen Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tertawa. Oleh sebab itu, Hasto kembali menegaskan bahwa hubungan Megawati dengan seluruh ketua umum parpol, termasuk Surya Paloh dalam keadaan baik.

“Hal seperti itulah yang membuat para sekjen Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sering tertawa bersama mencermati berbagai pemberitaan tersebut. Hubungan Ibu Megawati dengan para ketua umum parpol baik-baik saja, termasuk dengan Bang Surya,” ujar Hasto.

Menurutnya, PDIP selalu menjalankan tradisi silaturahmi dan berdialog sebab bagi partai banteng itu, politik merupakan ideoligis, substantif dan berkeadaban, bukan drama atau sinetron.

“PDIP dengan seluruh jajarannya menjalankan tradisi orang timur, tradisi silaturahim dan tradisi berdialog. Bagi PDI Perjuangan politik itu ideologis, substantif dan berkeadaban, bukan drama atau sinetron,” jelasnya.

Dengan demikian, Hasto memastikan bahwa hubungan dan kerjasama antarpartai dan antarpimpinan parpol berjalan baik sebab ditopang oleh budaya silaturahim bangsa.

Politik

OSO Ungkap Hanura Siap Dukung Gibran di Pilwalkot Solo Asalkan…

Published

on

Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka Maju di Pilwalkot Solo 2020

Geosiar.com, Jakarta – Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka melaju di kontestsi Pilkada Solo. Ketua Umum (ketum) Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menyatakan partainya siap mendukung langkah putra Widodo, asalkan Gibran mempunyai kemampuan berorganisasi dan mampu memimpin daerah.

“Kita pasti mendukunglah siapa yang mau, pasti saya dukung asal memang punya kemampuan dalam berorganisasi dan memimpin daerah, jadi siapapun kita dukung,” ungkap OSO, di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020) malam.

OSO mengatakan, di daerah akan ada pertimbangan dan seleksi yang dilakukan oleh pengurus di daerah untuk melihat calon-calon kepala daerah yang potensial. Kemudian DPP bakal menentukan dukungannya, termasuk pada Gibran jika ia memang positif bakal maju di Solo.

Pada kesempatan yang sama, OSO membela keputusan Gibran yang selama ini dinilai sebagai upaya Jokowi membangun dinasti Politik. OSO mengatakan hal tersebut tidak benar.

Eks Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu mengklaim Gibran bakal melakukan pendekatan pada partai.

“Semua calon itu mengadakan pendekatan pada semua partai karena mereka semua mengharapkan semua partai mendukung. Iya dong apalagi Hanura,” tutur OSO.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengakui peluang berkoalisi dengan Hanura di Pilkada 2020 terbuka lebar. Menurutnya, sebanyak 807 anggota DPRD yang dimiliki Hanura ini menjadi sebuah potensi. Ia menyatakan, PDIP siap bekerja sama.

“Karena kita melihat hubungan yang telah terjalin dengan baik pada pilpres yang lalu, ini menjadi modal dasar dan di antara kami sudah saling memahami personal dan kondisi partai masing-masing,” tutur Hasto di JCC Senayan, Jumat (25/1/2020).

Continue Reading

Politik

Lantik DPP Baru, Hanura Undang Wiranto Sebagai Wantimpres

Published

on

Wiranto diundang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada acara pelantikan pengurus DPP Hanura 2019-2024. [Foto: dok/istimewa]

Geosiar.com, Jakarta – Partai Hanura akan menggelar acara pelantikan kepengurusan DPP periode 2019-2024, hari ini, Jumat (24/1/2020) pukul 19.00 WIB di JCC Senayan, Jakarta. Sejumlah tokoh politik dikabarkan sudah diundang dan menyatakan kehadirannya. Bagaimana dengan Wiranto?

Ketua panitia acara, Benny Rhamdani mengatakan bahwa pihaknya juga sudah mengundang mantan Ketua Umum Partai Hanura itu. Namun, Wiranto diundang bukan dalam kapasitasnya sebagai orang penting di kepengurusan Partai Hanura, melainkan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Pak OSO dan panitia pasti mengundanglah Pak Wiranto sebagai ketua Wantimpres,” ujar Benny, Kamis (23/1/2020).

Terkait kehadiran Wiranto dalam acara tersebut, Benny mengaku tidak bisa memastikannya. “Tapi kita belum tahu (Wiranto akan hadir atau tidak). Akan kita cek siapa-siapa yang hadir,” lanjut Benny.

Selain Wiranto, Hanura juga telah mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, para duta besar, dan kolega-kolega Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Seperti diketahui, hubungan Wiranto dengan internal Hanura sempat memanas lantaran OSO menggelar munas secara cepat dan mendadak, tanpa mengundang Wiranto, selaku pendiri. Pada munas itu juga OSO kembali terpilih secara aklamasi. Wiranto yang merasa tak dihargai menolak hasil munas tersebut.

Continue Reading

Politik

Hasto Sambangi KPK: Saya Memenuhi Undangan

Published

on

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memenuhi panggilan KPK guna menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (24/1/2020). [Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono]

Geosiar.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) tampak berada di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/1/2020). Ia mengaku alasannya datang ke KPK untuk memenuhi panggilan penyidik terkait kasus suap penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024.

“Hari ini saya memenuhi tanggungjawab warga negara dalam menjaga marwah KPK memenuhi undangan untuk hadir sebagai saksi,” ujar Hasto di lobi Gedung Dwiwarna KPK, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).

Hasto mengatakan dirinya diperiksa sebagai saksi dari mantan komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Dia sudah berada di KPK sejak pukul 09.00 WIB.

“(Bersaksi) terhadap dugaan apa yang terjadi kepada mantan komisoner KPU, saudara Wahyu (Setiawan),” jelas Hasto.

Namun, Hasto tidak merinci lebih detail keterkaitannya dengan perkara yang juga menjerat eks calon legislatif PDIP, Harun Masiku. Ia akan menyampaikan hasil pemeriksaan nanti dalam keterangan pers.

“Untuk itu saya akan datang dan keterangan pers akan saya sampaikan setelah pemeriksaan tersebut makasih,” tandasnya.

Selain Hasto, KPK juga memanggil komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik dan Hasyim Asy’ari. Namun, keduanya belum mengetahui akan diperiksa untuk tersangka siapa.

“Belum tahu lah, orang belum masuk saya. Janji jam 10,” singkat Evi.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan empat tersangka dalam perkara ini. Mereka ialah eks komisioner KPU Wahyu Setiawan, politikus PDIP Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful (swasta).

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com