Connect with us

Sumut

PDAM TIRTANADI Klaim 85 Hydrant di Medan masih Berfungsi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Manajemen PDAM Tirtanadi melalui Plh Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Chairul Damri Matondang (foto) mengklaim jumlah Hydrant yang berfungsi di Medan sekitarnya sebanyak 85 unit.

“Dari 117 unit Hydrant yang terpasang di Medan sekitarnya, terdapat 85 unit masih berfungsi. Sedangkan 32 unit lagi kondisinya tidak baik. Namun mungkin saja kebetulan di wilayah tersebut tekanan dan debit air nya kecil lalu diasumsikan rusak atau tidak berfungsi,” sebut Chairul lewat keterangan tertulis yang diterima Geosiar.com melalui Humas, Rabu (24/9/2019).

Diakui, perawatan Hydrant kebakaran memang diserahkan kepada PDAM Tirtanadi. Namun pihaknya, mengaku harus bekerja keras untuk melakukan tugas utamanya yaitu menyediakan air bersih bagi masyarakat.

Ditambahkan, air yang digunakan pada Hydrant kebakaran itu disediakan oleh PDAM Tirtanadi secara gratis sebagai bentuk kontribusi PDAM Tirtanadi kepada masyarakat. Untuk itu, PDAM Tirtanadi berharap agar peruntukan air dari Hydrant kebakaran tersebut jangan disalahgunakan.

Mengingat lokasi pemasangan Hydrant kebakaran ini pada umumnya berada di area terbuka seperti pinggir jalan maka sangat rawan mengalami kerusakan. “Untuk itu kami menghimbau kepada semua untuk bersama sama menjaga keberadaan Hydrant kebakaran tersebut,” harapnya.

Sebagaimana sebelumnya, Wakil DPRD Medan Ihwan Ritonga SE minta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumut untuk berkenan memperbaiki ratusan Hydrant yang rusak di kota Medan. Hydrant yang selama ini tidak dapat difungsikan diharapkan dapat diperbaiki guna kepentingan umum yakni memaksimalkan pelayanan pemadam bila terjadi kebakaran di kota Medan sekitarnya.

“Kita harapkan semua Hydrant yang ada dapat difungsikan, bila perlu ditambah untuk mempermudah jangkauan air untuk pemadam kebakaran. Persoalan itu merupakan hal yang penting,” ujar Ihwan Ritonga.

Disampaikan Ihwan, mengingat pemukiman yang semakin padat maka dinilai perlu pasokan air disetiap sudut kota Medan harus tersedia. “Kita dorong Dinas P2K Kota Medan supaya segera melakukan kordinasi dengan PDAM Tirtanadi maupun Pempropsu. Mudah mudahan PDAM Tirtanadi berkenan menyikapi kondisi ini demi kepentingan umum”, harap Ihwan asal politisi Gerindra itu.

Sedangkan Kepala Dinas P2K Kota Medan, Albon Sidauruk jauh sebelumnya mengaku pihaknya selalu kesulitan mendapatkan pasokan air untuk keperluan pemadam kebakaran.

Sebagai mana diharapkan, Hydrant merupakan suatu alat yang diharapkan sumber pemasok air bertekanan tinggi untuk difungsikan memadamkan api banyak tidak aktif atau rusak.

“Data sama kita, ada 118 unit Hydrant di kota Medan dan sekitarnya. Namun saat ini kita baru menemukan 37 unit Hydrant tersebut. Parahnya, dari 37 unit Hydrant dimaksud hanya 6 unit yang bergungsi. Kerusakan nya bermacam macam, air mati dan alat nya rusak tidak bisa dibuka,” tutur Albon.

Saat ini kata Albon, pihaknya tetap mencari ke 118 Hidrant tersebut berikut pendataan kerusakan. Albon berharap PDAM Tirtanadi dapat memfungsikan seluruh Hydrant untuk memaksimalkan pelayanan pemadam kebakaran di kota Medan. (lamru)