Connect with us

Ekonomi

Bekraf Respons Rencana Pengesahan UU Ekonomi Kreatif

Published

on

Akatara Indonesia Film Financing Forum 2017 dibuka oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf di Grand Mercure Harmoni hari ini (15/11). (Foto: Dok. Bekraf)

Geosiar.com, Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menanggapi isu pengesahan Undang-Undang tentang Ekonomi Kreatif yang sedang dirancang sejumlah kementerian/lembaga dan dipimpin Kementerian Perdagangan, bersama Komisi X DPR. Bekraf berharap, UU tersebut mampu mendorong kemajuan industri ekonomi kreatif di Indonesia.

“UU ini nantinya hanya sebagai payung saja, tidak terlalu detail. Kalau terlalu detail kita khawatir malah akan membatasi kreativitas,” tutur Kepala Bekraf, Triawan Munaf di pembukaan acara Akatara 2019, Jakarta, Kamis (19/09/2019).

Menurut Triawan, kondisi ekonomi kreatif Indonesia masih tertinggal dari Vietnam. Hal ini dikarenakan Vietnam sudah menerapkan UU Ekonomi Kreatif sehingga mengundang para investor untuk berinvestasi. Oleh karena itu, Triawan mengharapkan agar pemerintah segera mengesahkan UU tersebu guna menarik investor.

“Vietnam pas sudah dibentuk UU-nya, langsung nurut semua, investor pun banyak yang datang. Tapi mereka tidak siap infrastrukturnya jadi sekarang kondisinya stagnan. Kita di sini sudah siap infrastrukturnya, UU-nya juga sudah dalam tahap finalisasi yang mudah-mudahan akhir bulan ini selesai. Jadi saya yakin kita bisa lebih maju lagi nantinya dari Vietnam,” harap Triawan.

Sebagai informasi, Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Kreatif sudah ada sejak 2016 yang merupakan inisiatif Dewan Perwakilan Daerah melalui Komisi X DPR. Namun, melalui Surat Presiden Nomor R-30/Pres/05/2016 tanggal 16 Mei 2016, pembahasan RUU itu diserahkan kepada Kementerian Perdagangan. Sejak saat itu, pembahasan kembali dilanjutkan dan telah masuk tahap akhir.

Adapun tujuan undang-undang tersebut antara lain untuk mendorong seluruh aspek ekonomi kreatif sesuai dengan perkembangan kebudayaan, teknologi, kreativitas, inovasi masyarakat Indonesia, serta perubahan lingkungan perekonomian global; menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing global; dan mengoptimalkan potensi pelaku ekonomi kreatif.

Advertisement