Connect with us

Nasional

Mendagri: Istana Kepresidenan Bisa Dibangun di Mana Saja, Tak Perlu Izin DPR

Published

on

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin membangun Istana Presiden di Papua atas para tokohtokoh Papua dan Papua Barat ketika berkunjung ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/9/2019) kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengatakan, hal itu tidak perlu persetujuan DPR, karena Istana dapat dibangun di manapun di berbagai provinsi.

“Saya kira tidak perlu izin DPR,” ungkap Tjahjo kepada awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Tjahjo menyatakan, Istana Kepresidenan telah dibangun sebelumnya di sejumlah provinsi, misalnya di Yogyakarta, Gedung Grahadi di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Bali, Jawa Barat dan provinsi lainnya.

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP itu menyebut, pusat pemerintahan Indonesia sempat dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta, lalu pernah juga ke Sumatera Barat. Oleh karenanya, gedung negara ini tempat berkantor presiden dan bisa di mana saja.

“Istilahnya Istana rumah negara lah, gedung negara yang bisa tempat kantor presiden. Kan wilayahnya luas,” tandasnya.