Connect with us

Politik

F-Golkar Rotasi Kader di DPR, Ace: Soal Biasa

Published

on

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily.

Geosiar.com, Jakarta – Fraksi Partai Golkar melakukan rotasi dadakan terhadap sejumlah anggotanya di Komisi XI DPR RI. Keputusan itu terungkap dalam surat bernomor SJ.00.2641/FPG/DPRRI/IX/2009 tanggal 19 September 2019 dari Sekretaris Fraksi Golkar, Adies Kadir kepada pimpinan DPR RI.

Surat tersebut berperihal ‘Pergantian Sementara Keanggotaan Komisi dari FPG DPR RI’ dan ditembuskan kepada nama-nama yang dirotasi. Setidaknya ada tujuh anggota fraksi Golkar di Komisi XI DPR yang digeser ke komisi lain.

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan, keputusan merotasi anggota di Komisi XI bertujuan untuk menjalankan kebijakan partai. Menurut Ace, rotasi antar anggota dari satu komisi ke komisi lain merupakan hal yang biasa terjadi di Partai Golkar.

“Kan fraksi itu kepanjangan tangan dari kebijakan partai. Soal biasa dalam rotasi di tubuh fraksi itu,” ujar Ace, Jumat (20/9/2019).

Adapun pelaksanaan rotasi kader Golkar ini menimbulkan kecurigaan lantaran dilakukan menjelang pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, Ace kembali menegaskan bahwa setiap partai memiliki kebijakan sendiri, termasuk mengenai kebijakan pemilihan BPK.

“Setiap partai itu memiliki kebijakan. Dalam kaitan kebijakan pemilihan BPK, Partai Golkar telah memiliki kebijakan yang jelas. Kami ingin setiap kader yang ada di Komisi XI dapat mengamankan kebijakan partai,” lanjut Ace.

Keputusan merotasi anggota di Komisi XI, kata Ace, atas dasar persetujuan dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Oleh karena itu, Ace menegaskan bahwa sudah kewajiban seluruh anggota untuk menjalankan kebijakan partai ketimbang mengamankan kepentingan pribadi.

“Tapi kebijakan mengamankan kebijakan dan loyalitas kepada Ketua Umum Partai Golkar jauh lebih penting daripada mengamankan kepentingannya Pak Misbakhun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun mengatakan kalau keputusan rotasi mendadak yang dilakukan pimpinan fraksi merupakan bentuk kekhawatiran Airlangga Hartarto.

“Rotasi mendadak oleh pimpinan Fraksi Partai Golkar DPR terhadap sejumlah anggotanya di Komisi XI DPR karena kekhawatiran Airlangga Hartarto,” ujar Misbkahun seperti dikutip Antara, Jumat (20/9/2019).

Adapun tujuh anggota fraksi Golkar di Komisi XI DPR yang digeser ke komisi lain adalah Melchias Markus Mekeng (ke Komisi V), M Nur Purnamasidi (ke Komisi VII), M Sarmuji (ke Komisi I), Ahmadi Noor Supit (ke Komisi III), Andi Achmad Dara (ke Komisi V), Mukhamad Misbakhun (ke Komisi III), serta Agun Gunandjar Sudarsa (ke Komisi IX).

Sedangkan, anggota fraksi Golkar yang digeser ke Komisi XI adalah Muhidin M Said (dari Komisi V), Maman Abdurrahman (dari Komisi VII), Bobby Adhtiyo Rizaldi (dari Komisi I), Saiful Bahri Ruray (dari Komisi III), Saniatul Lativa (dari Komisi V), John Kennedy Azis (dari Komisi III), serta Andi Fauziah Pujieatiw Hatta (dari Komisi IX).

Politik

Jokowi Ajukan Komjen Idham Azis Jadi Kapolri

Published

on

Komjen Idham Azis

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo langsung mengajukan nama pengganti eks Kapolri Tito Karnavian yang baru saja diangkat menjadi Mendagri. Nama Kabareskrim Komjen Idham Azis diajukan ke DPR.

“Kami ajukan hari ini Pak Idham Aziz Kabareskrim,” tutur Jokowi di Istana Negara, Rabu (23/10/2019).

Jokowi mengungkapkan hal itu untuk menjawab pertanyaan awka media mengenai siapa sosok Kapolri pengganti Tito Karnavian.

“Untuk diketahui, Idham Aziz baru akan pensiun 22 Januari 2021. Dia masih memiliki waktu 1,5 tahun masa tugas aktif sebagai perwira polisi,” jelasnya.

Saat ini tugas Kapolri dijalankan oleh Wakapolri Komjen Ari Dono. Jenderal bintang tiga ini akan pensiun pada 23 Desember 2019.

Continue Reading

Politik

PSI: Gak Minta Jatah, Dukung Jokowi Tanpa Pamrih

Published

on

Pengurus DPP PSI ketika bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan dalam masa kampanye Pilpres 2019.

Geosiar.com, Jakarta – Getol mendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2019, tidak menjamin suatu partai politik (parpol) bisa menduduki kursi menteri. Misalnya saja Partai Solidaritas Indonesia atau PSI.

Partai yang dipimpin oleh Grace Natalie itu tidak mendapat jatah kursi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf Amin. Hal tersebut ternyata mengundang pertanyaan dari netizen.

Melalui media sosial Twitter, seorang warganet menanyakan mengapa PSI tidak mendapat jatah kursi menteri. “Kok tak ada dari PSSI?” tulis akun @imrann, Rabu (23/10/2019).

Tweet-an itu pun lantas mendapat balasan dari akun Twitter resmi PSI. Partai itu memberikan jawaban yang terbilang cukup lugas tapi menohok, seakan menyindir partai lain.

“Gapapa, dong. Kan memang gak pernah minta jatah. Dukung Pakde tanpa pamrih, kok,” demikian jawab akun resmi PSI @psi_id.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi didampingi Wapres Ma’ruf Amin telah mengumumkan nama-nama menteri barunya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019) pagi. Dari 38 menteri terpilih, ada 16 nama yang berasal dari partai politik. Partai-partai tersebut yakni PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, NasDem, dan PPP.

Namun, PSI bukanlah satu-satunya partai pendukung yang tak mendapat jatah menteri. Selain PSI, ada PKPI, Hanura, dan Perindo yang merupakan partai koalisi Jokowi-Ma’ruf namun hanya sebatas penonton pelantikan menteri hari ini.

Continue Reading

Politik

Kembali Jadi Menko, Luhut Disambut Heboh Karyawan

Published

on

Luhut Binsar Pandjaitan

Geosiar.com, Jakarta – Luhut Binsar Pandjaitan tetap berada pada kedudukannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Hanya saja kali ini jabatannya bertambah menjadi Menko Maritim dan Investasi.

Setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Luhut langsung menuju ke kantornya. Dirinya tiba di kantornya, di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019) sekitar pukul 12.08 WIB.

Menurut pantauan, Luhut tiba dengan kembali menunggangi kendaraan dinasnya dengan merek Lexus berplat nomor RI 19. Luhut juga masih berbusana jas hitam dan peci, seperti ketika dilantik.

Ternyata Luhut sudah ditunggu jajaran karyawannya di kantor untuk memberi selamat. Dia disambut heboh oleh jajaran Kemaritiman. Ia pun menyalami jajaran pegawai dengan senyuman lebar.

Diketahui, Jokowi sebelumnya mengatakan, seiring dengan perubahan nama kementerian yang dipimpin Luhut, maka dia mendapat tambahan tugas dari Jokowi yakni memastikan realisasi investasi.

Tanggung jawabnya cukup besar yaitu memastikan hambatan-hambatan investasi yang ada selama ini bisa dihilangkan.

“Saya kira terobosan-terobosan dalam rangka Indonesia sebagai poros maritim dunia, menangani hambatan investasi dan merealisasikan komitmen investasi besar di tangan beliau,” ungkap Jokowi saat mengumumkan nama-nama Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan pagi ini.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com