Connect with us

Sumut

Akhyar Nasution Ajak Tokoh Agama Agen Revolusi Mental di Lingkungannya

Published

on

Medan, Geosiar.com – Wakil Walikota Medan Ir Ahkyar Nasution berharap kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat mengubah revolusi mental dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sehingga semangat wawasan kebangsaan yang selama ini mulai pudar dapat tumbuh kembali.

Hal tersebut disampaikan Ahkyar Nasution saat membuka Workshop Gerakan Nasional Revolusi Mental di Medan, Rabu (11/9/2019). Akhyar berharap, workshop dapat berjalan lancar sehingg membuahkan hasil maksimal. Workshop dihadiri ratusan tokoh agama dan masyarakat perwakilan dari seluruh kecamatan di Kota Medan.

Dikatakan Wakil Wali Kota, sudah waktunya untuk meluruskan kembali cara berpikir bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dilandasi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI).

Selain itu tambah mantan anggota DPRD Medan itu, perlu juga dilakukan upaya menanamkan dan menumbuhkembangkan serta memelihara wawasan kebangsaan masyarakat melalui sentra-sentra pendidikan seperti sentra keluarga, masyarakat dan sekolah atau yang disebut Trin Sentra Pendidikan .

“Untuk itulah melalui kegiatan ini, saya berharap dapat menjadi pencerah bagi kita semua tentang pentingnya arti persatuan dalam membangun negara dan wawasan kebangsaan” kata Wakil Wali Kota.

 Ditambahkan, kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang mengikuti workshop dapat menjadi agen perubahan  di lingkungan sekitarnya. “Marilah kita bersama-sama menebar virus revolusi mental dan wawasan kebangsaan di lingkungan tempat tinggal kita masing-masing,” harapnya.

 Selain itu, Wakil Wali Kota selanjutnya mengajak seluruh yang hadir untuk kembali menggeliatkan rasa kegotongroyongan dalam kehidupan sehari. Rasa kegotongroyongan saat ini dinilai mulai memudar di tengah masyarakat. Padahal semangat kegotongroyongan itu sangat penting dalam upaya menumbuhkan rasa persatuan dan kebersamaan.  

Memudarnya semangat gotong royong menjadi salah satu pemicu meningkatnya street crime (kejahatan jalanan) di Kota Medan. Sebagai contoh aksi begal yang terjadi di jalan, pelakunya bisa leluasa bertindak akibat minimnya warga yang membantu korban saat peristiwa itu terjadi di depannya. Warga hanya menyaksikan tanpa upaya membantu sehingga pelaku bebas melakukan aksinya.

“Ketidakpedulian itulah yang memicu aksi begal meningkat dan terus berulang. Jadi melalui kegiatan ini, mari kita tingkatkan kembali rasa kegotongroyongan tersebut,” pesannya.

Selain rasa kegotongroyongan, Wakil Wali Kota juga  mengajak semua untuk mendukung kebersihan di wilayah tempat tinggalnya masing-masing dengan tidak membuang sampah sembarangan. Di samping itu juga dapat menyediakan wadah yang sederhana untuk tempat sampah sehingga sampah tidak berserakan dan mudah diangkat.

 “Dengan tumbuhnya rasa kepedulian kita akan kebersihan, insya Allah keinginan menjadikan Kota Medan bersih sampah dapat terwujud. Sebab, menjaga kebersihan bukan tanggung jawab pemerintah sementara melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari mulai saat ini kita tanamkan rasa kepedulian akan kebersihan dalam diri masing-masing. Ingat, menciptakan kebersihan harus  dimulai dari diri kita sendiri,” pesannya.

Sebelumnya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan Sulaiman Harahap menjelaskan, maksud dan tujuan digelarnya workshop guna  mengubah cara pandang, pikiran, sikap dan perilaku setiap orang untuk borientasi pada kemajuan dan kemoderan sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar. “Di samping itu juga untuk memberikan gambaran umum Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan 3 nilai dasar yang terkandung dalam revolusi mental,” jelas Sulaiman.

Selanjutnya sebagai nara sumber workshop yang mengusung tema, “Dengan Semangat Revolusi Mental Kita Bangun Jiwa Gotong Royong dan Toleransi Era Milenial Menuju Indonesia Unggul”, jelas Sulaiman, pihaknya mendatangkan Kapolrestabes Medan, Kanwil Menkumham Sumut, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan serta Bakesbangpol Medan. (lamru)

Advertisement

Sumut

Kapolres Sergai Cek Ranmor Dinas Personel untuk Patroli Rutin Cegah Covid-19

Published

on

Kapolres Sergai Cek Ranmor Dinas Personel untuk Patroli Rutin Cegah Covid-19

Geosiar.com, Sergai – Dalam Kesiapan Patroli rutin Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang, SH, M.Hum melakukan pengecekan terhadap kendaraan dinas personel dan Bhabinkamtibmas Polres Sergai di Halaman Mapolres Sergai, Senin (30/03/2020).

Turut hadir mendampingi Kapolres dalam pengecekan Ranmor Dinas Waka Polres Kompol Gunawan Hery Sudarto, kabag Ops Kompol Sofyan, Kasat Sabhara AKP Abdul Rahman, Kasat Binmas AKP Syarifuddin Kasubag Sarpras AKP. A. Yani Siregar, Kasi Propam IPDA. AM Purba.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sergai kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel dan kendarannya dalam melakukan Patroli Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di desa-desa wilayah hukum Polres Sergai.

“Kita lakukan pengecekan terhadap Ranmor dinas personel, sebagai penunjang tugas di lapangan dalam memberikan imbauan dan patroli ke desa-desa dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” Kata Kapolres saat melakukan pengecekan Ranmor.

Selain melakukan pengecekan kendaraan dinas, AKBP Robin juga mengajak seluruh personel Polres Sergai dan Bhabinkamtibmas agar selalu melakukan sosialisasi serta imbauan kepada masyarakat agar tetap berada dirumah dan tidak melakukan kegiatan yang dapat melibatkan banyak orang.

“Demi keselamatan masyarakat, mari kita tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar tetap dirumah dan tidak membuat kegiatan yang melibatkan banyak massa,” Ajak Kapolres.

Ia juga mengingatkan, dalam mengimbau dan membubarkan kerumunan masyarakat, Kapolres mengingatkan Personel Polres Sergai agar humanis, namun tetap tegas sehingga tidak terjadi kontra antara Polri dengan Masyarakat,” ujar Kapolres. (art)

Continue Reading

Sumut

PDP Corona Meninggal di RS Madani Medan, Sempat ke Padang dan Tanjungbalai

Published

on

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, sekaligus Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah

Geosiar.com, Medan – Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) laki-laki berinisial SA terkait wabah virus corona (Covid-19) meninggal dunia di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit (RS) Madani, di Jalan AR Hakim, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pasien ternyata sempat mempunyai riwayat perjalanan ke luar daerah.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, sekaligus Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, PDP itu sebelumnya sempat berkunjung ke Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dan singgah ke Tanjungbalai.

“Informasinya dia dari Padang dan singgah di Tanjungbalai, itu yang baru kita dapat,” ungkapnya kepada awak media pada Senin (30/3/2020).

Aris menjelaskan, ketika perjalanan ke RS, pasien dalam kondisi sesak. Usai dilakukan pemeriksaan, maka ditetapkanlah ia menjadi PDP dan langsung dilakukan persiapan untuk pengiriman ke ruang isolasi antara RSUP Haji Adam Malik atau RS GL Tobing.

“Tapi kondisinya terus menurun dan diobservasi, hingga akhirnya meninggal dunia di situ,” ungkap dia.

Atas meninggalnya PDP yang merupakan petinggi salah satu partai di tingkat Sumut ini, Aris mengatakan, status keluarganya karena mempunyai kontak erat ditetapkan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

OTG adalah seseorang yang tidak bergejala dan berisiko tertular dari orang yang terkonfirmasi Covid-19 atau yang sudah dinyatakan positif secara laboratorium.

“Status keluarganya karena dia kontak erat maka OTG, saat ini sudah dilakukan pemantauan oleh Dinkes Medan,” tandasnya.

Continue Reading

Sumut

Krisis Pangan, Organda Medan Minta Sopir Angkot Disubsidi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan Jaya Sinaga diharapkan segera memberikan subsidi pangan kepada para sopir angkutan kota (angkot) di kota Medan. Sopir angkot dari berbagai merek saat ini terancam krisis pangan.

“Sejak merebaknya wabah Coronavirus Disease 2019 (covid-19) dengan meliburkan anak sekolah, penumpang angkot menurun drastis. Selanjutnya, dilakukan lock down area serta penutupan ruas jalan di Medan, penghasilan sopir terus merugi,” ujar Jaya Sinaga (foto) kepada wartawan di Medan, Senin (30/3/2020).

Kondisi demikian membuat para sopir angkot nyaris putus asa karena harus memenuhi kebutuhan keluarga. “Kita sangat maklum, pendapatan supir angkot pas pasan, dicari hari ini adalah untuk belanja besok. Jika tidak ada penghasilan hari ini terpaksa ngutang. Kejadian itu lah yang dialami skpir di Medan saat ini,” terang Jaya.

Dikatakan Jaya Sinaga, pihaknya selaku himpunan para sopir dan armada tidak bisa berbuat banyak untuk solusi menyikapi kondisi sekarang. Untuk itu, secara resmi Organda Medan minta Pemko Medan memberikan subsidi kepada sopir angkot.

“Subsidi itu bisa bantuan langsung tunai berupa sembako. Kita sangat berharap jika realisasinya dapat lebih cepat dan akan lebih bagus,” pintanya.

Menurutnya, subsidi tersebut hal yang wajar dan bagian tangung jawab sosial pemerintah atas kelangsungan biaya hidup para sopir angkutan umum yang tidak dapat lagi berpenghasilan harian. “Karena mereka bukan pegawai tapi pekerja harian. Mencari hari ini untuk makan besok,” imbuhnya.

Selain kepada Pemko Medan, Jaya juga berharap bila ada bantuan dari lembaga lainnya bahkan pihak swasta. “Kondisi rakyat lagi kesusahan saat itu. Untuk makan saja mulai terancam apalagi untuk memenuhi kebutuhan lain. Maka sangat diharapkan uluran dermawan,” tambah Jaya Sinaga. (lamru).

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com