Connect with us

Nasional

BNPB: 24 Orang Meninggal dan 15 Ribu Orang Mengungsi Akibat Gempa Ambon

Published

on

Tim SAR gabungan melakukan pencarian Matheis Frans warga Desa Nania yang tewas tertimbun longsoran bukit pasir di Desa Nania, Ambon, Maluku (ANTARA)

Geosiar.com, Ambon – Gempa bumi bermagnitudo 6,8 yang mengguncang beberapa wilayah di Maluku, Kamis (26/9/2019) menimbulkan kerusakan materiil hingga korban jiwa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyebutkan, korban meninggal terbanyak diidentifikasi di Kabupaten Maluku Tengah, yaitu mencapai 14 orang. Sementara di Ambon enam orang meninggal.

Hingga hari ini, Jumat (27/9/2019), jumlah korban jiwa bertambah menjadi 24 orang.

“Data dari BPBD Maluku pada pukul 21.43 WIT tadi malam, selain ditemukan di Kabupaten Maluku Tengah, korban meninggal juga terjadi di Kota Ambon,” kata Agus, Jumat (27/9/2019).

Selain di dua lokasi itu, korban meninggal juga berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat, sebanyak tiga orang.

Badan Penanggulangan Daerah Maluku melaporkan, hampir 100 orang korban menderita luka-luka. Umumnya, korban luka lantaran tertimpa bangunan pasca terjadinya gempa.

Korban luka saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Ambon untuk mendapatkan perawatan medis. Menurut dia, sekitar 15.000 penduduk masih mengungsi karena rumah rusak serta mengantisipasi adanya gempa susulan yang membahayakan.

Sementara, gempa juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Tidak hanya rumah warga, namun juga fasilitas pendidikan, tempat peribadatan, perkantoran, dan fasilitas umum.