Connect with us

Ekonomi

Pembangunan Pasar Rakyat Tiganderket, Warga Minta Aparat Penegak Hukum Turut Awasi

Published

on

Karo – Geosiar – Terkait Pembangunan Distribusi Pasar /Revitalisai Pasar Tiganderket kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo yang dilaksanakan melalui Dinas Pasar dan Perdagangan Kabupaten Karo dan dinilai warga tidak lagi sesuai dengan harapan warga dan pedagang di Pasar Rakyat Tiganderket.

Setelah Pemda Karo melakukan kajian dan analisis serta menetapkan peruntukkan pengalokasikan dana dengan judul Pembangunan Sarana Distribusi Perdagangan/Revitalisasi Pasar Rakyat Tiganderket yang terketahui melaui papan informasi dengan isi tertulis didalam Pelang proyek berlogo Pemkab Karo.

Pelang berisi Nomor kontrak : 027.2/684/ppk/2019, tertnggal 28 juni 2019, dengan nilai kontrak Rp.1.517.700.628.00 (satu miliar limaratus tujuhbelas juta tujuhratus ribu enamratus duapuluh delapan rupiah) dan sebagai pelaksana kegiatan CV Gung Pantar dengan masa pekerjaan selama 150 hari kalender, dengan alamat kantor di jln veteran gang sempakata kabanjahe, Sumber Dana Alokasi Khusus (Dak) APBN Tahun Anggaran 2019.

Warga bermarga Bangun yang sedang berada dilokasi pembangunan pasar tersebut saat ditemui awak media menjelaskan ” kami sebenarnya senang losd ini dibangun, dengan harapan disetiap ada acara adat ataupun berdagang di pasar ini kami tidak lagi terkena air hujan dan kebanjiran, tapi itu mungkin hanya sebatas mimpi kami saja, sebab dahulunya juga kami minta agar dibangun baru dengan lantai keramik dengan alasan yang nantinya juga dapat kami pergunakan sebagai tempat pertemuan pertemuan adat dan terkait pertemuan yang diadakan oleh pemerintahan desa, ujarnya.

Lanjutnya lagi, sangat sayang bila kita lihat pekerjaan yang menghabiskan uang miliaran rupiah ini hanya terlihat melakukan pengecatan dan penggantian atap (seng) Losd serta menambal lantai lantai penyanggah tiang losd yang sudah lama berdiri, kami berharap agar Pemda Karo dapat mengumumkan terkait pekerjaan apa saja yang dikerjakan seharusnya dan kami sangat berharap juga agar pihak kepolisian dan pihak kejaksaan dapat turut mengawasi pembangunan Losd pasar rakyat tiganderket ini.

Niat pemborong itu kami lihat sudahlah miliki kepentingan tertentu dengan tidak mencantumkan dipapan informasi terkait kapan pembangunan pasar rakyat ini dimulai dan hingga kapan harus selesai dikerjakan, maka kami sangat yakin bila diawasi secara langsung oleh Aparat Penegak Hukum maka kami akan menerima hasil pekerjaan pembangunan pasar rakyat ini sesuai dengan yang sudah direncanakan dan kami percaya pemkab karo telah merencanakan pembangunan ini dengan sangat baik, ujarnya menutup pembicaraan.

Secara kebetulan awak media bertemu dan mempertanyakan langsung kepada kepala desa Tiganderket, Kemi Sembiring, namun sayang kades tersebut enggan berkomentar dan hanya mengatakan ” benar yang dikatakan warga saya tersebut dan untuk keterangan lainya silahkan pertanyakan kepada dinas terkait ujar kades singkat.

Menanggapi hal yang dikatan warga Tiga Nderket tersebut dilokasi yang sama, Soni husni Ginting mengatakan ” Tidak di temukannya pihak pengawas dari instansi terkait atau apapun sebutannya bisa menjadi permasalahan yang mendasar atas pekerjaan fisik losd desa Tiganderket ini dengan alasan bagaimana mungkin tukang yang bekerja bisa bekerja sesuai dengan isi kontrak kerja antara instansi terkait dengan pihak rekanan.

Amatan saya dilokasi pengerjaan losd ini melihat isi papan informasi proyek dengan judul kegiatan Pembangunan distribusi pasar /Revitalisai pasar rakyat sementara melihat secara fisik para pekerja melakukan pengerjaan bersifat rehab, mengapa saya katakan pengerjaan bersifat rehab, pertama tidak ada bangunan baru yang terlihat dibangun sesuai dengan judul kegiatan pembangunan distribusi pasar, kedua pekerjaan yang di lakukakan hanya penggantian seng pada bagian atap seng serta pondasi tetap menggunakan pondasi lama berbahan kayu.

Serta hanya dilakukan plaster bagian bagian dudukan tiang pondasi yang rusak karena faktor usia, dan satu hal yang paling penting bahwa instansi terkait maupun rekanan seharusnya mensosialisakan atau memberikan gambaran kepada masyarakat prihal apa aja yang akan di kerjakan di losd tersebut, ujar soni mengakhiri.

Selanjutnya awak media akan mencoba segera mempertanyakan secara langsung kepada dinas terkait./edy surbakti

Advertisement

Ekonomi

Terjerat OTT KPK, Kekayaan Wali Kota Medan Capai Rp 20,3 Miliar

Published

on

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin

Geosiar.com, Medan – KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Eldin diamankan karena diduga menerima setoran dari dinas-dinas di Medan.

Menurut pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Eldin terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 2018 sebagai Wali Kota Medan. Dalam laporannya, total harta kekayaan Eldin sebesar Rp 20.399.766.565.

Rinciannya, Eldin mempunyai harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp 11.581.954.000 yang tersebar disejumlah kota seperti Deli Serdang, Medan, hingga Jakarta Selatan.

Eldin juga memiliki harta berupa lima kendaraan, meliputi 1 roda empat dan 4 kendaraan roda dua dengan nilai mencapai Rp 193.000.000.

Kemudian, Eldin juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp 3.663.296.565, serta harta bergerak lainnya Rp 4.961.516.000. Dengan demikian jika ditotalkan, keseluruhan harta kekayaan Eldin adalah Rp 20.399.766.565.

Eldin diamankan KPK bersama dengan enam orang lainnya. OTT ini mengenai dugaan setoran dari dinas-dinas di Kota Medan ke Eldin.

KPK juga mengamankan uang sebesar Rp 200 juta dalam OTT ini. Kini, Eldin telah dibawa ke gedung KPK Jakarta untuk diperiksa secara intensif.

Ketujuh orang yang kena OTT tersebut masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1×24 jam sebelum menentukan status hukum mereka.

Continue Reading

Ekonomi

BI: Turis Asing di Papua Barat Wajib Pakai Rupiah

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Bank Indonesia atau BI mengingatkan turis asing yang berkunjung ke Papua Barat harus menggunakan mata uang rupiah saat bertransaksi.

Deputi Kepala BI Perwakilan Papua Barat, FX Widarto mengatakan, pihaknya menerima informasi bahwa didapati turis asing yang memakai mata uang asing ketika bertransaksi dengan pedagang di lokasi pariwisata.

Ia menegaskan, setiap transaksi yang dilakukan di seluruh wilayah Indonesia wajib menggunakan mata uang rupiah.

“Seperti Raja Ampat, di sanakan sudah banyak wisman berkunjung. Transaksi dengan siapapun di sana, baik dengan hotel, pedagang dan lain sebagainya wajib menggunakan rupiah,” ucapnya.

Menurutnya, sudah ada jasa penukaran mata uang baik di Raja Ampat maupun di Kota Sorong yang menjadi pintu masuk menuju Raja Ampat.

“Nanti akan timbul masalah seperti ini, apakah semua masyarakat pedagang itu tahu berapa nilai per satu dolar. Kalau beli rokok atau minuman misalnya, jangan sampai terjadi penipuan,” ungkap Widarto.

BI pun mendorong supaya jasa penukaran valuta asing berkembang di setiap lokasi pariwisata di Papua Barat. Masyarakat atau pelaku usaha dapat mengajukan izin ke kantor BI.

Ia berharap, kedepannya jasa penukaran mata uang asing bisa diakses secara mudah di Papua Barat.

“Seperti hotel, kita akan dorong agar bisa membuka layanan penukaran uang bagi pengunjung luar negeri. Sehingga mereka mudah, tidak perlu jauh-jauh untuk tukar mata uang,” tutupnya.

Continue Reading

Ekonomi

BPS: Ekspor Indonesia Turun 1,29 Persen di September

Published

on

Aktivitas Ekspor Impor

Geosiar.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada September 2019 mencapai USD 14,10 miliar. Nilai itu turun 1,29 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor sebelumnya, yakni pada Agustus 2019. Serta turun 5,74 persen dibanding September 2018.

“Total nilai ekspor pada September 2019 sebesar USD 14,10 miliar. Turun 1,29 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” kata Kepala BPS, Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Suhariyanto merinci, ekspor migas menyumbang sebesar USD 0,83 miliar sedangkan ekspor non migas menyumbang 13,27 miliar. Kedua komponen itu sama-sama mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

“Dengan nilai ekspor USD 14,10 miliar, kompisisi ekspor menurut sektornya, untuk ekspor migas turun 5,17 persen secara month to month dan secara year on year turun tajam menjadi 37,13 persen,” ujarnya.

Berdasarkan sektor, ekspor non migas menyumbang 94,11 persen dari total ekspor pada September 2019. Masing-masing sektor non migas, misalnya pertanian, pengolahan dan pertambangan menyumbang USD 0,36 miliar, USD 10,85 miliar dan USD 2,06 miliar.

“Sama seperti bulan-bulan sebelumnya, ekspor masih perlu terus diperhatikan,” tutup Suhariyanto.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com