Connect with us

Hukum

Pemda Karo Harus Tegas Terkait Fungsi Lahan Mbal Mbal Nodi, Jangan Tunggu Korban Jiwa Susulan

Published

on

saat petugas kepolisian memaparkan para tersangka beserta barang bukti parang dan kelewang

Tanahkaro – Geosiar – Peristiwa tindak pidana Penganiayaan secara Bersama sama yang Mengakibatkan Meninggalnya Orang Lain terjadi seputaran Mbal – mbal Nodi Desa Mbal – mbal Petarum, Kec Lau Baleng Kabupaten Karo (didekat SD Negeri Paya Mbelang), rabu, 11 September 2019 sekira pukul 11.00 Wib.

informasi yang didapat geosiar dari Kapolsek Mardinding AKP L Marpaung saat dikonfirmasi terkait kasus yang cukup sadis ini menjelaskan melalui aplikasi nomor selulernya “benar telah terjadi penganiayaan secara bersama sama dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, adapun kelompok dari Saifan Ginting datang ke lokasi tanah garapan yang dikuasai oleh Batas Ukur Karo karo atas inisiatif dari Paham Perangin angin untuk dikuasai dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Bermula adanya laporan dari masyarakat tentang adanya Penganiayaan secara bersama sama yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, selanjutnya personil Polsek Mardinding dipimpin Kapolsek Akp L Marpaung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyetopan terhadap mobil berjenis Avanza Warna Biru BK 1857 ID dan Mobil Xenia Warna Putih BK 1271, dan diduga didalam kenderaan tersebut para tersangka akan melarikan diri.

Kemudian petugas langsung mengamankan sejumlah 11 tersangka dan memboyongnya ke Polsek mardinding beserta dengan Barang Bukti, adapun identitas korban meninggal dunia akibat dari penganiayaan secara bersama sama tersebut bernama Batas Ukur Karo – Karo (Lk), berumur kurang lebih 50 Thn, Bertani, alamat Dusun Paya Mbelang Desa Mbal – mbal Petarum Kec Lau Baleng Kab Karo.

Para Tersangka (tsk) Saifan Ginting (35) Supir, penduduk Kelurahan Paya Roba Kec Binjai Barat Kodya Binjai, Haidir (25) penduduk Binjai, Irwan (48) penduduk Binaji, Priyono (27) penduduk Sai Binge Kab. Langkat, Mulianta Sitepu (32) penduduk Telaga Kab. Langkat., Rizky sitepu (25) penduduk Desa Suka Nalu Teran Kec. Simpang empat Kab. Karo, Alwin (45) penduduk Binjai, Muhammad Rohim (27) swasta, penduduk Jalan samura Kabanjahe, Edu Markoni Sembiring (31) penduduk Desa Berastepu Kec. Simpang empat Kab. Karo, Julkifli Rangkuti (39) penduduk Binjai, Dion Ginting (23) penduduk Desa Dataran Tinggi jalan Ikan suratin Binjai Timur.

Lanjutnya, kronologis terjadinya Penganiayaan tersebut, selasa tanggal 11 September 2019 pukul 11.00 Wib, Korban berjumpa dengan kelompok Saifan Ginting dkk dan menanyakan apa maksud dan tujuan mereka datang ke tanah garapan dengan mengukur ukur tanah yang dikuasai Batas Ukur Karo karo (korban).

Merasa tidak senang kelompok Saifan Ginting yang berjumlah sebanyak 11 orang melakukan penganiayaan kepada Batas Ukur Karo karo dengan mempergunakan senjata tajam jenis parang dan mengakibatkan Korban Meninggal dunia, dan tanah garapan tersebut dalam penguasaan Batas Ukur yang ingin direbut oleh kelompok Saifan Ginting, dan barang bukti yang berhasil disita, 10 Pucuk senjata tajam jenis parang / pedang, 1 buah sarung pisau, 1 buah meteran, 1 unit Mobil Avanza Warna Biru BK 1857 ID, 1 unit Mobil Xenia warna Putih BK 1271 DT.

Rencana tindaklanjut yang dilakukan dengan membuat laporan polisi dan memeriksa saksi saksi, menyita yang terkait dengan barang bukti serta mengamankan seluruh tersangka dan mencari Paham perangin angin (DPO), melimpahkanya hingga kepada Jaksa penuntut umum (jpu), terhadap Beri Sembiring (40) penduduk desa Berastepu Kec. Simpang empat Kab. Karo, mengalami luka tusuk dibagian punggung, saat ini sudah berada di Puskesmas Tigabinanga dan sudah di cek oleh personil dari polsek mardinding, jelas Kapolsek mardinding.

Terkait adanya korban jiwa dilahan penjalangan mbal mbal Nodi, Bupati Karo dikonfirmasi melalui humas protokoler pemkab karo belum memberi jawaban hingga berita ini ditayangkan.

Dari informasi lanjutan yang diterima awak media terkait adanya beberapa tersangka yang melarikan diri dengan menggunakan sebuah mobil berjenis toyota fortuner berwarna hitam yang diduga mengantarkan tersangka untuk melakukan perawatan di puskesmas tigabinanga kecamatan tigabinanga kabupaten karo, atas informasi ini awak media akan mencoba konfirmasi kepada kapolsek Mardinding dan puskesmas tigabinanga terkait kebenaranya./edy surbakti

Advertisement

Hukum

DPRD Medan dan Polresta Belawan Sepakat Dorong Pemko Sejahterahkan Warga Medan Utara

Published

on

Medan, Geosiar.com – Komisi I DPRD Medan mengaku sepakat mendorong Pemko Medan untuk upaya peningkatan kesejahteraan warga Medan Utara. Peningkatan ekonomi rakyat dipastikan mengurangi kejahatan.

Kesepakatan itu gagas saat Komisi I DPRD Medan melakukan silaturahmi dan diskusi ke Polres Pelabuhan Belawan terkait memaksimalkan pengamanan, Senin (27/1/2020). Saat diskusi terungkap, tindak kejahatan merajalela karena ekonomi masyarakat Belawan banyak susah.

Kunjungan Komisi I dipimpin Ketua DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong didampingi Wakil Ketua Margaret MS anggota Abd Rani SH, Parlindungan Sipahutar, Mulia Asri Rambe (Bayek), Muliya Nasution dan Abd Latif Lubis. Mereka diterima Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Dr Mhm R Dayan SH MH didampingi stafnya.

Dalam pertemuan, Kapolres Pelabuhan Belawan R Dayan mengungkapkan, tindak kejahatan di wilayah Belawan sangat tinggi. Namun setelah ditelusuri, tindak kejahatan merajalela dikarenakan kehidupan masyarakat Belawan sangat memprihatinkan.

“Selain penindakan, kita tetap melakukan pembinaan dan faktanya banyak melakukan kejahatan karena persoalan ekonomi. Tentu, kita mencari solusi dan langkah yang perlu diambil dan salah satunya memberantas kemiskinan,” terang Dayan.

Terkait hal itu Dayan mengajak DPRD Medan bekerjasama mendorong Pemko Medan memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Belawan. “Banyak perusahaan di Belawan ini, tapi masyarakatnya tergolong susah. Kemana dana CSR nya semua. Ini perlu dikordinir,” pinta Dayan.

Dikatakan Dayan, saat ini ada ratusan perusahaan di Medan Utara, jika satu perusahaan saja mememberikan CSR nya Rp 1 juta per bulan dipastikan dapat mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar. Dayan berharap dukungan DPRD Medan mendorong Pemko Medan merealisasikan CSR teraebut. “Mohon dukungan dan saran untuk menjawab harapan masyarakat,” tutur Dayan.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPRD Medan Mulia Asri Rambe (Bayek) asal daerah pemilihan Medan Utara menyebutkan, banyaknya kejahatan di Medan Utara dikarenakan sulitnya ekonomi masyarakat.

Bayek pun mempertanyakan langkah dan peran Kapolres Belawan menyikapi hal tersebut. Bayek berkeyakinan, jika ekonomi masyarakat membaik akan mengurangi tindak kejahatan.

Sedangkan anggota Komisi lainnya, Abd Rani SH menyampaikan, mendorong Pemko agar pembangunan ke Medan Utara diharapkan hal yang prioritas. “Tidak cukup hanya fokus perubshan RTRW saat ini. Tetapi lebih fokus perbaikan kesejahteraan warga,” ujar Abd Rani selaku politisi PPP itu.

Selain itu Abd Rani juga minta Polres Belawan supaya memperhatikan sarana dan prasarana tahanan di Polres Belawan. Seperti ruang tahanan yang sering overkapasitas supaya dibenahi.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong mensuport Polisi melakukan upaya pemberantasan kejahatan di wilayah hukum Polresta Belawan. Terkait bantuan CSR dari perusahaan kepada masyarakat Rudiyanto menyebut sangat tepat. “Pemko kita dorong menjajaki hal itu,” ujar Rudiyanto. (lamru)

Continue Reading

Hukum

Kendati Sudah Dipecat, Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya Masih Ngantor

Published

on

Medan, Geosiar.com – Kendati Rusdi Sinuraya sudah menerima surat pemecatan selaku Dirut PD Pasar dari Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution pada Senin 20 Januari 2020. Namun, hari ini Selasa 21 Januari 2020 pagi, Rusdi Sinuraya masih masuk kantor.

Kepada Geosiar.com, Selasa pagi (21/1/2020) Rusdi mengaku memang sudah menerima surat pemecatan dari Pemko Medan yang ditandatangani Plt Walikota Medan Ir Akyar Nasution. Namun kata Rusdi, kendati sudah menerima surat pemecatan, Rusdi akan tetap bertahan karena menilai kebijakan pemecatan Dirinya tidak benar.

“Kebijakan itu tidak benar, maka melalui kuasa hukum, saya sudah mendaftarkan keberatan ke PTUN. Saya tetap bertahan sambil menunggu keputusan PTUN,” terang Rusdi.

Disampaikan Rusdi, Dianya mengaku telah menerima surat pemecatan dengan tidak hormat itu, Senin (20/1/202). Rusdi mengaku merasa terkejut tiba tiba ada surat pemecatan. Setelah konsultasi dengan penasehat hukum dan memutuskan untuk bertahan dan PTUN kan surat keputusan itu.

“Unruk proses hukum, Semuanya saya serahkan melalui kuasa hukum saya Refman Basri. Begitu juga surat keberatan saya sudah dikirim ke Pemko Medan,” sebut Rusdi.

Terkait alsan pemecatannya selaku Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya tidak banyak komentar. Namun selama ini Dianya mengaku sudah banyak melakukan yang terbaik untuk pengembangan pasar di kota Medan.

“Terserah masyarakat saja yang menilai. Saya sudah berbuat dan melakukan perbaikan pasar pasar di kota Medan. Saya pun heran, apa karena saya saat ini berniat mencalonkan Wakil Walikota Medan maka sampai dipecat. Saya berniat pencalonan untuk memotivasi dan meningkatkan kerja. Niat saya tetap berbuat baik dan berkeinginan menjadi pemimpin yang bermanfaat untuk Medan,” sebut Rusdi.

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya dipecat dari jabatannya. Pemecatan Rusdi tertuang dalam surat keputusan bernomor 821.2/43.K/2020 tertanggal 16 Januari 2020.

Dalam surat keputusan tersebut, tidak hanya Rusdi yang dipecat, tapi juga dua direksi lainnya yakni, Direktur Operasional Yohny Anwar dan Direktur Pengembangan Arifin Rambe.

Disebutkan, terbitnya surat pemecetan karena tidak mampu memperbaiki kinerja. Karena saat hari pertama kerja ditahun 2020, Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution sudah memberikan peringatan kepada seluruh Direksi PD Pasar untuk membenahi 3 pasar tradisional yakni Pasar Marelan, Pusat Pasar, dan Pasar Kampung Lalang dalam waktu dua minggu. Namun sampai batas waktu ditentukan tidak ada perbaikan. (lamru)

Continue Reading

Hukum

Klarifikasi, Cemarkan Nama Baik di IG, Fitriani Manurung Polisikan Febi Nur Amelia

Published

on

Medan, Geosiar.com – Merasa dihina dan mencemarkan nama baik, Hj Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd mengadukan pemilik Istragram (IG) Febi Nur Amelia ke Polisi. Dimana dalam caption history yang dipostingnya, menyebar informasi fitnah menyebut Fitriani memiliki hutang.

“Saya mengadukan berdasarkan UU ITE, karena dalam postingan history tersebut telah menghina dan mencemarkan nama baik saya. Dalam kalimat di caption history milik Feby Nur Amelia tidak benar dan merupakan suatu caption bohong,” sebut Fitriani Manurung (foto) kepada Geosiar.com, Jumat, (10/1/2020).

Seiring dengan itu juga, Hj Fitriani Manurung sekaligus memberikan klarifikasi terhadap berita yang beredar di berita beberapa media Online dan Surat Kabar dengan Judul “Tagih Utang di Istagram, seorang wanita malah dipolisikan”.

Dalam klarifikasi yang menyebutkan, Hj FITRIANI MANURUNG, S.Pd., M.Pd adalah selaku pihak yang membuat Laporan Polisi atas perbuatan FEBI NUR AMELIA sehubungan dengan postingan di history IG miliknya yang memuat atau mendistribusikan sesuatu informasi yang memuat suatu penghinaan atau mencemarkan nama baiknya

Fitriani menegaskan, Ianya tidak pernah meminjam sejumlah uang kepada FEBI NUR AMELIA, dan oleh karenanya tidak ada kewajiban hukum untuk melakukan pembayaran sejumlah uang kepada FEBI NUR AMELIA.

Sedangkan tujuan membuat Laporan Polisi atas perbuatan FEBI NUR AMELIA untuk mengungkap kebenaran secara hukum dan memastikan kebenaran caption history yang dibuat FEBI NUR AMELIA.

Diyakini, dalam tahap pemeriksaan atas upaya hukum (Laporan) yang dilakukan sudah tentu masing-masing pihak diwajibkan untuk membuktikan laporannya dan menyanggah sehinggah dapat mengungkap kebenaran.

Ditambahkan, terhadap apa yang telah diterangkan Febi Nur Amelia tentang permasalahan hutang tersebut, agar terhadap perkara ini mendapatkan terang seyogiya dia (FEBI NUR AMELIA) harus membuktikan tentang keterangan yang sebenarnya.

Karena pada dasarnya kata Fitriani, sebagaimana dalam proses pembuktian “Apabila kita mendalilkan A, harus kita buktikan A tersebut,” ujarnya. Dan selain itu, terhadap hutang piutang sebagaimana keterangannya di berita media online dan Surat Kabar, sebelum perkara dipersidangkan di Pengadilan Negeri Medan, Fitriani telah mendapatkan 2 (dua) kali somasi dari Kuasa Hukum FEBI NUR AMELIA. Dan terhadap somasi-somasi tersebut telah dijawab melalui Kuasa Hukum “Law Office TARIGAN-SIHOMBING & Partner’s”.

Dan seyogiyanya apabila persoalan hukum yang telah diterangkan FEBI NUR AMELIA tersebut benar adanya, sehingga timbulnya peristiwa hukum tentang hutang piutang antara Fitrisni dengan FEBI NUR AMELIA adalah hal yang sesuai dengan fakta hukum, maka dia (FEBI NUR AMELIA) berhak untuk mengajukan upaya hukum balik kepada Fitriani sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Ditambahkan, bahwa terhadap Laporan Polisi saya tersebut, telah melewati proses yang panjang untuk membuktikan bahwa perbuatan FEBI NUR AMELIA yang memfosting caption di history Istragam miliknya tersebut adalah suatu postingan yang telah menghina dan mencemarkan nama baik.

Hal ini juga telah didukung dengan Keterangan Ahli ITE dan ahli bahasa untuk membuktikan bahwa perbuatan FEBI NUR AMELIA tersebut adalah telah masuk dalam kategori penghinaan dan pencemaran nama baik.

Dengan demikian, apa yang diberitakan dalam Berita Online dan Surat Kabar sehubungan dengan berita dengan judul “Tagih Hutang di Istagram, seorang wanita malah dipolisikan” atau berita dengan judul lainnya yang ada hubungannya dengan peristiwa hukum antara Fitriani dengan FEBI NUR AMELIA sehubungan dengan Laporan Polisi tersebut, perlu diklarifikasi tentang kebenaran dan fakta agar semua khalayak ramai mengetahui bahwa hubungan hukum antara Fitriani dengan FEBI NUR AMELIA tidaklah sesuai dengan apa yang telah diberitakan di media Online dan Surat Kabar. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com