Connect with us

Daerah

Duda dan Janda Ditemukan Tewas di Bojonegoro

Published

on

Geosiar.com, Bojonegoro – Mayat pria dan wanita ditemukan di dalam satu rumah Desa Sidomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (17/9/2019). Keduanya bukan pasangan suami istri, namun sama-sama berstatus pernah menikah.

Berdasarkan informasi yang didapat, korban atas nama Waidi (53) dan Sriatun (41). Mereka ditemukan tewas di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab kematiannya secara pasti, namun diduga akibat menenggak minuman keras (miras).

Di lokasi penemuan mayat, polisi menemukan bekas miras, minuman soda di botol plastik serta dua butir obat sakit kepala. Waidi yang berstatus sebagai duda dan Sriatun merupakan janda, diduga sedang sama-sama mengonsumsi miras oplosan sebelum menjalin asmara.

Kedua jenazah telah dimakamkan pada Selasa sore. Akan tetapi untuk memastikan penyebab kematiannya polisi melakukan membongkar kuburan mereka, dan melakukan autopsi di lokasi pemakaman pada Rabu (18/9/2019) dini hari.

Sementara hasil autopsi dikirim ke Labfor Polda Jatim.

Daerah

Akhyar Nasution Hadiri Rapat Paripurna Hari Jadi Ke-16 Kabupaten Sergai

Published

on

Sergei, Geosiar.com – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menghadiri  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Memperingati Hari Jadi Ke-16 Kabupaten Sergai di Gedung DPRD Sergai Jalan Negara, Sei Rampah, Selasa (7/1/2020).

Rapat paripurna yang dibuka Ketua DPRD Sergai dr M Riski Ramadhan Hasibuan SH SE MKM, juga dihadiri Bupati Sergai J Soekirman sejumlah kepala daerah kabupaten/kota di Sumut, mantan Bupati Sergai Ir H T Erry Nuradi, pimpinan OPD dan anggota DPRD Sergai, tokoh masyarakat, alim-ulama, tokoh pemuda, tokoh adat serta tokoh pemekaran Sergai, diharapkan menjadi  momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki serta memantapkan kebersamaan dalam  menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan. 

Pelaksana tugas (Plt)  Wali Kota Medan yang hadir didampingi Sekwan DPRD Medan Abd. Azis, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono dan Kabag Agama Setdako Medan Adlan, mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pemkab Sergai. Di usia 16 tahun, Akhyar menilai Pemkab Sergai terus berkembang dengan pembangunan yang terus dilakukan. Dengan dukungan semua stakeholder dan lapisan masyarakat, Akhyar optimis akan terwujud Kabupaten Sergai yang unggul, inovatif dan berkelanjutan menuju Sumut bermartabat seperti yang diinginkan.

Kemudian Akhyar menyatakan seluruh jajaran Pemko Medan siap bekerjasama dengan kabupaten yang memiliki luas sekitar 1.900,22 Km dan dimekarkan pada 18 Desember 2003 pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri tersebut. “Pemko Medan siap bekerjasama dengan Pemkab Sergai untuk kemajuan bersama, terutama peningkatan kesejahtetaan masyarakat.

Sebab, selama ini Pemko Medan selalu terbuka untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah kabupaten maupun kota di Indonesia termasuk, kerjasama dengan sejumlah kota di luar  Indonesia melalui sister city. Semakin banyak kerjasama yang dilakukan tentunya akan membawa dampak positif untuk percepatan pembangunan yang dilakukan,” ungkapnya.

Di tahun 2020 ini, jelas Akhyar, Pemko Medan fokus membangun peradaban kota melalui jalan budaya, sehingga ibukota Provinsi Sumatera Utara ini nantinya menjadi rumah  yang  tertib, aman, nyaman dan indah bagi seluruh warganya, termasuk bagi setiap pengunjung yang datang.

“Untuk  itulah semangat membangun kota harus dimulai lewat peradaban budaya. Sebab, berbagai upaya serta fasilitas yang kita bangun tidak akan ada gunanya jika peradaban dan kesadaran tidak dibangun. Tugas kita adalah memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat,” ungkapnya.

Guna mewujudkan hal itu, Akhyar pun mengajak seluruh jajaran Pemko Medan dapat menjadi motor penggerak perubahan di Kota Medan. “Tampil lah sebagai motor penggerak perubahan sekaligus sebagai teladan untuk Medan Rumah Kita yang kita cintai. Di samping itu tentunya yang tidak kalah pentingnya lagi, kita mengharapkan partisipasi dan dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat sehingga pembangunan yang dijalankan Pemko Medan berjalan dengan baik dan lancar, serta ikut  merawat dan menjaga seluruh hasil pembangunan yang telah selesai dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Sergai Ir H Soekirman dalam sambutannya mengatakan di Hari Ulanag Tahun Sergai ke 16 mendapat kado special yang mengesankan. Sebab, 6 Jnauari lalu Kabupaten Sergai berhasil memecahkan Rekor MURI nasional bahkan dunia karena berhasil menggelar kegiatan makan bersama yang diikuti sebanyak 12.150 orang dengan mengusung tema “Isi Piringku Serdang Bedagai Sehata”.

“Ini menunjukkan dan menjadi bukti bahwa kekompakan yang dibangun antara pemerintah dengan masyarakat terjalin cukup baik. Untuk itu, dalam melangkah ke depan hendaknya kita harus bergandeng tangan bersama dan membangun semangat bergotong royong menuju harapan yang ingin kita cita-citakan yakni mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan, berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan,’’ ungkapnya optimis. (lamru)

Continue Reading

Daerah

Wanita Sumsel Tewas Diterkam Harimau Saat Mandi

Published

on

Ilustrasi Harimau Sumatera.

Geosiar.com, Palembang – Seorang wanita bernama Sulis (30), warga asal Muaraenim, Sumatera Selatan (Sumsel) ditemukan meninggal dunia di pemandian umum. Kematian Sulis diduga akibat diterkam diterkam harimau sumatera saat sedang mandi di pemandian tersebut. Kabar itu dibenarkan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Genman Hasibuan.

“Benar, saya dapat laporan ada seorang warga ditemukan meninggal diterkam harimau. Lokasinya ada di Talang Tinggi, Muaraenim,” ujar Genman Hasibuan dikutip dari detik.com, Sabtu (28/12/2019).

Genman menjelaskan, Sulis ditemukan dengan kondisi mengenaskan, tergeletak tak bernyawa di dekat pemandian di desanya dengan luka robek akibat terkaman harimau.

“Laporan memang diterkam harimau. Tim kami sedang turun ke lokasi bersama TNI dan Polri untuk memastikan apakah lokasi kejadian masuk kawasan hutan lindung atau tidak,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi, korban diduga diterkam binatang buas itu saat pergi mandi pukul 17.00 WIB pada Jumat (27/12/2019). Namun, hingga malam hari korban tak kunjung pulang. Keluarga yang panik kemudian mencari korban ke tempat pemandian umum di desa tersebut. Setibanya di lokasi, korban ditemukan sudah tergeletak dengan luka gigitan harimau.

“Korban sudah dievakuasi tadi malam. Kita himbau masyarakat tetap tenang dan tidak pergi ke hutan atau tempat sepi sendirian,” pungkasnya.

Continue Reading

Daerah

3 Mahasiswa Unsika Tewas Terjebak di Goa Lele

Published

on

Tim SAR gabungan mengevakuasi mahasiswa Unsika yang terjebak di Goa Lele, Kampung Tanah Bereum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Senin (23/12/2019) dini hari. [Foto: KOMPAS]

Geosiar.com, Karawang – Sebanyak tiga orang anggota Mapala Universitas Karawang (Unsika) ditemukan tewas oleh Tim SAR gabungan saat proses evakuasi di dalam Gua Lele, Kampung Tanah Beureum, RT 03 RW 02, Desa Taman Sari, Kecamatan Pangkalan, Senin (23/12/2019). Tiga orang yang meninggal diduga kehabisan oksigen.

“Tiga orang yang sebelumnya pingsan akhirnya meninggal dunia diduga kehabisan oksigen,” tutur Kepala BPBD Karawang Asep Wahyu, Senin (23/12/2019).

Selain korban tewas, ada tiga mahasiswa lain yang selamat dan berhasil dievakuasi tim. Proses evakuasi memakan waktu selama enam jam lebih dikarenakan kondisi medan yang sulit.

“Evakuasi memakan waktu sekitar enam jam lebih,” jelasnya.

Asep mengatakan, tim sulit mencapai posisi korban akibat medan sempit dan jarak yang cukup jauh hingga membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Saat ini, para korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.

“Kesulitan petugas dalam evakuasi dari mulut gua ke titik korban berada sempit, hingga membutuhkan waktu satu jam,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya sebanyak 15 mahasiswa Unsika melaksanakan giat pengembaraan Gua Lele pada Minggu (22/12/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat hujan deras, tujuh orang turun bergantian ke dalam gua dengan teknik mountaineering menggunakan tali. Namun, air hujan yang sudah masuk ke dalam gua mengakibatkan tiga korban terjebak.

Adapun ketiga korban yang meninggal dunia yaitu Erisa Rifiani Putri (20) asal Kecamatan Gunung Putri, Bogor. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsika; Alief Rindu Alafah (18) asal Grya Parung Panjang D2/A No 29 RT 03 RW 04, Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, Bogor. Fakultas FKIP Unsika Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Ainan Fatimatuzahro (19) asal Desa Bojanegara RT 01 RW 02, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Bajarnegara, Jateng. Fakultas FIKES Unsika.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com