Connect with us

Nasional

5 Kebiasaan Ini Bikin Pori-Pori Tersumbat

Published

on

Geosiar.com, Lifestyle – Memiliki wajah flawless dengan pori-pori kecil yang bebas dari komedo dan jerawat merupakan dambaan semua kaum wanita bahkan pria. Namun, kebanyakan orang justru memiliki hal sebaliknya.

Sebenarnya, untuk mendapatkan tampilan pori-pori yang kecil tidak dibutuhkan usaha yang rumit dan sulit. Hanya dibutuhkan konsistensi saja. Siap untuk mendapatkan kulit wajah flawless? Ayo ikuti tips di bawah ini!

Jangan memencet pori-pori dan jerawat

Keberadaan jerawat dan komedo di kulit wajah sering membuat seseorang kesal. Jari-jemari ini pun mulai gatal karena ingin sekali memencetnya. Nah, kalau kamu ingin jerawat dan komedo di wajah segera pergi, maka jangan pernah memencetnya.

Sebab, menekan dan memencet jerawat justri mengakibatkan pembentukan garis halus, peradangan, dan iritasi yang akan memengaruhi ukuran pori-pori. Selain itu, tangan juga akan mentransfer minyak, bakteri dan kotoran yang membuat pori-pori semakin kotor dan tersumbat.

Untuk mengatasi jerawat, kamu cukup mengoleskan salep jerawat yang mengandung asam salisilat atau benzoyl peroxide.

Jangan terlalu sering menyentuh wajah

Tangan merupakan organ tubuh yang paling sering menyentuh benda-benda, seperti gagang pintu, meja, keran air, uang, alat tulis, alat makan, tangan orang lain, dan lainnya. Dapat dibayangkan berapa banyak kuman, bakteri, dan virus yang menghinggapi tangan dari interaksi-interaksi tersebut.

Nah, kamu pasti tidak ingin kan minyak, bakteri, virus, dan kotoran tersebut berpindah ke wajah dan menghambat pori-pori? Oleh karena itu, selalu pastikan tangan kamu atau orang lain bersih ketika hendak menyentuh wajah.

Wajib membersihkan make up

Membersihkan wajah dari make up merupakan hal wajib yang dilakukan sebab itu langkah penting dalam perawatan kulit. Sisa make up yang bercampur dengan minyak dan polusi bukan hanya akan menyumbat pori-pori, tetapi juga akan mengakibatkan penuaan dini.

Apabila kamu terlalu malas dan lelah untuk membersihkan make up, kamu dapat menggunakan make up remover berbentuk tissue, tapi jangan terlu sering. Sebab, melakukan dua kali pembersihan, yaitu dengan makeup remover, lalu dilanjutkan dengan facial wash adalah hal yang wajib dilakukan.

Wajib melakukan eksfoliasi wajah

Eksfoliasi wajah atau pengelupasan wajah merupakan langkah penting untuk membersihkan pori-pori. Sebab, pembersih biasa tidak mampu melakukannya. Kamu dapat melakukan eksfoliasi maksimal 2 kali seminggu untuk mengangkat sel kulit mati, mencegah acne breakout, dan membuat pori-pori tampak lebih kecil.

Gunakan krim untuk meminimalisasi pori-pori, atau retinol

Mengaplikasikan krim yang mengandung bahan-bahan yang dapat meningkatkan produksi glycoaminoglycans sangat wajib dilakukan. Sebab, krim ini berfungsi untuk mengencangkan kulit sekitar pori-pori sehingga dapat menyamarkan tampilan pori-pori.

Sedangkan penggunaan retinol dapat mengurangi besaran pori-pori yang biasanya membesar sebagai akibat dari sumbatan, dan paparan sinar matahari. Retinol akan menghilangkan bakteri yang dapat memperbesar pori-pori, serta menimbulkan jerawat.

Nasional

MUI Apresiasi Penundaan RKUHP

Published

on

Komisi Hukum MUI Ikhsan Abdullah

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo menunda pengesahan RUU KUHP dan dikabarkan pengesahan tidak dilakukan oleh DPR Periode 2014-2019. Hal itu diapresiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI.

“Presiden sebagai pimpinan kita sudah memberikan ruang lagi untuk pembahasan, kajian, dan pendalaman terhadap materi RKUHP,” ungkap Komisi Hukum MUI Ikhsan Abdullah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2019).

Kajian mendalam terhadap materi RKUHP diakui sangat penting agar tidak merugikan warga negara.

“Jangan sampai kalau sudah diketok, malah bermasalah untuk kita semua,” katanya.

Ikhsan mengatakan, penundaan ini mesti dimanfaatkan masyarakat sipil, akademisi, hingga DPR untuk mengakomodasi dan membahas pasal-pasal krusial. “Seperti soal perzinahan, penghinaan terhadap presiden, yang kaitannya dengan perempuan, dan lainnya.”

Keputusan pemerintah menunda pengesahan RKUHP, lanjut Ikhsan, harus ditanggapi dengan positif.

“Barang kali masih ada ruang untuk diperdebatkan lagi dan untuk lebih menyempurnakan lagi pasal-pasal di dalamnya. Itu semangatnya,” tandasnya.

Continue Reading

Nasional

Tonton Film Hayya, Anies Baswedan Teringat Penderitaan Palestina

Published

on

Anies Baswedan menonton film Hayya

Geosiar.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonton film ‘Hayya, The Power of Love 2’ di Studio XXI Pondok Indah Mall, Jakarta, pada Kamis (19/9/2019). Ia menikmati film itu bersama istrinya, Fery Farhati serta ibundanya, Aliyah Rasyid Baswedan.

Anies mengaku, film tersebut mengingatkannya pada penderitaan anak-anak di Palestina. Juga kepedulian bangsa Indonesia pada Palestina. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan lima foto yang diunggah di akun instagramnya.

Menurut Anies, cinta merupakan kata kerja dan semua hal sebenarnya bisa dikerjakan sebagai ungkapan cinta.

“Apalagi untuk anak yatim piatu dari tanah pendudukan yang penuh desingan peluru,” kata Anies.

Ia menambahkan, setelah menonton film itu, dirinya merasa ‘Hayya’ padat akan pesan dan sukses mengalirkan nuansa haru, takjub, dan menggugah simpati.

Unggahan Anies ini mendapatkan komentar dari hampir 2.000an netizen.

Akun resmi film tersebut, @hayyathemovie juga menangkap layar unggahan Anies ini dijadikan unggahan mereka pada Jumat, 20 September 2019.

“Oh iya, kemarin kita kedatangan tamu besar di PIM XXI, yakni pak gubernur #@aniesbaswedan dan beliau kebetulan juga suka dengan filmnya,” tulisnya.

Film yang dibintangi oleh Fauzi Baadila itu sudah mencatat ada 93.276 penonton di hari pertama.

Continue Reading

Nasional

Jokowi Tunda Pengesahan RKUHP, Ini Kata PKB

Published

on

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Geosiar.com, Jakarta – Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anwar Rachman menyayangkan keputusan Presiden Joko Widodo soal penundaan pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Menurutnya, kini saatnya Indonesia mempunyai kitab hukum pidana sendiri untuk menggantikan KUHP peninggalan kolonial Belanda itu.

“Kami sangat menyayangkan, kalau tidak sekarang kapan lagi kita punya KUHP sendiri?” ujar Anwar kepada awak media, Sabtu (21/9/2019).

Proses pembahasan dan revisi KUHP ini ternyata telah berjalan selama 40 tahun dengan menguras anggaran, tenaga, dan pikiran.

Menurut Anwar, wajar saja hal ini menimbulkan pro-kontra terhadap RKUHP mengingat Indonesia merupakan negara demokrasi. Akan tetapi tambahnya, pengesahan RKUHP sebaiknya tetap dilakukan oleh DPR periode ini.

Anwar mengatakan, pihak-pihak yang tak sepakat dengan RKUHP tinggal mengajukan uji materi saja ke Mahkamah Konstitusi.

“Yang tidak setuju terhadap pasal-pasal dalam KUHP baru kan bisa ajukan judicial review ke MK,” katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan agar menunda pengesahan RKUHP. Jokowi menyatakan bahwa ada 14 pasal yang bermasalah, dan menurutnya harus dikaji ulang.

“Saya lihat materi yang ada, substansi yang ada kurang lebih 14 pasal,” jelas Jokowi, di Istana Bogor, Jumat (20/9/2019).

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com