Connect with us

Nasional

Yasonna Laoly Resmi Jadi Guru Besar Ilmu Kriminologi STIK Polri

Published

on

Yasonna Laoly Resmi Jadi Guru Besar Ilmu Kriminologi STIK Polri

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dikukuhkan menjadi guru besar Ilmu Kriminologi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri pagi ini (11/9/2019). Pengukuhan Yasonna menurut Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 11 Juli 2019.

Pengukuhan ini dilangsungkan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan. Yasonna tampak hadir sekira pukul 07.50. Dirinya mengenakan kemeja putih, jas dan celana hitam, serta toga.

Yasonna sempat foto bersama dengan beberapa rekan-rekannya. Ia masuk ke auditorium beriringan sambil menggandeng Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Acara pengukuhan ini juga dihadiri oleh para petinggi negeri. Yakni Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman.

Selain itu hadir juga Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Nasional

MUI Apresiasi Penundaan RKUHP

Published

on

Komisi Hukum MUI Ikhsan Abdullah

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo menunda pengesahan RUU KUHP dan dikabarkan pengesahan tidak dilakukan oleh DPR Periode 2014-2019. Hal itu diapresiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI.

“Presiden sebagai pimpinan kita sudah memberikan ruang lagi untuk pembahasan, kajian, dan pendalaman terhadap materi RKUHP,” ungkap Komisi Hukum MUI Ikhsan Abdullah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2019).

Kajian mendalam terhadap materi RKUHP diakui sangat penting agar tidak merugikan warga negara.

“Jangan sampai kalau sudah diketok, malah bermasalah untuk kita semua,” katanya.

Ikhsan mengatakan, penundaan ini mesti dimanfaatkan masyarakat sipil, akademisi, hingga DPR untuk mengakomodasi dan membahas pasal-pasal krusial. “Seperti soal perzinahan, penghinaan terhadap presiden, yang kaitannya dengan perempuan, dan lainnya.”

Keputusan pemerintah menunda pengesahan RKUHP, lanjut Ikhsan, harus ditanggapi dengan positif.

“Barang kali masih ada ruang untuk diperdebatkan lagi dan untuk lebih menyempurnakan lagi pasal-pasal di dalamnya. Itu semangatnya,” tandasnya.

Continue Reading

Nasional

Tonton Film Hayya, Anies Baswedan Teringat Penderitaan Palestina

Published

on

Anies Baswedan menonton film Hayya

Geosiar.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonton film ‘Hayya, The Power of Love 2’ di Studio XXI Pondok Indah Mall, Jakarta, pada Kamis (19/9/2019). Ia menikmati film itu bersama istrinya, Fery Farhati serta ibundanya, Aliyah Rasyid Baswedan.

Anies mengaku, film tersebut mengingatkannya pada penderitaan anak-anak di Palestina. Juga kepedulian bangsa Indonesia pada Palestina. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan lima foto yang diunggah di akun instagramnya.

Menurut Anies, cinta merupakan kata kerja dan semua hal sebenarnya bisa dikerjakan sebagai ungkapan cinta.

“Apalagi untuk anak yatim piatu dari tanah pendudukan yang penuh desingan peluru,” kata Anies.

Ia menambahkan, setelah menonton film itu, dirinya merasa ‘Hayya’ padat akan pesan dan sukses mengalirkan nuansa haru, takjub, dan menggugah simpati.

Unggahan Anies ini mendapatkan komentar dari hampir 2.000an netizen.

Akun resmi film tersebut, @hayyathemovie juga menangkap layar unggahan Anies ini dijadikan unggahan mereka pada Jumat, 20 September 2019.

“Oh iya, kemarin kita kedatangan tamu besar di PIM XXI, yakni pak gubernur #@aniesbaswedan dan beliau kebetulan juga suka dengan filmnya,” tulisnya.

Film yang dibintangi oleh Fauzi Baadila itu sudah mencatat ada 93.276 penonton di hari pertama.

Continue Reading

Nasional

Jokowi Tunda Pengesahan RKUHP, Ini Kata PKB

Published

on

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Geosiar.com, Jakarta – Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anwar Rachman menyayangkan keputusan Presiden Joko Widodo soal penundaan pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Menurutnya, kini saatnya Indonesia mempunyai kitab hukum pidana sendiri untuk menggantikan KUHP peninggalan kolonial Belanda itu.

“Kami sangat menyayangkan, kalau tidak sekarang kapan lagi kita punya KUHP sendiri?” ujar Anwar kepada awak media, Sabtu (21/9/2019).

Proses pembahasan dan revisi KUHP ini ternyata telah berjalan selama 40 tahun dengan menguras anggaran, tenaga, dan pikiran.

Menurut Anwar, wajar saja hal ini menimbulkan pro-kontra terhadap RKUHP mengingat Indonesia merupakan negara demokrasi. Akan tetapi tambahnya, pengesahan RKUHP sebaiknya tetap dilakukan oleh DPR periode ini.

Anwar mengatakan, pihak-pihak yang tak sepakat dengan RKUHP tinggal mengajukan uji materi saja ke Mahkamah Konstitusi.

“Yang tidak setuju terhadap pasal-pasal dalam KUHP baru kan bisa ajukan judicial review ke MK,” katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan agar menunda pengesahan RKUHP. Jokowi menyatakan bahwa ada 14 pasal yang bermasalah, dan menurutnya harus dikaji ulang.

“Saya lihat materi yang ada, substansi yang ada kurang lebih 14 pasal,” jelas Jokowi, di Istana Bogor, Jumat (20/9/2019).

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com