Connect with us

Nasional

Menkopolhukam Siap Pecat Aparat Gagal Atasi Karhutla

Published

on

Menko Polhukam gelar rapat koordinasi terkait pengendalian Karhutla di beberapa daerah di Indonesia, Jumat (13/9/2019) sekitar pukul 21:40 WIB. (Foto: 20.detik.com)

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyatakan siap menjalankan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tindakan kepada aparat TNI dan Polri yang dianggap gagal mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ya, dilakukan (memecat) namanya perintah presiden,” tutur Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Begitu pula dengan sejumlah Kapolda yang wilayahnya dilanda karhutla, Wiranto menyebut mereka telah menyatakan siap untuk dipecat atau dilengserkan dari jabatannya.

“Itu dilaksanakan dan sekarang Kapolda ada, tanya saja, mereka siap. ‘Pak kami siap untuk mendapatkan punishment, pencopotan tapi kalau kami berhasil tolong berikan reward’,” lanjut Wiranto.

Kendati demikian, Wiranto berujar bahwa pemerintah tak bisa seenaknya memecat Kapolda ataupun personel TNI. Sebab, pemecatan dilakukan hanya jika penanggulangan karhutla gagal dilaksanakan.

“Penanggulangan kebakaran hutan ada indikatornya. Pada saat nanti penanggulangan hutan dan lahan ini gagal di suatu tempat maka Kapolda, Pangdam dicopot atau diganti,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya telah memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencopot jajarannya yang tak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 6 Agustus lalu.