Connect with us

Politik

PKB Serahkan Pengganti Menpora ke Jokowi

Published

on

Menpora Imam Nahrawi saat meninggalkan ruangan untuk menunggu giliran bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap dana hibah KONI dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Kadernya menjadi tersangka kasus suap dan gratifikasi dana hibah Kemenpora KONI tahun 2018, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) enggan mengusulkan nama pengganti Imam Nahrawi untuk menduduki kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang telah kosong.

Hal itu diungkapkan oleh Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan proses pemilihan Menpora kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tidak menyiapkan, diserahkan ke presiden,” Ujar Hasanuddin kepada awak media, Jumat (20/9/2019).

Hasanuddin berujar, PKB menghormati keputusan Imam yang memilih untuk mengundurkan diri sebagai Menpora pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia pun berharap, Imam dapat menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Menghormati sepenuhnya dan biar fokus menghadapi proses hukum,” pungkas Hasanuddin.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku sudah mendapat surat pengunduran diri Imam Nahrawi pada Kamis (19/9/2019). Jokowi bertemu Imam usai KPK menetapkan politikus PKB itu sebagai tersangka atas kasus suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada Rabu (19/9/2019).

“Tadi pagi Pak Imam Nahrawi bertemu dengan saya dan saya menghormati apa yang sudah diputuskan oleh KPK bahwa Pak Imam Nahrawi sudah menjadi tersangka karena urusan dana hibah dengan KONI,” ungkap Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Berhubungan dengan pengunduran diri Imam, Jokowi menyatakan, pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengganti Menpora ataupun Pelaksana Tugas (Plt) Menpora. Di sisi lain, Partai Demokrat kabarnya juga mengincar kursi Menpora untuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)