Connect with us

Sumut

Hendrik Sitompul Gelar Sosialisasi Perda KTR

Published

on

Perda No. 3 tahun 2014 tentang KTR Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM oleh

Geosiar.com, Medan – Bagi masyarakat Kota Medan diminta untuk tidak lagi merokok sembarangan. Apalagi di daerah-daerah yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Sebab, di Perda No 3/2014 tentang KTR mengatur sanksi bagi siapa yang melakukan pelanggaran.

“Merokok bukan hanya merugikan bagi perokok sendiri, tetapi juga masyarakat di sekitarnya atau sering disebut dengan perokok pasif,” kata Drs.  Hendrik Halomoan Sitompul,  MM, ketika menyosialisasikan Perda No. 3 tahun 2014 tentang KTR pada sosialisasi ke XII yang dilaksanakannya di Jalan Mataram Petisah Hulu Kota, kemarin.

Didalam Perda, kata Hendrik, telah diatur tempat-tempat yang dilarang merokok, yakni tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja serta tempat umum. “Tujuannya adalah untuk memastikan merokok tidak di sembarangan tempat.”

Tempat anak bermain, sebutnya, meliputi kelompok bermain, penitipan anak, pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, tempat hiburan anak dan tempat anak bermain lainnya.

Tempat ibadah, sambung Hendrik,  meliputi masjid/musholla, gereja, pura, vihara, klenteng dan tempat ibadah lainnya serta angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.

 “Jadi, semua itu termasuk area KTR. Di area itu dilarang merokok dan kalau merokok di area itu akan dikenakan sanki pidana berupa kurungan badan ataupun denda seperti yang disebutkan diatas,” tambahnya.

Didalam Perda, tambahnya, jelas dinyatakan bahwa setiap orang yang merokok di tempat area yang dinyatakan sebagai KTR di Kota Medan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Pasal 22 ayat (1) dan ayat (3) serta Pasal 41 diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) hari atau pidana denda paling banyak Rp50.000 (lima puluh ribu rupiah).

Selain itu, lanjutnya, setiap orang atau badan yang mempromosikan, mengiklankan, menjual dan/atau membeli rokok di area yang dinyatakan KTR diancam pidana kurungan paling lama 7 (tujuh) hari atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000 (lima juta rupiah). “Artinya, promosi juga tidak boleh sembarangan,” katanya.

Sedangkan bagi setiap pengelola/penyelenggara, pimpinan atau penanggungjawab KTR tidak melaksanakan pengawasan internal, membiarkan orang lain merokok dan tidak memasang tanda-tanda dilarang merokok di tempat atau area yang dinyatakan KTR, katanya, diancam kurungan paling lama 15 hari atau denda pidana paling banyak Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

Area atau tempat yang dinyatakan KTR sesuai Pasal 7, sebutnya, adalah fasilitas pelayanan kesehatan, meliputi rumah sakit, rumah bersalin, poliklinik, puskesmas, balai pengobatan dan laboratorium. Tempat proses belajar mengajar, meliputi sekolah perguruan tinggi, balai pendidikan dan pelatihan, balai latihan kerja, bimbingan belajar, tempat kursus serta tempat proses belajar mengajar lainnya.

“Jadi, out put yang didapat dari penerapan Perda ini adalah bahwa DPRD bersama Pemko Medan konsern terhadap kesehatan masyarakat. Selain itu juga, sarana pelayan umum terhindar dari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan,” ungkapnya.

Sementara itu Sitorus menyebutkan, agar sanksi bagi perokok dipertegas bila merokok sembarangan. Dirinya juga mengharapkan, agar tempat khusus perokok diperbanyak, sehingga tdk merokok sembarangan. (X1)

Sumut

SMK Negeri 1 Kisaran Gelar Market Day

Published

on

Kepsek SMK Negeri 1 Kisaran, Drs. Edu Butar-butar, MM saat menggunting pita dalam acara pembukaan kegiatan Market Day di halaman sekolah, Sabtu (22/02/2020). (Foto: Pane/Geosiar.com)

Geosiar.com, Kisaran – Para siswa/i SMK Negeri 1 Kisaran menggelar kegiatan ‘Market Day’ yang berlangsung di lapangan sekolah, Sabtu (22/02/2020). Kegiatan tersebut bertujuan untuk menampilkan hasil karya murid di sekolah tersebut.

Kepala sekolah SMKN 1 Kisaran, Drs. Edu Butar-butar, MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh siswa, khususnya kelas XII Jurusan Pemasaran yang telah membuat kegiatan untuk menunjukkan kreativitas yang dapat dibanggakan.

Tak lupa, Edu juga berterima kasih kepada guru pendamping dari jurusan pemasaran yang telah membimbing para murid untuk menjadi kreatif. Dijelaskannya, kegiatan ini sebagai ajang untuk memperkenalkan produk hasil kreasi murid sendiri yang akan dipasarkan.

“Kegiatan ini lebih fokus pada pemasaran. Pada bulan April mendatang, siswa akan lebih memperkenalkan produk yang dibuat langsung oleh para siswa/i SMKN 1 Kisaran,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menggali potensi bisnis, berkreatif membangun wirausaha dan membangun SDM yang handal dalam berbisnis.

“Pada Tahun Pengajaran 2020 s/d 2021 mendatang, saya mau guru yang masuk pada mata pelajaran bisnis haruslah guru yang berprestasi. Hanya 1 kelas yang saya terima di tahun mendatang agar siswa tersebut lebih fokus mempelajari mata pelajaran bisnis tersebut. Anak-anak yang masuk ke bisnis, harus mempunyai minat atau bakat tersendiri bukan karena orang tua atau kawan-kawannya,” tegas Kepsek.

Edu menegaskan, dirinya tak memberi izin guru masuk bila ia bukanlah seorang penggerak kreatif. “Karena guru merupakan sebagai pengerak kreatif,  yang mana sesuai dengan misi SMKN 1 menciptkan SDM yang kreatif dan bermartabat.” lanjutnya.

Menurutnya, seorang pembisnis harus terlebih dulu membersihkan dirinya, karena orang yang bersih adalah modal utama dalam berbisnis. (Firma Pane)

Continue Reading

Sumut

Warga Simalungun Keracunan Usai Santap Daging Anjing

Published

on

Puluhan warga Simalungun yang keracunan makanan usai menyantap daging anjing. (Foto : Analisadaily/Istimewa)

Geosiar.com, Simalungun – Kapolsek Balata, AKP Jagani Sijabat membenarkan kasus keracunan puluhan warga di Desa Panombean Hutahurung, Kecamatan Hataran, Simalungun yang terjadi pada Rabu (19/2/2020) kemarin. Katanya, warga diduga keracunan akibat mengonsumsi daging anjing yang dimasak bersama-sama.

“Iya benar. Data pastinya itu 27 orang, memang betul keracunan. Mereka sakit akibat makan daging anjing,” ujar Kapolsek seperti dikutip dari analisadaily.com, Sabtu (22/2/2020).

Kapolsek mengatakan, kegiatan masak dan makan daging anjing bersama merupakan kebiasaan masyarakat di daerah itu. “Sudah merupakan kebiasaan, meraka beli anjing bersama, biayanya juga patungan, lalu mengerjakannya bersama dan sama-sama memasaknya,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Simalungun, dr Lidya Saragih mengaku belum dapat menyimpulkan secara pasti penyebab keracunan warga. Sebab, masih perlu pemeriksaan lebih lanjut terhadap daging anjing yang diduga sebagai penyebab keracunan.

“Daging sisa masih ada. Nanti itu kita ambil, kita periksa di laboratorium RSUD Rondahaim. Supaya tahu penyebab pastinya,” tutur Lidya.

Dia hanya memastikan bahwa kondisi korban kini mulai stabil. Apabila ada pasien dengan kondisi semakin parah, maka akan dirujuk ke RSUD Rondahaim Pamatang Raya.

“Kondisinya sudah mulai membaik. Namun masih ada yang masih mual. Kalau ada belum fit, masih kita rawat dan kalau dirujuk, kita bawa ke RSUD Rondahaim. Mudah-mudahan tidak ada,” pungkasnya.

Continue Reading

Sumut

Polisi Tangkap Buron Pelaku Curanmor di Sukaramai Medan

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Medan – Buron kasus pencurian kendaraan bermotor ATAU Curanmor di Sukaramai diringkus Polsek Medan Area. Pelaku bernama Al Lais (26) merupakan warga Jalan Sisingamangaraja Gang Musyawarah, Kelurahan Masjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago mengatakan, petugas sudah memburu pelaku selama kurang lebih empat bulan. Tepatnya sejak menerima laporan polisi dari korban bernama Sutan Saidi Lubis (60) pada 14 Oktober 2019.

“Setelah penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Identitas pelaku akhirnya diketahui dan langsung kami lakukan penangkapan,” tutur Faidir, Sabtu (22/2/2020).

Modus pelaku dalam melancarkan aksi yaitu dengan mencuri motor ketika korban lupa mencabut kunci di Kelurahan Sukaramai. Pelaku diduga termasuk dalam jaringan curanmor yang kian meresahkan warga Kota Medan.

“Pelaku ditangkap saat berada di seputaran Jalan Pancing, tepatnya dekat Kantor BNNP Sumut. Tim yang mendapat lokasi keberadaan pelaku langsung bergerak melakukan penangkapan,” ungkap dia.

Saat penyergapan, jelasnya, pelaku yang tengah berboncengan dengan orang tuanya sempat coba melarikan diri. Dirinya lompat dari atas motor dan lari begitu melihat kedatangan polisi.

Aksi pengejaran pun terjadi sampai pelaku tak berkutik lagi ketika ditangkap. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pelaku ditahan oleh Polsek Medan Area.

Faidir mengatakan, pelaku sudah mengakui perbuatannya. Ia mengatakan bahwa pelaku beraksi dengan temannya berinisial M yang saat ini juga berstatus buron.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com