Connect with us

Daerah

Ngeri! Suami Gigit Istri Hingga Tewas

Published

on

Pelaku, Jumardin, dalam kondisi tangan diborgol. (Foto: Wiwid Abid Abadi/kendarinesia)

Geosiar.com, Kolaka – Kabar mengerikan datang dari pasangan suami-istri di Desa Towua, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Jumardin (43 tahun) diamankan pihak berwajib karena menggigit dan memukul istrinya, Kasmawati (36), hingga meninggal dunia.

Paur Humas Polres Kolaka, Bripka Riswandi mengatakan peristiwa ini terungkap pada senin (2/9/2019) sekitar pukul 10.45 WITA saat Kasmawati menjalani pemeriksaan di Puskesmas sampai pada akhirnya tewas. Dugaan sementara, pelaku mengalami gangguan jiwa.

“Iya benar. Ketahuan pada Senin pagi ketika korban tewas dibawa ke puskesmas. Kalau menurut warga sekitar, pelaku memang pernah dirawat di RS Jiwa, dan sembuh. Namun, beberapa bulan terakhir ini kambuh kembali,” kata Riswandi, Rabu (4/9/2019).

Usai penganiayaan itu terjadi, Riswandi mengatakan pelaku langsung ditangkap dan oleh penyidik dibawa ke RS Jiwa Sulawesi Tenggara di Kendari untuk diperiksa kejiwaannya. Kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan rumah sakit.

“Belum (ada informasi hasil pemeriksaan pelaku). Saat ini pelaku masih di RSJ, belum ada info dari yang mengawal,” pungkasnya.

Sebagai informasi, insiden pembunuhan itu pertama kali diketahui oleh anaknya, yang mendengar suara minta tolong dari dalam rumah. Ketika membuka rumah, anak itu melihat ayahnya sudah menindih ibunya dengan darah bercucuran. Sontak, sang anak pun langsung berteriak, pelaku kabur.

Sang anak menyebut, sebelum kejadian itu terjadi, pelaku sempat meminta keluarganya agar mengikat dirinya karena mengaku takut dan was-was ketika melihat banyak orang.

Daerah

Fitriani Manurung Dukung Pemko Medan Lakukan Data Ulang Warga Miskin

Published

on

Medan, Geosiar.com – Tokoh pendidikan yang juga pegiat sosial Hj Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd mendukung penuh rencana Pemko Medan hendak melakukan verifikasi ulang data warga miskin selaku penerima bantuan miskin dari pemerintah. Apalagi, tujuan pendataan ulang untuk mendapatkan data yang valid bagi warga penerima bantuan sehingga tepat sasaran.

Dukungan itu disampaikan Fitriani Manurung (foto) kepada wartawan, Kamis (31/10/2019) menyikapi rencana Pemko Medan akan melakukan pendataan ulang warga miskin di kota Medan guna mendapatkan data terbaru secara akurat.

Disampaikan Fitriani Manurung, hasil pendataan itu juga diharapkan dapat mengetahui persentase penurunan warga miskin di kota Medan setelah mendapat bantuan selama ini. Hal itu sangat penting untuk mengevaluasi apakah bantuan sosial memang solusi yang baik dari program pengentasan kemiskinan.

“Bila angka kemiskinan tahun ini sama dengan tahun kemarin maka sesungguhnya program bantuan sosial gagal menjadi sebuah solusi dan pemerintah pun gagal dalam mengemban amanah masyarakat Kota Medan. Bukankah tujuan dari sebuah pemerintahan adalah mensejahterakan masyarakatnya,” ujar Fitriani yang saat ini fokus menyelesaikan pendidikan S3 Prodi pendidikan dasar di UNIMED.

Ditambahkan Fitriani, pendataan itu hendaknya dilakukan secara menyeluruh bagi warga kota Medan. Sehingga, verifikasi warga miskin Kota Medan harus berorientasi kepada program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program-program sosial untuk warga miskin pun juga berorientasi kepada pengentasan kemiskinan. Dengan demikian pemerintah benar-benar hadir bagi masyarakat.

Sebagaimana diberitakan, Pemko Medan akan melakukan pendataan ulang di empat kecamatan di wilayah Medan Utara yang meliputi Kecamatan Medan Marelan, Kecamatan Medan Deli, Kecamatan Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Belawan. Selanjutnya, tahun 2020 Verivali akan dilanjutkan ke semua kecamatan di Kota Medan. Oleh karenanya, pihaknya berharap agar seluruh komponen dan stakeholder terkait dapat bersinergi dalam melakukan Verivali DT.

Terkait hal itu, agar Verivali DT dapat berjalan lancar, dibutuhkan peran lurah dan kepling secara maksimal. Sebab, lurah dan kepling merupakan perangkat wilayah yang mengetahui dan memahami langsung kondisi dan keberadaan masyarakat di wilayah masing-masing. Sedangkan, Verivali DT akan mulai dilakukan awal November mendatang.

Lebih diteekankan bahwa Verivali DT dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyaluran bantuan sosial seperti bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH) termasuk PKH bagi lansia dan penyandang disabilitas. Diharapkan, seluruh fakir miskin dan warga tidak mampu dapat didata secara keseluruhan sehingga tidak ada lagi yang terlewatkan.

Sesuai Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 146/2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu ada beberapa kriteria yang termasuk di antaranya tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak mampu mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. (lamru).

Continue Reading

Daerah

Mengenal Sosok Hj Fitriani Manurung: “Berbuat lah Menjadikan Medan Lebih Baik”

Published

on

Medan, Geosiar.com – Didunia politik memang masih seumur jagung, Jabatan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan diyakini akan menambah sejuta pengalaman. Tetapi di dunia pendidikan sudah tak asing lagi. Sosok Hj Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd (foto) yang sebentar lagi meraih Doktor itu akan menjadi perhatian publik.

Apalagi, kepedulian akan peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat tetap perhatian serius baginya. Tokoh akademisi itu pun ingin mengabdi ke masyarakat menuju Medan lebih baik.

Dilahirkan di Sibolga pada 8 Juli 1976 dari keluarga sederhana. Sejak kecil terlihat manusia pintar dan peduli sesama. Hingga saat ini, tuntutan pendidikan baginya tidak ada hentinya.

Saat ngbrol ringan dengan wartawan Geosiar.com, kemarin, saat ini Fitriani Manurung yang akrap disapa Fitri ini fokus menyelesaikan studinya Program Doktoral (S3) Prodi Pendidikan Dasar di Universitas Negeri Medan (UNIMED). Seiring dalam pembekalan ilmu, sosok Fitri tampak selalu peduli bagaimana pendidikan dasar yang bermutu.

Fitri sendiri pun paham untuk mewujudkan mutu pendidikan itu harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tidak heran, perhatian dan gagasan Fitri dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya berpenghasilan rendah sangat cemerlang.

Disampaikan dari hasil temuannya, para pedagang di kota Medan, banyak yang terlilit hutang, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari hari saja sangat sulit alias gali lobang tutup lobang. “Jerih paya pedang tidak sebanding dengan kerja keras mereka,” ujarnya ringan.

Kesederhanaan dan kepedulian sosial dan sifat membantu, tampak Fitriani berusaha mendorong pemerintah berupaya peningkatan taraf hidup warga berpenghasilan rendah. “Perhatian pemerintah harus fokus meningkatkan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Lalu Fitri berpesan, berbuat baik lah kepada siapa saja, meskipun Ia bukan saudaramu, sekali pun Ia tidak menyukaimu. Jadikan masyarakat Medan lebih baik. (lamru)

Continue Reading

Daerah

Anggota DPRD Deli Serdang, Joni Hendri : Warga Diminta Proaktif Sampaikan Aspirasi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Joni Hendri Keliat asal politisi PDI P resmi dilantik 14 Oktober 2019 menjadi anggota DPRD Deli Serdang periode 2019-2024. Usai dilantik, Joni Hendri pertama sekali menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Deli Serdang yang telah memberikan amanah kepadanya.

“Saya ucapkan terimah kasih kepada masyarakat. Tanpa dukungan dan kepercayaan masyarakat, saya tidak bisa duduk menjadi anggota DPRD. Semoga jabatan ini mampu saya emban demi kepentingan rakyat banyak,” tutur Joni Hendri (foto) kepada wartawan usai peresmian dan pengambilan sumpah, Senin (14/10/2019).

Menurut Joni Hendri asal daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Sunggal, Kutalimbaru dan Pancurbatu itu, mengaku nantinya akan turun langsung menjemput aspirasi ke masyarakat. Joni juga berharap agar masyarakat proaktif dan peduli sampaikan aspirasi dan keluhan soal pembangunan di masyarakat.

“Warga jangan sungkan sungkan menyampaikan aspirasi kepada saya. Saya akan berupaya memfasilitasi memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Lebih jauh Joni Hendri merupakan alumni Fakultas USU Pertanian itu menyampaikan hidup ini adalah pilihan, karier awalnya di perusahaan perkebunan swasta.

Tak lama kemudian Joni Hendri hijrah ke perusahaan yang bergerak di sales perusahaan alat kesehatan.

Karena menganggap bisnis merupakan dunianya, Joni terus berusaha apa saja. “Saya dilahirkan bukan dari keluarga kongklomerat. Saya dari keluarga sederhana tetapi saya terus berjuang untuk menjadi lebih baik dan berharap hidup anak anak lebih meningkat,” urai Joni.

Kendati tidak sehebat pengusaha besar, Joni Hendri tetap bergelut di dunia bisnis.
Selain itu, Joni merupakan suami dari Sukmawati boru Marbun itu aktif sebagai pengurus di gereja serta organisasi GAMKI Deli Serdang. (rel/lm)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com