Connect with us

Daerah

Marak Pungli Dikaro, UPP Saberpungli Tidak Bekerja Dan Terkesan Sengaja “Tutup Mata”

Published

on

Geosiar – Tanahkaro – Kegiatan Pungutan liar (pungli) yang terjadi diwilayah kabupaten karo sepertinya benar benar sudah terangkai secara terstruktur antara pihak pihak terkait bersama pihak ketiga ataupun oknum tertentu.

Hal itu terlihat dengan jelas dan nyata terjadi di pos retribusi (tempat pengutipan) didaerah pintu masuk sipiso piso dan pintu masuk menuju dea tongging hingga ke kabupaten lainya.

Seperti penuturan Soni husni, sekretaris GM FKPPI 0205 Tanah Karo mengatakan, sehari sebelumnya (3/9/2019) sekira pukul 11.00 wib. kita bersama tim telah meminta dengan mendatangi sekertariat Saber pungli kabupaten karo terkait maraknya kegiatan pungli di kabupaten karo.

Inspektur inspektorat kabupaten karo Philemon Brahmana yang juga menjabat sebagai sekertaris saber pungli kabupaten karo didampingi Binar Daud berjanji bila ada keterkaitan ASN silahkan laporkan dan bawa kemari karcisnya agar dapat kita proses, ujar philemon diruang kerjanya.

Lanjut soni, dikaro kegiatan Pungli Marak dan Tim UPP Saberpungli Tidak Bekerja dan sangatlah terkesan sengaja “Tutup Mata”, Tim sapu bersih pungli wilayah kabupaten karo tidaklah mungkin tidak mengetahuinya, karena pengutipan itu sudah lama berlangsung dan dengan kejadian ini sudah mempertegas bahwa unit saberpungli wilayah kabupaten karo tidak bekerja.

Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) wilayah karo sangat diharapkan segera menurunkan tim untuk menyelidiki asal muasal karcis yang kita duga sangat ilegal dan sesuai pengakuan dari pelaku pengutipan dia mendapatkan karcis dari oknum dinas terkait yang membidangi dan mungkin pasti berstatus Aparat Sipil Negara (ASN) kabupaten karo.

Pungli terjadi di pos retribusi pintu masuk ke desa tongging diduga menggunakan karcis yang sengaja diberikan dan yang melakukan pengutipan bukanlah dari dinas terkait, sebab tidak ada tanda tanda apapun yg menyatakan sebagai pemungut retribusi yang sah secara hukum, ujar soni mengakhiri.

ketua Lembaga Swadaya Komisi Pemantau Kinerja Pemerintahan di Kabupaten karo, Ikuten Sitepu yang juga turut bersama soni menjelaskan ianya langsung mempertanyakan kepada pelaku Pungli terkait kedua karcis berwarna biru langit dan berwarna kuning yang diberikanya kepada setiap pengguna jalan yang melintasi pos, mengapa kedua karcis tersebut tidaklah tertera tanda tangan penanggung jawab serta tidak dibubuhi stempel basah dari dinas terkait.

Pelaku yang memberi karcis retribusi tersebut terlihat kebingunan dan mengatakan “karcis itu memanglah sudah begitu dan tidak ada yang ditanda tangani, ujar pelaku pengutipan.

ikuten langsung bertanya lagi karcis ini untuk pembayaran masuk kemana, tujuan wisata nya kenapa tidak ada tertulis, pelaku pengutipan diam dan tidak bisa menjelaskan.

Awak media langsung mendatangi kantor sekertariat saberpungli kabupaten karo (4/9/2019) untuk konfirmasi sekaligus melaporkan adanya pengutipan dengan karcis sebagai tanda terima, pihak sekertariat mengatakan sekertaris saberpungli sedang tidak berada dikantor, boleh saya foto karcisnya agar dapat saya laporkan kepada bapak sekertaris saberpungli, ujar Daud sembari mendokumentaslan kedua karcis dengan menggunakan nomor selulernya./edy surbakti.

Advertisement

Daerah

Polisi Selidiki Temuan Tengkorak Kepala dalam Kantong Plastik di Bengkulu

Published

on

Petugas gabungan Polres Rejang Lebong, Bengkulu menemukan tengkorak kepala terbungkus kantong plastik saat mencari jasad siswi SMA yang hilang diduga dibunuh. (Foto: Antara)

Geosiar.com, Bengkulu – Polres Rejang Lebong tengah menyelidiki penemuan tengkorak kepala manusia yang terbungkus kantong plastik warna hitam di Sungai Air Merah, Bengkulu, Rabu (22/1/2020). Tengkorak tersebut diduga milik korban pembunuhan berinisial AA, yang kasusnya sedang ditangani polisi.

“Alhamdulillah, tadi petugas kami dibantu stakeholder anggota TNI, Brimob dan warga berhasil menemukan tengkorak kepala korban pembunuhan atas nama Astrid, sekitar pukul 11.30 WIB,” ujar Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustikam dikutip dari Antara, Rabu (22/1/2020).

Dugaan itu diperkuat dengan lokasi ditemukannya tengkorak, Sungai Air Merah yang jaraknya berdekatan dengan lokasi jasad AA dibuang. Tengkorak itu akan diperiksa oleh Tim Forensik Polri untuk memastikan apakah memang milik korban atau bukan.

“Jika benar korban AA, maka tengkorak itu akan diserahkan ke pihak keluarga,” lanjut Kapolres.

Sebagai informasi, polisi telah menetapkan Y sebagai tersangka. Y diduga membuang jasad AA di belakang TPU wilayah RT 04, Kelurahan Airbang, Rejang Lebong. Polisi menduga Y  membunuh AA yang merupakan siswi kelas X SMA Negeri 2 Rejang Lebong, yang dilaporkan hilang sejak 8 November lalu.

Continue Reading

Daerah

Nahas! Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Published

on

Ilustrasi sarang lebah.

Geosiar.com, Temanggung – Seorang pria berusia 70 tahun, Muhtamar yang merupakan warga Dusun Senet, Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo meninggal dunia akibat disengat ratusan lebah. Kakek tersebut sempat mendapat perawatan medis tapi nyawanya tak dapat tertolong lagi.

Dikutip dari Kumparan, Rabu (22/1/2020), peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (20/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban disengat lebah ketika hendak memperbaiki genteng rumah anaknya. Serangan mendadak ratusan lebah itu tak bisa dielak oleh si kakek.

“Semula korban tidak tahu kalau ada sarang lebah saat mau memperbaiki genteng, dan tiba-tiba ratusan lebah itu muncul dari sela-sela genteng dan langsung menyengatnya. Menurut info korban sempat berteriak minta tolong tapi saat warga datang seluruh badannya sudah lebam lalu dilarikan ke puskesmas,” ujar Kasubbag Humas Polres Temanggung, AKP Heny Widiyanti, Rabu (22/1/2020).

Menurut keterangan Kapolsek Wonoboyo AKP Sutarno, korban diduga sempat berusaha untuk menyingkirkan sarang lebah dengan menggunakan batang kayu sebelum disengat. Serangan lebah tersebut kemungkinan diduga sebagai bentuk pertahanan terhadap tindakan korban.

“Korban dilarikan ke Puskesmas rawat inap Ngadirejo untuk mendapat perawatan medis. Tapi pada Senin petang dia meninggal sebab ada racun dari sengatan itu yang telah masuk ke tubuhnya,” demikian pernyataan Kapolsek Wonoboyo AKP Sutarno.

Berdasarkan pemeriksaan medis, korban memang diidentifikasi meninggal dunia karena sengatan lebah. Hal ini juga menegaskan tidak adanya perlakuan penganiayaan terhadap korban.

Continue Reading

Daerah

Akhyar Nasution Hadiri Rapat Paripurna Hari Jadi Ke-16 Kabupaten Sergai

Published

on

Sergei, Geosiar.com – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menghadiri  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Memperingati Hari Jadi Ke-16 Kabupaten Sergai di Gedung DPRD Sergai Jalan Negara, Sei Rampah, Selasa (7/1/2020).

Rapat paripurna yang dibuka Ketua DPRD Sergai dr M Riski Ramadhan Hasibuan SH SE MKM, juga dihadiri Bupati Sergai J Soekirman sejumlah kepala daerah kabupaten/kota di Sumut, mantan Bupati Sergai Ir H T Erry Nuradi, pimpinan OPD dan anggota DPRD Sergai, tokoh masyarakat, alim-ulama, tokoh pemuda, tokoh adat serta tokoh pemekaran Sergai, diharapkan menjadi  momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki serta memantapkan kebersamaan dalam  menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan. 

Pelaksana tugas (Plt)  Wali Kota Medan yang hadir didampingi Sekwan DPRD Medan Abd. Azis, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono dan Kabag Agama Setdako Medan Adlan, mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pemkab Sergai. Di usia 16 tahun, Akhyar menilai Pemkab Sergai terus berkembang dengan pembangunan yang terus dilakukan. Dengan dukungan semua stakeholder dan lapisan masyarakat, Akhyar optimis akan terwujud Kabupaten Sergai yang unggul, inovatif dan berkelanjutan menuju Sumut bermartabat seperti yang diinginkan.

Kemudian Akhyar menyatakan seluruh jajaran Pemko Medan siap bekerjasama dengan kabupaten yang memiliki luas sekitar 1.900,22 Km dan dimekarkan pada 18 Desember 2003 pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri tersebut. “Pemko Medan siap bekerjasama dengan Pemkab Sergai untuk kemajuan bersama, terutama peningkatan kesejahtetaan masyarakat.

Sebab, selama ini Pemko Medan selalu terbuka untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah kabupaten maupun kota di Indonesia termasuk, kerjasama dengan sejumlah kota di luar  Indonesia melalui sister city. Semakin banyak kerjasama yang dilakukan tentunya akan membawa dampak positif untuk percepatan pembangunan yang dilakukan,” ungkapnya.

Di tahun 2020 ini, jelas Akhyar, Pemko Medan fokus membangun peradaban kota melalui jalan budaya, sehingga ibukota Provinsi Sumatera Utara ini nantinya menjadi rumah  yang  tertib, aman, nyaman dan indah bagi seluruh warganya, termasuk bagi setiap pengunjung yang datang.

“Untuk  itulah semangat membangun kota harus dimulai lewat peradaban budaya. Sebab, berbagai upaya serta fasilitas yang kita bangun tidak akan ada gunanya jika peradaban dan kesadaran tidak dibangun. Tugas kita adalah memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat,” ungkapnya.

Guna mewujudkan hal itu, Akhyar pun mengajak seluruh jajaran Pemko Medan dapat menjadi motor penggerak perubahan di Kota Medan. “Tampil lah sebagai motor penggerak perubahan sekaligus sebagai teladan untuk Medan Rumah Kita yang kita cintai. Di samping itu tentunya yang tidak kalah pentingnya lagi, kita mengharapkan partisipasi dan dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat sehingga pembangunan yang dijalankan Pemko Medan berjalan dengan baik dan lancar, serta ikut  merawat dan menjaga seluruh hasil pembangunan yang telah selesai dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Sergai Ir H Soekirman dalam sambutannya mengatakan di Hari Ulanag Tahun Sergai ke 16 mendapat kado special yang mengesankan. Sebab, 6 Jnauari lalu Kabupaten Sergai berhasil memecahkan Rekor MURI nasional bahkan dunia karena berhasil menggelar kegiatan makan bersama yang diikuti sebanyak 12.150 orang dengan mengusung tema “Isi Piringku Serdang Bedagai Sehata”.

“Ini menunjukkan dan menjadi bukti bahwa kekompakan yang dibangun antara pemerintah dengan masyarakat terjalin cukup baik. Untuk itu, dalam melangkah ke depan hendaknya kita harus bergandeng tangan bersama dan membangun semangat bergotong royong menuju harapan yang ingin kita cita-citakan yakni mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan, berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan,’’ ungkapnya optimis. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com