Connect with us

Dunia

Trump Ditawari Rudal Hipersonik Milik Rusia

Published

on

Ilustrasi Jet tempur Mikoyan MiG-31 membawa rudal penjelajah Kinzhal yang diklaim merupakan senjata hipersonik Rusia. (Foto: TASS/Alexei Nikolsk)

Geosiar.com, Vladivostok – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ditawarkan senjata hipersonik milik Rusia secara langsung oleh Vladimir Putin. Presiden Rusia itu lebih memilih menjual senjata hipersonik itu ketimbang harus mengembangkannya sendiri.

“Saya sudah memberi tahu Donald Trump, Apakah Anda ingin kami menjualnya [persenjataan hipersonik] kepada Anda? Dan kami akan menyeimbangkan semuanya dengan itu,” ujar Putin di Eastern Economic Forum (EEF), Vladivostok, Kamis (5/9) seperti dikutip dari RT.com.

Namun, Putin tidak mengetahui apakah Trump mempertimbangkan tawaran itu, sebab Washington juga sedang berusaha membuat senjata hipersonik sendiri.

“Yah, mungkin mereka akan melakukannya. Tapi mengapa membelanjakan uang ketika kita sudah menghabiskannya dan bisa mendapatkan sesuatu sebagai balasan tanpa merusak keamanan kita sendiri dan demi menciptakan keseimbangan?” lanjut Putin.

Lebih lanjut, Putin mengklaim tawaran senjata hipersonik itu merupakan tawaran khusus kepada AS. Dia pun menyatakan siap untuk berdialog mendiskusikan penjualan itu dengan Trump.

“Ini adalah tawaran khusus, tetapi dalam hal apa pun, Rusia siap untuk dialog ini, untuk diskusi ini. Namun sejauh ini kami belum menerima jawaban yang jelas dari Amerika,” ujar Putin.

Senjata hipersonik sering menjadi momok menakutkan bagi teknologi militer. Sebab, rudal ini bisa mencapai kecepatan sangat tinggi yang membuatnya lebih sulit untuk dicegat dengan sistem antirudal saat ini.