PKS dan 7 Partai Lain Dukung Bamsoet Jadi Ketua MPR

by

Geosiar.com, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan dukungan kepada Bambang Soesatyo (Golkar) untuk menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024. Hal ini disampaikan Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid.

“PKS bisa menerima usulan untuk mendukung Pak Bambang Soesatyo sebagai calon ketua MPR,” ujar Hidayat di sela-sela rapat gabungan MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Dukungan ini dikatakan Hidayat sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas alasan penambahan pimpinan MPR menjadi 10 orang, dari yang sebelumnya hanya 5 orang.

“Sikap PKS tadi sudah disampaikan dalam rapat, disampaikan bahwa PKS sangat menghormati alasan mengapa kemudian ditambahkan pimpinan MPR menjadi 10, yaitu untuk mengokohkan prinsip kelembagaan negara,” ucapnya saat menyampaikan pandangan dari seluruh fraksi MPR dalam rapat gabungan.

Bukan hanya PKS, Hidayat mengklaim bahwa dukungan kepada Bamsoet juga ditunjukkan oleh fraksi lain seperti PDI-Perjuangan, Golkar, PKB, NasDem, PPP, dan Demokrat. Sementara Gerindra tetap bersikap mengusung Ahmad Muzani, dan DPD yang mengusung Fadel Muhammad belum menentukan sikap.

“Tadi kami bicara di nomor ke-7. Di nomor 1 sampai ke 6, dimulai PDIP, Golkar, PKB, NasDem, PPP, kemudian Demokrat, PKS, semuanya menyebutkan mendukung Pak Bambang Soesatyo. Gerindra tetap sampaikan sikapnya untuk mengusung Pak Muzani,” jelasnya.

Oleh sebab itu, sidang masih di-skorsing untuk mengadakan lobi khusus dalam penyatuan sikap dan putusan.

“Karenanya sekarang lagi skorsing untuk kemudian diadakan lobi khusus. Karena juga tadi dari PPP mengusulkan Bapak Bambang Soesatyo, kemudian dari Demokrat mengusulkan Bapak Bambang Soesatyo. Dari DPD minta waktu satu jam, secara prinsip mereka menyelesaikan malam ini,” ungkapnya.

Dalam UU MD3, tidak ada aturan mengenai ketentuan bahwa parpol dengan perolehan suara maupun kursi terbanyak berhak menduduki kursi Ketua MPR. Pemilihan Ketua MPR dilakukan melalui mekanisme musyawarah. Jika tidak tercapai kata mufakat, mekanisme pemilihan dilanjutkan dengan voting.