Connect with us

Politik

PDIP Penuhi Syarat Usung Calon Sendiri Pilwakot Medan, Diminati Banyak Balon

Published

on

Medan,Geosiar.com – Perolehan 10 kursi dari 50 kursi DPRD Medan dan partai pemenang pada Pileg April lalu di kota Medan, PDIP memenuhi syarat untuk mengusung calon Kepala daerah sendiri tanpa koalisi. Tak heran, PDIP pun banyak diminati bakal calon (balon) sebagai perahu menuju Walikota Medan pemilihan Walikota (Pilwalkot) Medan Tahun 2020 mendatang.

Terbukti, sejak dibuka pendaftaran 1 September 2019, hingga 10 September 2019 sudah enam orang yang telah mengambil formulir pendaftaran penjaringan Balon Wali Kota Medan.

Kelima Balon tersebut Akhyar Nasution (Wakil Wali Kota Medan), Sidharta Pelawi (keluarga Jamin Ginting), Hamdan Simbolon (Ketua DPC PKB Medan), Nezar Djoeli (Anggota DPRD Sumut Partai Nasdem), Yudi Irsandi (pengacara) dan
Komisaris Besar Polisi (Purn) Maruli Siahaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Medan, Hasyim SE (foto) kepada wartawan di Medan, Selasa (10/9/2019). Menurutnya pendaftaran dari 1-14 September 2019 dan sampai saat ini sudah ada enam orang yang ambil formulir pendaftaran.

“Tapi apakah semua nya sudah mengembalikan kembali formulirnya, saya belum dapat informasi terbaru. Yang pasti pendaftaran dibuka untuk semua kalangan, baik dari kalangan ekternal maupun internal partai. Kami ingin menjaring seluruh orang yang potensial dan memiliki kompetensi. Terbuka untuk umum, dan dalam prosesnya tidak dikutip biaya alias gratis,” sebutnya

Menurutnya, proses penjaringan yang dilakukan oleh DPC PDIP Medan adalah tahap awal. Di mana, keputusan akhir tetap berada di tangan DPP. “Nanti DPP yang melakukan penjaringan lagi dan penetapan. Selama penjaringan itu akan diseleksi dengan ketat memilih calon yang mumpuni, berpotensi, memiliki integritas yang tinggi dan berpeluang besar akan menang,” ujarnya.

Ditambahkan, DPP PDI Perjuangan nantinya juga akan melakukan survei independen untuk mengetahui siapa orang-orang yang memiliki peluang menang dan diinginkan warga Kota Medan. “Setelah pendaftaran ditutup, DPC akan mengirim berkas nya ke DPD dan kemudian dikirimkan ke DPP. Yang pasti kalau calon itu memiliki potensi menang besar, maka tentu DPP akan mengusung nya pada Pilkada 2020 mendatang,” kata Hasyim.

Terkait, kemungkinan DPP PDI Perjuangan sudah memiliki calon untuk diusung, Hasyim mengakui kemungkinan itu ada tapi semua keputusan dari DPP.
“Saya tidak tahu kepastiannya. Karena DPP yang menentukan itu,” ucapnya.

Sementara untuk rencana koalisi dengan Parpol lainnya dalam Pilkada nanti, Hasyim mengatakan PDI Perjuangan terbuka untuk komunikasi dengan Parpol mana saja. Meskipun sebenarnya PDI Perjuangan bisa mengusung calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Medan sendiri dengan memiliki 10 kursi di DPRD Medan. (lamru)

Advertisement

Politik

Buruh akan Gelar Aksi Besar-besaran Tolak RUU Cipta Kerja

Published

on

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai, RUU Cipta Kerja masih perlu dibahas kembali bersama. Hal tersebut lantaran merugikan kalangan buruh. Said khawatir dalam draf omnibus law yang telah diserahkan ke DPR itu didapati penumpang gelap.

Oleh karenanya Said mengaku, kalangan buruh dan pekerja bakal menggelar aksi massa besar-besaran untuk menolak sejumlah pasal dalam RUU Cipta Kerja yang dianggap merugikan buruh.

“Kalau dalam dekat ini kami akan aksi besar-besaran bersama, gabungan semua serikat buruh. (Aksi) itu (saat) Rapat Paripurna DPR yang pertama mungkin tanggal 23 Maret setelah reses,” ujar Said setelah menghadiri Rakorsus Tingkat Menteri di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Jelas Said, aksi itu akan diikuti gabungan serikat pekerja dan buruh dari KSPI, FSPI, dan KSBI. Ia mengatakan, selain dilakukan di Gedung di DPR dan Jabodetabek, aksi juga serempak dilakukan di sejumlah daerah dengan jumlah massa ratusan ribu buruh.

“Ya (massa di Gedung DPR) bisa 50 sampe 100 ribu kalau udah gabungan,” tuturnya.

Dalam aksi tersebut, kata Said, tidak diikuti oleh kalangan mahasiswa karena memang belum dibahas bersama. Pihaknya juga mengaku sudah mulai mengurus proses perizinan.

“Kalau perizinan pasti kita akan ajukan sesuai prosedur aksi damai tertib,” tandasnya.

Continue Reading

Politik

Hj Fitriani Manurung Galakkan Penghijauan, Tindakjanjut Program Partai

Published

on

Medan, Geosiar.com – Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan yang juga Bakal Calon Wakil Walikota Medan Hj Fitriani Manurung, S Pd, M Pd bersama Pengurus Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI) – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memggalakkan penghijauan dengan melakukan penanaman pohon di Jalan Ampera Raya, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Rabu (26/02/2020) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Hj.Fitriani Manurung mengatakan penanaman pohon di sepanjang jalan Ampera Raya dilakukan sebagai wujud mengimplementasikan program partai ( PDI P ) dalam mencintai bumi.

“Penanaman pohon ini selain sebagai upaya pelestarian lingkungan di Kota Medan, juga dalam rangka mengimplementasikan program partai dalam mencintai bumi. Maka kami beri tema ‘Menanam Pohon Mencintai Bumi’,” jelas Fitriani Manurung dalam kegiatan yang didampingi Kepling Lk 2 Kelurahan Glugur Darat 2 Kecamatan Medan Timur Tengku Muharmansyah, Jhonson Manurung Pengurus PC FSPTSI – KSPSI Kota Medan

Ketua, Ruri Cahyadi Ketua PUK Gulugur Darat II, Satria Ketua PUK Glugur Darat I, Hotman Manurung Ketua PUK Pulo Brayan Darat II.

Diungkapkannya, menanam pohon juga merupakan program yang diamanahkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Ibu Megawati Seokarnoputri yang sangat perhatian dengan lingkungan. “Program ini juga sebagai komitmen kami (Kader PDI Perjuangan) dalam program yang amanahkan Ibu Megawati Soekarnoputri,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fitriani Manurung mengungkapkan, harapnnya sejumlah tanaman yang di tanam di sepanjang jalan Ampera Raya ini bisa bermanfaat bagi warga masyarakat.

“Hari ini kita menanam sejumlah jenis tanaman, seperti Jambu Madu, Rambutan, Mangga dan beberapa tanaman buah lainnya. Mudah-mudahan masyarakat di kawasan ini bisa merawatnya dan selain bisa menjadi pelindung, kelak buahnya bisa dimanfaatkan warga,” harapnya.

Kepling Lk 2 Kelurahan Glugur Darat 2 Kecamatan Medan Timur Tengku Muharmansyah mengatakan, pihaknya sangat mendukung program yang dilaksanakan Hj.Fitriani Manurung, dimana dengan penanaman pohon ini kawasan jalan Ampera Raya bisa lebih Asri dan tertata dengan baik.

“Kita sangat mengapresiasi penanaman pohon ini, mudah mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ruri Cahyadi Ketua PUK Gulugur Darat II, dimana kegiatan bersama Hj.Fitriani Manurung sebagai komitmen pegurus FSPTSI-KSPSI dalam menjaga lingkungan di masyarakat.

“Pertama kami sampaikan terimakasih kepada Ibu Fitriani Manurung. Kegiatan ini juga sebagai bukti komitmen kami dalam menjaga lingkungan,” jelasnya. (lamru)

Continue Reading

Politik

Hasto Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus Harun Masiku

Published

on

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa kembali Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto terkait kasus suap pergantian antarwaktu anggota DPR yang melibatkan caleg partai tersebut, Harun Masiku. Hasto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (26/2/2020).

Hasto sebelumnya sudah diperiksa pada 24 Januari 2020 lalu. Setelah diperiksa, Hasto mengaku disodori 24 pertanyaan oleh penyidik. Salah satu pertanyaannya soal alasan PDIP memilih Harun Masiku daripada Riezky Aprilia untuk menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal.

“Saya jelaskan seluruh kronologinya kenapa partai mengambil keputusan terkait dengan pemindahan suara almarhum Pak Nazaruddin Kiemas,” ungkap Hasto.

Terkait perkara ini, KPK menetapkan Harun Masiku dan kader PDIP Saeful Bahri menjadi tersangka pemberi suap kepada Wahyu. Mereka diduga memberikan janji Rp 900 juta kepada Wahyu untuk memuluskan jalan Harun menjadi anggota DPR lewat PAW.

KPK pernah menyegel ruangan Hasto di DPP PDIP pada 9 Januari 2020 lalu. Akan tetapi petugas KPK dilarang oleh petugas keamanan dengan alasan belum mendapatkan izin atasan. Hingga saat ini, KPK belum ada pernyataan resmi dari KPK soal rencana lanjutan menggeledah ruangan PDIP itu. Adapun KPK belum juga menangkap Harun.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com