Connect with us

Ekonomi

2.500 KM Jalan Tol Bakal Dibagun di Periode II Jokowi

Published

on

Proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda , Rabu, 28 Agustus 2019. (Foto: ANTARA)

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan akan membangun proyek jalan tol sepanjang 2.500 Kilometer (Km) pada periode kedua kepemimpinannya. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

“Maka tidak akan kurang dari 2.500 Km jalan tol yang akan dibangun ke depan,” tutur Basuki, Jumat (27/9/2019).

Basuki mengatakan, seluruh tol tersebut merupakan jalan baru, beberapa di antaranya sudah mulai proses pembangunan. Untuk pendanaan, lanjut Basuki, pemerintah membutuhkan kurang lebih Rp275 triliun hingga Rp350 triliun.

“Jadi memang kebutuhan untuk pembangunan jalan tol ke depan tidak kurang dari Rp270 triliun-Rp350 triliun,” lanjutnya.

Adapun skema untuk mendanai pembangunan jalan tol tersebut akan dilakukan dengan berbagai skema, termasuk memaksimalkan peran sektor swasta melalui Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Jalan tol tersebut akan dibangun melalui investasi baik yang sifatnya penugasan seperti Jalan Tol Trans Sumatera, program pemerintah, maupun prakarsa badan usaha,” jelasnya.

Saat ini, kata Basuki, pemerintah masih fokus melakukan pembangunan dan pengoperasian jalan tol sepanjang 1.500 Km pada akhir tahun. Ini merupakan target jalan tol dalam periode pertama pemerintahan Jokowi. Target operasional jalan tol masih kurang 352 Km.

“Tapi kami upayakan sampai akhir Desember bisa 1.852 Km. Masih kami upayakan terus, ini kan masih 3 bulan lagi. Ini masih kami upayakan finalnya nanti.” pungkasnya.

Basuki mengaku, salah satu kendala pembangunan jalan tol adalah pembebasan lahan. Kendala tersebut terjadi di ruasan Tol Palembang-Betung. Apabila tol tersebut tersambung, maka ia yakin target 1.852 kilometer bisa terealisasi.