Connect with us

Sumut

Edy Rahmayadi: Masalah Banjir di Sumut akan Selesai 2022

Published

on

Sosialisasi Pengendalian Banjir DAS Belawan, Deli, Percut, dan Padang, Kamis (19/9), di Ruang Rapat Gubernur, Lantai 10, Kantor Gubernur Sumut

Geosiar.com, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mengaku akan terus mengupayakan berbagai cara guna mengatasi masalah banjir di kota Medan dan daerah lainnya. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berharap masalah banjir dapat selesai pada Desember 2022 mendatang.

Edy mengatakan, Pemprov bakal menyatukan program dengan kabupaten dan kota dan pihak terkait lainnya guntuk mempercepat pengendalian banjir di Sumut. Edy menyoroti pengendalian banjir di Kota Medan.

“Medan itu ibu kotanya Sumatera Utara, pengendalian banjir ini sangat penting,” kata Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam acara Sosialisasi Pengendalian Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Belawan, Deli, Percut, dan Padang di Medan, Kamis (19/9/2019).

Edy mengatakan bahwa permasalahan banjir ini sudah lama tidak bisa ditangani. Dia meminta pihak lain ikut terlibat dalam penanganan banjir.

“Marilah kita sama-sama peduli dan berkomitmen untuk mengendalikan banjir. Apa pun alasannya, Desember 2022 masalah banjir harus sudah selesai,” tambah Edy.

Seperti diketahui, masalah banjir di Medan memang dikatakan lumayan parah. Beberapa kawasan bisa terendam banjir walaupun hujan hanya sebentar. Kondisi ini disebabkan drainase yang buruk dan sungai yang butuh normalisasi.

Turut hadir dalam acara ini, Direktur Sungai dan Pantai Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jarot Widyoko. Jarot menyebut, salah satu upaya yang akan dilakukan untuk pengendalian banjir dengan meninggalkan konsep pembuatan saluran air (pematusan) hujan atau membuangnya langsung ke laut.

Menurut Jarot, perlu ditanamkan pola pikir dan budaya di masyarakat demi mempertahankan air hujan selama mungkin di darat.

“Kembalikan air hujan ke bumi, jangan biarkan terbuang ke selokan atau ke sungai. Mari memanen air hujan,” kata Jarot.