Connect with us

Dunia

Terlibat ISIS, 3 TKI Ditahan di Penjara Changi Singapura

Published

on

Ilustrasi Penjara Changi Singapura.

Geosiar.com, Singapura – Tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ditahan di penjara Changi, Singapura lantaran diduga terlibat dalam aktivitas kelompok militan ekstremis ISIS. Sebelumnya, ada 4 TKI yang ditangkap, namun satu orang terbukti tak bersalah dan dibebaskan.

Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) melaporkan ketiga TKI perempuan itu bernama Anindia Afiyanti (33), Retno Hernayani (36), dan Turmini berusia (31). MHA juga melaporkan bahwa dua TKI itu ingin bertolak ke Suriah dan bergabung dengan ISIS. Bahkan, mereka mengaku ingin menjadi pelaku bom bunuh diri.

Menanggapi informasi ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura mengaku telah menerima informasi tersebut langsung dari MHA. Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sedang mendalami kasus ini.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, KBRI Singapura telah meminta akses kekonsuleran,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI, Judha Nugraha, di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Judha mengatakan, pihak KBRI juga telah menemui salah satu TKI, SS pada 13 September 2019. Namun, SS dibebaskan setelah terbukti tidak memiliki hubungan aktif dengan jaringan terorisme. Sedangkan RH, TM dan AA telah dikunjungi KBRI Singapura di Penjara Changi pada 19 September 2019.

“Ketiganya diperlakukan baik, makan 3 kali sehari, dan diizinkan beribadah,” pungkasnya.

Berdasarkan penyelidikan MHA, ketiga TKI itu sudah bekerja di Singapura antara 6 dan 13 tahun. Selama periode itu mereka saling mengenal, sebelum menjadi radikal pada 2018.