Connect with us

Dunia

Buruh Tikam Sopir Traktor Hingga Tewas Akibat Piutang

Published

on

ilustrasi

Geosiar.com, Malaysia – Dua warga Indonesia berkelahi di Perkebunan Tulid Mas, Beluran, Malaysia karena persoalan utang piutang. Akibatnya, salah satunya tewas usai ditikam.

Dilansir dari Daily Express, Jumat (20/9/2019), korban tewas dilaporkan adalah seorang pengemudi traktor berusia 37 tahun. Sementara pelakunya adalah seorang buruh sesama WNI.

Berdasarkan laporan kepolisian, pengemudi itu datang ke tempat kerjanya pada pukul 05.50 waktu setempat. Di sana para buruh sudah menunggu untuk melakukan absen.

Korban diketahui membawa sebuah tongkat besi dan langsung memukul salah satu buruh akibat memiliki masalah utang piutang. Buruh tersebut tidak melawan dan hanya melindungi dirinya dengan menggunakan lengannya.

Para buruh lain yang ada di lokasi kejadian pun berusaha untuk segera melerai keduanya.

Kepala kepolisian daerah setempat, Kasim Muda, mengatakan polisi menerima laporan adanya seorang karyawan yang terluka di bagian perut setelah ditusuk oleh buruh tersebut.

“Seorang pekerja memisahkan pengemudi tersebut dan melihat bahwa darah keluar dari perutnya,” katanya.

Usai kejadian, pekerja itu diberitahu atasannya untuk menemukan seorang karyawan yang ditusuk, dan tidak membiarkannya meninggalkan lokasi kejadian hingga polisi tiba.

Awalnya pengemudi itu dibawa ke klinik Telupid, selanjutnya dirujuk ke rumah sakit Duchess of Kent di kota Sandakan. Akan tetapi, tidak lama kemudian korban dinyatakan meninggal dunia.

Setelah insiden ini, polisi langsung menangkap pelaku dan membawanya untuk diperiksa. Polisi juga menyita barang bukti berupa sebuah pisau dapur, tongkat besi, dan barang lain dari lokasi kejadian.

Dunia

Malaysia Mesti Bersiap Hadapi Konflik Terburuk di Laut China Selatan

Published

on

Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Saifuddin Abdullah

Geosiar.com, Kuala Lumpur – Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Saifuddin Abdullah menekankan bahwa negaranya perlu meningkatkan kemampuan Angkatan Laut (AL) guna bersiap menghadapi kemungkinan konflik di Laut China Selatan. Malaysia juga terus mendorong non-militerisasi wilayah perairan itu.

Beberapa pekan terakhir ketegangan meningkat, terutama usai kapal destroyer AL Amerika Serikat (AS) berlayar mendekati kepulauan yang diklaim China bulan lalu. China menganggap aksi itu sebagai tantangan. Adapun AS menilainya sebagai latihan kebebasan navigasi.

Menlu Saifuddin menjelaskan, Malaysia bisa mengajukan nota protes apabila China melanggar wilayahnya tapi Kuala Lumpur kekurangan aset AL dan penegak maritim sehingga Malaysia tak diuntungkan jika terjadi konflik.

Menurutnya aset AL Malaysia bakal kesulitan menandingi Penjaga Pantai China yang hampir 24 jam ada di sekitar South Luconia Shoals di sebelah timur Sarawak, Malaysia.

Dia menambahkan, “Kita tidak ingin (konflik) terjadi, tapi aset kita perlu ditingkatkan sehingga dapat mengelola perairan kita lebih baik jika terjadi konflik antara kekuatan-kekuatan besar di Laut China Selatan.”

China mengklaim, hampir sebagian besar Laut China Selatan yang menjadi jalur pelayaran komersial senilai USD3,4 triliun per tahun. Kendati begitu, klaim China itu bersinggungan dengan klaim wilayah oleh Malaysia, Vietnam, Filipina, Brunei dan Taiwan.

Beijing menuding AS meningkatkan ketegangan dengan mengirim banyak kapal perang dan pesawat tempur mendekati kepulauan yang diklaim China.

Kini Malaysia tidak terlalu kritis terkait isu itu setelah China mengucurkan dana miliaran dolar untuk berbagai proyek infrastruktur dalam inisiatif Jalur Sutra Baru.

Continue Reading

Dunia

AS Minta Cina Tekan Korea Utara Terkait Negosiasi Nuklir

Published

on

Presiden AS Donald Trump

Geosiar.com, Jakarta – Pejabat senior pertahanan Amerika Serikat (AS) untuk Asia menyebut, negaranya meminta Cina memperbaiki upaya penegakan sanksi kepada Korea Utara (Korut).

Cina juga diminta untuk menekan Korea Utara supaya bersikap lebih konstruktif dalam pembicaraan dengan AS.

“Kami ingin mereka melakukan lebih baik,” kata Randall Schriver, Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat, untuk urusan Keamanan Indo–Pasifik, seperti dikutip Reuters, Rabu (16/10/2019).

Schriver mengungkapkan ada keteledoran saat pemberian sanksi oleh Cina terkait kontrol transfer barang antarkapal di perairannya yang melibatkan Korea Utara.

“Secara minimum perlu ada penegakan sanksi. Tapi saya pikir ada cara-cara lain Cina bisa menekan Pyongyang agar lebih konstruktif dalam pembicaraan seandainya mereka mau berbicara lagi. Tapi kita tidak melihat ini sekarang,” tutur Schriver.

Schriver membahas soal ini dalam acara yang digelar Jamestown Foundation. Dia merujuk pada upaya AS untuk menghidupkan kembali pembicaraan dengan Korea Utara agar mau menyerahkan senjata nuklirnya.

Terkait perihal ini, juru bicara Kemenlu Cina, Geng Shuang, mengatakan negaranya memenuhi tugas soal resolusi Dewan Keamanan PBB terkait sanksi untuk Korea Utara.

Continue Reading

Dunia

Korban Tewas Bertambah Jadi 74 Orang Akibat Topan Habigis di Jepang

Published

on

opan Hagibis menghantam Jepang wilayah tengah dan timur

Geosiar.com, Fukushima – Korban tewas akibat topan di Jepang terus bertambah menjadi 74 orang. Tim penyelamat di Jepang terus mencari puluhan korban hilang pada Rabu (16/10). Air sungai yang meluap penyebab banjir membuat banyak korban tewas itu tenggelam.

Sebanyak 12 orang hilang dan lebih dari 220 orang terluka berdasarkan laporan dari badan penyiaran public NHK  setelah Topan Hagibis menerjang Jepang pada akhir pekan lalu. 52 sungai di sana meluap menyebabkan setengah dari pulau Honshu banjir

Warga di Fukushima yaitu lokasi korban tewas terbanyak terlihat membersihkan furnitur mereka yang rusak. Mereka juga membersihkan sampah di jalanan. Banyak warga lanjut usia masih berada di pusat evakuasi sehingga belum dapat membersihkan rumahnya.

Tidak jauh dari lokasi bencana nuklir pada 2011 yaitu di kota Date, petani Masao Hirayama mengeringkan buku-buku di jalanan di depan rumahnya. Dia juga terlihat mengumpulkan sampah dari sekitar rumahnya.

Dia mengatakan bahwa banjir mencapai ketinggian 2 meter hingga menenggelamkan rumahnya. Dia dan putranya diselamatkan dengan perahu dan dibawa ke pusat evakuasi. Sedangkan istri dan cucunya tinggal bersama kerabat mereka saat badai menerjang.

Hirayama, 70 berkata bahwa dia merasa putus asa dan  menambahkan bahwa  banjir merusak lahan pertanian dan peralatan pertanian. Dia berkata “Yang ditinggalkan hanya tanah,”.

Hirayama mengatakan bahwa dia pernah membangun kembali rumahnya pada 1989, meninggikan tanah pada 1986 setelah banjir. Keluarganya berencana tinggal di lantai dua sampai dia bisa memperbaiki rumah dan perabotannya. Perbaikan rumahnya  diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.

Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe mengatakan, pemerintah akan mengeluarkan dana pemulihan bencana sebesar USD 6,5 juta.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com