Connect with us

Sumut

Rekam Insiden Penangkapan Demonstran, Anggota DPRD Sumut Malah Digebuki Polisi

Published

on

Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Gerindra, Pintor Sitorus (tengah, bersafari coklat), jadi korban penangkapan dan pemukulan oleh intel kepolisian saat berlangsungnya demonstrasi ribuan mahasiswa, Selasa (24/9/2019). (Foto: medanbisnisdaily.com)

Geosiar.com, Medan – Rekam tindak brutal petugas kepolisian ketika berupaya mengamankan aksi rusuh demonstrasi mahasiswa di depan gedung dewan di Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (24/9/2019), anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Gerindra, Pintor Sitorus (56) justru ditangkap dan dipukuli intel kepolisian.

Menanggapi peristiwa ini, Mabes Polri dikabarkan telah menurunkan tim khusus yang berasal dari Propam Polda Sumatera Utara guna mengusut penangkapan dan pemukulan terhadap Pintor Sitorus. Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumatera Utara, Gusmiyadi mengatakan, pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan tim tersebut.

“Ada tujuh sampai delapan orang anggota fraksi yang bertemu dengan tim Propam itu,” kata Gusmiyadi kepada wartawan, Rabu (25/9/2019).

Sebagai informasi, pihak kepolisian berupaya untuk menangkap mahasiswa yang menyebabkan kerusuhan ketika melakukan aksi demonstrasi Selasa kemarin. Di tengah upaya itu, Pintor dilaporkan sedang merekam aksi brutal petugas saat mengamankan para demonstran. Nahas, ia pun ikut ditangkap dan juga dipukuli pihak intel kepolisian.

Sebelumnya, aksi brutal petugas saat berupaya mengamankan demonstran ini terekam dan tersebar luas di media sosial. Dalam video itu, nampak mahasiswa berjaket almamater hijau dipukuli oleh sejumlah polisi. Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Agus Andrianto pun menegaskan pihaknya akan memeriksa oknum polisi yang memukuli mahasiswa di DPRD Sumut.

“Itu nanti kami periksa juga. Sama yang melakukan (pemukulan) itu kami periksa dan yang melakukan tindak pidana dalam demo kami periksa,” kata Irjen Agus kepada wartawan, Selasa (24/9/2019).