Connect with us

Nasional

Remisi untuk Koruptor Hingga Teroris Dipermudah

Published

on

Ilustrasi Narapidana

Geosiar.com, Jakarta – Revisi Undang-Undang Pemasyarakatan (UU PAS) memudahkan syarat pemberian remisi atau pemotongan masa hukuman untuk pelaku kejahatan luar biasa, seperti terorisme, korupsi, kejahatan hak asasi manusia berat dan lainnya.

Revisi UU PAS baru saja selesai dibahas Komisi Hukum DPR bersama dengan pemerintah pada Selasa malam (17/9/2019). Rencananya akan disahkan paling lama pekan depan.

Aturan baru pemberian remisi itu membatalkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Kami berlakukan PP Nomor 32 Yahun 1999, yang berkorelasi dengan KUHP,” ungkap anggota Komisi Hukum dari Fraksi Partai Demokrat, Erma Suryani Ranik, di Gedung DPR pada Selasa malam (17/9/2019).

Pada PP Nomor 99 Tahun 2012 ada Pasal 34A yang mengatur pemberian remisi bagi narapidana perkara terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia yang berat, serta kejahatan transnasional terorganisasi, wajib memenuhi persyaratan.

Salah satu syaratnya yakni bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar tindak pidana yang dilakukannya alias bertindak sebagai justice collaborator.

Adapun dalam PP Nomor 32 Tahun 1999 yang akan kembali berlaku, pemberian remisi diatur dalam Pasal 34. Pasal tersebut hanya menyebut, setiap narapidana dan anak pidana yang selama menjalani masa pidana berkelakuan baik berhak mendapatkan remisi.

“Dalam RUU yang baru ini kami membuat, sepanjang hak remisi tidak dicabut oleh pengadilan, itu tetap bisa mendapatkan remisi,” tutur Erma.

Wakil Ketua Komisi Hukum tersebut mengatakan selama vonis hakim tidak menyebutkan hak terpidana (termasuk remisi) dicabut, terpidana memiliki hak mengajukan remisi kepada Menteri Hukum dan HAM. Pemberian remisi akan mempertimbangkan catatan dari pejabat Pemasyarakatan.