Connect with us

Sumut

Pemko Medan Terima Penghargaan WTN Kategori Lalulintas

Published

on

Jakarta, Geosiar.com – Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis menerima penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2019 Kategori Lalu Lintas dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan diwakili Staff Ahli Menhub Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan Gede Pasek Suardika di Jakarta Convention Center Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat,  Minggu (15/9/2019).

Penghargaan Wahana Tata Nugraha adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota dan provinsi yang mampu menata transportasi publik dengan baik.

Penghargaan WTN diberikan berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan objek penilaian melalui 5 bidang yakni, bidang lalu lintas (20 persen), bidang angkutan umum (15 persen), bidang sarana transportasi darat (25 persen), bidang prasarana transportasi darat (15 persen), dan bidang umum (25 persen).

Usai menerima WTN, Wali Kota mengaku sangat bangga bisa kembali menerima penghargaan tersebut. Penghargaan itu selanjutnya didedikasikan kepada seluruh warga Kota Medan. Pasalnya, Wali Kota mengatakan keberhasilan ini merupakan atas dukungan dari seluruh masyarakat Kota Medan dan Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD).

“Saya merasa bangga karena Kota Medan kembali meraih penghargaan WTN. Hal ini tidak terlepas atas bantuan Polrestabes Kota Medan melalui Satlantas yang telah bersinergi dengan Dinas Perhubungan dalam menata perlalu lintasan di Kota Medan, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan. Kita harapkankan kerjasama  yang sudah dibangun akan semakin dengan baik dan terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,“ kata Wali Kota.

Wali Kota selanjutnya mengingatkan kepada seluruh jajaran Dishub Kota Medan agar tidak merasa puas dengan penghargaan yang diterima ini. Justru dia berharap penghargaan ini semakin memotivasi untuk bekerja lebih baik lagi guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ingat tujuan kita bekerja ini bukan untuk meraih penghargaan, tetapi  memberikan pelayanan sebaik-baiknya di bidang perlalulintasan sehingga memuaskan masyarakat!” pesannya.

Dijelaskan Wali Kota, penghargaan WTN ini diraih karena Kota Medan dinilai berkomitmen dalam merencanakan program tertib lalu lintas baik dari sisi lalu lintas (program ITS) sisi angkutan (buy the service) maupun sisi sarana dan prasaranya yang semakin membaik.

“Kita berharap program lalu lintas kita akan semakin baik dari sisi sarana, prasarana maupun yang lainnya. Sehingga Kota Medan bisa seperti kota yang di luar negeri yang memiliki sistem pertransportasian yang canggih,” harapnya. (lamru)

Advertisement

Sumut

ASN Pemko Medan Dituntut Mampu Memberikan Pelayanan Prima

Published

on

Medan, Geosiar.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemko Medan dituntut mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat kota Medan. Untuk itu, sebanyak 30 peserta mengikuti Diklat Kepeminpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan XX di lingkungan Pemko Medan di Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Jalan Setia Budi Medan Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (16/10).

Setelah mengikuti diklat ini diharapkan dapat menciptakan kompetensi aparat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara benar demi mencapai sasaran pelayanan yang prima terhadap masyarakat Kota Medan.

Diklat yang telah berlangsung selama lebih kurang 94 hari atau sekitar 16 minggu ini, di tutup secara resmi oleh Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Administrasi Umum (Asmum) Setda Kota Medan Renward Parapat.

Penutupan ini ditandai dengan penanggalan tanda peserta kepada 2 orang peserta. Selama mengikuti pelatihan, selutuh peserta telah menerima pembelajaran tentang pembekalan materi, diskusi, pemutaran film pendek, coaching, mentoring, visitasi, simulasi, studi kasus dan benchmark.

Dihadapan seluruh peserta diklat, Asmum berharap para peserta agar lebih meningkatkan kompetensi manajerial serta harus mampu untuk mengatur, mengkoordinasi dan menggerakkan para staf ke arah pencapaian tujuan yang telah ditentukan oleh pemerintah kota.

“Oleh karena itu, setelah mengikuti diklat ini saya minta, para peserta semua dapat mengimplementasikan pengetahyan yang didapatkan dan juga menjalankan proyek perubahan yang sudah disusun di instansi masing-masing,” jelasnya.

Maka dari itu, Renward berharap para peserta akan menjadi agen perubahan serta menjalankan amanah saat menjabat di struktural masing-masing dalam pembangunan Kota Medan yang lebih baik lagi kedepannya.

“Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumut yang telah bekerjasama dengan Pemko Medan dalam penyelenggaraan diklat ini,” tutur Renward.

Sebelumnya, Kasubbid Diklatpim X Sertifikasi Yance Irawan Nasution mengungkapkan seluruh peserta Diklatpim dinyatakan lulus dan terdapat 5 peserta terbaik Diklatpim Tingkat IV Angkatan XX Tahun Anggaran 2019. Kelima peserta tersebut yakni, Mikhawati Tarigan unit kerja Kelurahan Lau Cih Kecamatan Medan tuntungan dengan judul MAPALA (Rumah Sampah Laucih), Hudaibah Mafuza unit kerja Dinas Perdagangan Kota Medan dengan judul SINOBU (Sistem Notifikasi SPBU). (lamru)

Continue Reading

Sumut

Pemko Medan Bahas Konektivitas Drainase di Jalan dan Lintasan KA

Published

on

Medan, Geosiar.com – Upaya mengatasi genangan air maupun banjir di sejumlah kecamatan di Kota Medan, Pemko Medan menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Konektivitas Drainase  Yang Berhubungan Dengan Jalan & Lintasan Rel Kereta Api (KA) di Balai Kota Medan, Kamis (17/10). Dimana, sejumlah drainase yang terkoneksi langsung dengan jalan maupun lintasan kereta api ditengarai sebagai pemicu terjadinya genangan air maupun banjir.

Rapat ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi didampingi Kepala Bappeda Kota Medan Irwan Ritonga serta dihadiri perwakilan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II, PT Hutama Karya Jalan Tol, PT Kereta Api Indonesia (Persero), Camat Medan Tembung A Barli Nasution, Camat Medan Helvetia Andi Mari Siregar, Camat Medan Denai Ali Sipahutar, Camat Medan Deli Fery Suheri, Camat Medan Barat Rudi Faisal serta Sekcam Medan Labuhan.

 Ketika membuka rapat, Wakil Wali Kota mengungkapkan ada 6 kecamatan di Kota Medan yang menajdi langganan banjir akibat drainase yang terkoneksi langsung dengan jalan negara, jalan tol serta perlintasan kereta. Pasalnya, diameter gorong-gorong atau box culvert yang berada di bawah jalan  maupun lintasan kereta api sangat kecil sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras turun.

 “Akibatnya terjadi back water sehingga air menggenangi wilayah sekitarnya. Untuk mengatasinya, gorong-gorong ataupun box culvert yang ada di bawah jalan maupun lintasan kereta api harus dibesarkan lagi. Selain melancarkan jalannya air, tentunya juga untuk mempermudah dilakukannya pembersihan,” kata Wakil Wali Kota.

Menurut Wakil Wali Kota, semua stakeholder yang ada harus  ikut mendukung permasalahan yang ada di Kota Medan, salah satunya masalah infrastruktur yakni drainase yang memicu terjadinya genangan air maupun banjir. Apalagi drainase itu ada kaitannya dengan stakeholder yang bersangkutan. “Oleh karenanya melalui rapat ini, kami berharap  ada solusi untuk mengatasinya sehingga persoalan genangan air maupun banjir yang sangat dikeluhkan warga dapat diatasi.

Diungkapkan Wakil Wali Kota, saat ini ada 6 kecamatan di Kota Medan yang sering menjadi langganan banjir akibat konektivitas drainase dengan jalan serta lintasan kereta api, yakni Kecamatan Medan Deli, Medan Tembung, Medan Helvetia, Medan Labuhan, Medan Barat serta Medan Denai. Guna memperjelas kondisi yang terjadi di lapangan, Wakil Wali Kota pun minta kepada masing-masing camat untuk memaparkannya.

Usai pemaparan yang dilakukan keenam camat, Wakil Wali Kota pun berharap agar apa yang menjadi akar pemicu terjadinya genangan air maupun banjir bisa diatasi. Permintaan Wakil Wali Kota pun langsung ditanggapi positif, artinya masing-masing perwakilan stakeholder menyatakan sangat mendukung upaya untuk mengatasi genangan air dan banjir tersebut.

Asisten Manager Penjaga Aset PT KAI (Persero) A Aman Yoga, salah satunya, sangat mendukung upaya mengatasi genangan air maupun banjir karena air merupakan musuhnya PT KAI. Diterangkannya, gorong-gorong maupun box culvert yang ada saat ini dibangun berdasarkan kajian dan mengadopsi  dengan kondisi lingkungan ketika itu.

“Jika saat ini keberadaan gorong-gorong ataupun box culvert yang tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini sehingga perlu dilakukan pelebaran, PT KAI siap mendukungnya. Kami akan kerjasama dengan Balai Teknik. Pasalnya, tidak semua gorong-gorong bisa dilebarkan ada titik-titik yang tidak bisa dilintasi air yang akan berdampak dengan lintasan kereta api nantinya,” ungkap Yoga. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Wakil Wali Kota Medan Ajak Lestarikan Kain Ulos

Published

on

Medan, Geosiar.com – Seratusan masyarakat sangat antusias menyaksikan peringatan Hari Ulos Nasional 2019 di Lapangan Merdekan Medan, Kamis (17/10). Peringatan ini menjadi tahun ketiga setelah pemerintah menetapkan ulos sebagai salah satu warisan budaya tak benda (WTWB) sejak 17 Oktober 2014 lalu. Acara ini digelar guna menanamkan serta menumbuh kembangkan kecintaan masyarakat, khususnya Suku Batak pada kain ulos sebagai upaya pelestarian budaya.

Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi hadir dalam acara yang dibuka langsung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Pembukaan ditandai dengan pemotongan kue itak gurgur (kue khas suku batak) oleh Gubernur didampingi Wakil Wali Kota.  Namun sebelum itu, kehadiran Gubsu dan Wakil Wali Kota disambut dengan tarian khas Batak serta pemakaian ulos.

Dalam perayaan yang mengusung tema Batak Nampunasa Ulos (ulos milik suku Batak), Gubsu mengungkapkan rasa syukurnya karena Indonesia, khususnya Provinsi Sumut dikaruniai dengan keragaman suku, agama dan budaya. Oleh sebab itu, Gubsu berharap kekayaan budaya berupa kain ulos ini dapat tetap dilestarikan hingga menjadi warisan bagi anak cucu di masa mendatang.

‘’Kita patut berbangga karena Sumut diwarnai beragam kekayaan budaya yang tiada tara. Keberadaan berbagai suku, salah satunya suku Batak tentu memberi sumbangsih dalam kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikannya hingga tetap ada dan hidup di masa-masa selanjutnya. Dengan harapan, anak cucu kita juga akan mengetahui serta mencintai budaya tersebut,’’ kata Gubsu.

Peringatan ini semakin meriah dengan menampilkan parade dengan membentangkan kain ulos sepanjang 500 meter oleh pelajar dari sekolah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sidorame. Selain itu, disusul dengan karnaval yang menunjukkan berbagai jenis kain ulos di antaranya jenis Pucca, Bolean, Sidosdos Dairi, Ragihotang, Sibolang dan jenis lainnya. Adapun rute parade dimulai dari Wisma Benteng, Jalan Kapten Maulana Lubis menuju Lapangan Merdeka Medan. 

Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi pun mengaku, sangat  senang dengan digelarnya perayaan Hari Ulos Nasional tersebut. Dikatakan Wakil Wali Kota, acara ini menjadi bukti bahwa masyarakat, khususnya suku Batak menaruh perhatian besar pada kebudayaan asli milik mereka. Ini bilang Wakil Wali Kota, harus terus dilakukan agar kearifan lokal dan kebudayaan asli milik Indonesia tetap terjaga nilai dan sejarahnya.

‘’Kain ulos merupakan salah satu wastra nusantara. Wastra adalah kain tradisional peninggalan leluhur secara turun-temurun yang menjadi salah satu warisan kekayaan budaya Indonesia. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu aspek penting yang bisa kita fokuskan bersama hingga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dengan demikian akan berdampak pada meningkatnya sektor pariwisata Sumut, khususnya Kota Medan,’’ kata Wakil Wali Kota.

Selain itu ungkap Wakil Wali Kota  lagi, saat ini kain ulos masih dengan mudah dijumpai, terlebih dalam acara adat suku Batak. Lewat itulah, dirinya optimis kain ulos yang masuk dalam WBTB ini tetap dapat terus ada dan bertahan hingga masa mendatang. “Saya optimis, jika kita bisa terus melakukan beragam upaya pelestarian budaya asli nusantara seperti kegiatan hari ini, maka di masa mendatang kain ulos akan tetap lestari di tanah Sumatera Utara ini,”bilangnya. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com