Connect with us

Dunia

Pemakzulan Trump, Presiden Rusia: Oposisi Gunakan Ukraina Serang Trump

Published

on

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Kiri).

Geosiar.com, Rusia – Dewan Perwakilan Amerika Serikat (AS) tengah berupaya melakukan proses pemakzulan terhadap Donald Trump selaku Presiden AS.

Hal ini berkaitan dengan percakapan telepon antara Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang diduga penyalahgunaan wewenang sebagai presiden untuk menghalangi langkah eks wakil presiden AS, Joe Biden, bersaing di pemilihan presiden pada 2020.

Menanggapi isu ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin menganggap bahwa tidak ada yang keliru dalam isi percakapan telepon antara Donald Trump dan Volodymyr Zelensky seperti yang dituduhkan Dewan Perwakilan AS. Ia berkata, percakapan telepon kedua presiden tersebut merupakan sebuah perbincangan yang lumrah dilakukan banyak pemimpin dunia.

“Saya melihat tidak ada yang salah dalam percakapan Presiden Trump dan Presiden Zelensky. Trump meminta pertolongan seorang koleganya untuk menyelidiki kemungkinan dugaan korupsi yang melibatkan mantan pejabat pemerintah,” ujar Putin di Moskow, seperti dilansir CNN, Kamis (3/10/2019).

Lantas, isu ini dianggap Putin sebagai upaya pihak oposisi pemerintah AS untuk menyerang Trump.

“Setiap kepala negara pasti akan melakukan hal yang sama. Mereka (oposisi) telah menggunakan berbagai alasan untuk menyerang Presiden Trump. Dan sekarang (alasannya) adalah Ukraina,” duganya.

Selanjutnya, Putin mencontohkan kasus lama yang kala itu menyebut adanya intervensi Rusia dalam Pemilu AS 2016. Ia menyebut, jaksa penyelidik FBI, Robert Mueller, tidak menemukan bukti adanya kolusi antara negaranya dengan Trump.

“Dia (Mueller) tidak menemukan bukti bahwa kita berkolusi dengan Trump di masa lalu, tetapi mengatakan ada risiko kami melakukannya di masa depan. Ini akan menjadi lucu jika tidak berubah menjadi sangat menyedihkan,” sindir Putin.

Dalam kesempatan itu, Putin pun sempat bergurau bahwa dia akan mencoba memengaruhi Pemilu AS 2020 mendatang.

“Saya akan memberitahu Anda sebuah rahasia. Ya, kami tentunya akan ikut campur (dalam pemilu AS 2020) tapi jangan beritahu siapa pun,” pungkas Putin bercanda menjawab pertanyaan wartawan.